BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memastikan dua puskesmas baru di Kecamatan Jatisampurna, yakni Puskesmas Jatirangga dan Puskesmas Jatiraden, akan segera beroperasi pada akhir November 2025.
Persoalan kekurangan tenaga kesehatan (nakes) atau Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kendala utama kini telah tertangani dengan strategi penugasan sementara.
Peluncuran dua fasilitas kesehatan (faskes) ini sangat dinantikan warga, terutama setelah menjadi sorotan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Latar Belakang: Penantian Panjang Warga
Diketahui, pembangunan kedua gedung puskesmas tersebut dilaporkan telah rampung sejak Desember 2024 lalu. Namun, hampir sebelas bulan berselang, keduanya belum juga beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kekosongan operasional ini disebabkan oleh belum tersedianya SDM atau nakes yang akan ditugaskan di dua faskes baru tersebut.
Peluncuran Dilakukan Bertahap
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengonfirmasi bahwa peluncuran akan segera dilaksanakan.
”Launching dua Puskemas sendiri akan berlangsung pada Rabu (26/11) mendatang di wilayah Jatirangon, Jatisampurna,” ucap Satia saat ditemui di area Car Free Day Jalan Ahmad Yani, Minggu (09/11/2025).
Ia menjelaskan, untuk mengatasi masalah kekurangan staf, Dinkes akan menerapkan sistem perbantuan nakes dari puskesmas terdekat.
”Adapun soal kesiapan Nakesnya sendiri, sementara kita sebagai Puskesmas perbantuan dulu, sementara mengisi. Kita juga menyusun strategi bagaimana memenuhi SDM-nya,” jelas Satia.
Solusi: Beroperasi sebagai Puskesmas Pembantu
Satia merinci, pada tahap awal, kedua puskesmas tersebut akan diresmikan dengan status sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Sub Pelayanan.
”Rencananya, dua Puskemas Jatirangga dan Jatiraden akan dijadikan sebagai Sub Pelayanan Puskesmas terlebih dahulu dari wilayah terdekat,” ungkapnya dalam kesempatan berbeda pada Rabu (05/11/2025).
Status ini memungkinkan puskesmas untuk tetap beroperasi memberikan layanan dasar kepada masyarakat, meskipun dengan jumlah staf yang minimal.
”Tapi mereka dijadikan puskesmas pembantu. Jadi kita resmikan sebagai puskesmas pembantu dulu, sambil berproses untuk mengisi SDM-nya yang kita ambil dari puskesmas terdekat,” tegasnya.
Kesiapan Tenaga Medis Awal
Meski berstatus Pustu, Satia menjamin layanan dasar kesehatan tetap akan berjalan. Dinkes telah menyiapkan tim inti untuk masing-masing lokasi.
”Nanti kita launching dulu, dan ada dokternya. Jadi, nanti kita sediakan satu dokter, satu perawat, dan satu bidan. Jadi tetap bisa jalan,” sambungnya.
Untuk mematangkan rencana ini, Dinkes telah melakukan konsolidasi internal. Pada Jumat (07/11) kemarin, Dinkes dilaporkan telah mengumpulkan seluruh nakes, termasuk pemetaan dokter yang akan ditugaskan secara bergilir di Puskesmas Jatirangga dan Jatiraden.
”Kemarin saya sudah kumpulkan nakes-nakesnya, kita sudah briefing untuk persiapan launching-nya. Saya minta dokter-dokter mana saja yang bisa ditugaskan secara bergantian,” imbuhnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












