Lagi, Kini Aksi Vandalisme Sasar Halte Bus Trans Patriot di Bekasi

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halte Bus Trans Patriot Koridor nomor 13 Jenderal Sudirman, dekat Grand Mal Bekasi, menjadi korban aksi vandalisme.

Halte Bus Trans Patriot Koridor nomor 13 Jenderal Sudirman, dekat Grand Mal Bekasi, menjadi korban aksi vandalisme.

Halte Bus Trans Patriot Koridor nomor 13 Jenderal Sudirman, dekat Grand Mal Bekasi, menjadi korban aksi vandalisme oleh oknum tidak bertanggung jawab, hingga merusak sarana dan prasarana (sarpras) fasilitas umum milik Pemerintah Daerah.

Pengamatan di lokasi pada Senin (05/05/2025) pagi menunjukkan adanya coretan vandalisme di etalase kaca penunjuk rute Bus Trans Patriot Bekasi, bertuliskan “RUN BDG” menggunakan pilok hitam, serta gambar grafiti di tengahnya.

Selain itu, kondisi sekitar halte terlihat kumuh dan berdebu, dengan sampah plastik dan minuman berserakan di beberapa sudut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, halte tersebut sering dijadikan tempat istirahat sementara bagi pedagang asongan dan warga sekitar.

Mendy (25), seorang pengendara sepeda motor, mengaku prihatin terhadap vandalisme yang terjadi di fasilitas publik tersebut.

Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi lebih peduli dalam menjaga dan merawat fasilitas umum.

“Saya sangat prihatin. Fasilitas umum seperti halte ini dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ini adalah fasilitas publik, seharusnya dijaga, bukan dirusak,” ujar Mendy saat berbincang di lokasi.

Ia juga menyarankan agar pihak terkait meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Diketahui, Halte Bus Trans Patriot Koridor nomor 13 merupakan bagian dari pembangunan 10 unit halte bus “sultan” yang sempat menuai sorotan publik akibat besarnya anggaran yang dikeluarkan.

Halte yang digadang-gadang memiliki fasilitas penunjang lengkap ini diketahui menelan anggaran sekitar Rp200 juta per titik, namun ternyata masih memiliki sejumlah kekurangan dalam aspek fungsionalitas.

Beberapa fasilitas yang tersedia di halte sultan meliputi:

  • Kamera CCTV untuk keamanan.
  • Speaker musik sebagai hiburan.
  • Tempat isi daya ponsel bagi pengguna.
  • Lemari kaca informasi rute perjalanan Bus Trans Patriot.

Namun, dengan anggaran Rp200 juta per halte, masyarakat menilai masih banyak kekurangan, seperti:

  • Luas halte yang terbatas.
  • Kurangnya tempat duduk bagi penumpang.
  • Tidak adanya tempat sampah.
  • Tidak adanya atap kanopi untuk perlindungan dari cuaca.

Sepuluh halte ini tersebar di beberapa titik strategis Kota Bekasi, yaitu:

  • Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur (5 halte).
  • Jalan Sersan Aswan, Kecamatan Bekasi Timur (1 halte).
  • Jalan Jenderal Sudirman, arah Stasiun Kranji, Kecamatan Bekasi Barat (1 halte).
  • Jalan Jenderal Sudirman, depan Grand Mal, Kecamatan Medan Satria (1 halte).
  • Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur (2 halte).

Warga Bekasi berharap agar Pemerintah Daerah lebih memperhatikan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas umum, terutama yang dibangun dengan anggaran besar.

Selain itu, peningkatan pengawasan juga diperlukan guna mencegah aksi vandalisme dan memastikan fasilitas tetap berfungsi dengan baik.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ustadz AAM Ajak Warga Ramaikan ‘Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6’ di Arena CFD
17 Korban Tabrakan KA di Bekasi Timur Masih Jalani Perawatan di RSUD CAM
Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta
Raup Rp 2,5 Miliar, Ratusan Bank Sampah Kota Bekasi Justru Mandek?
Tragedi Bekasi Timur: Pemkot Sudah Dua Kali Ajukan Palang Pintu Sejak 2022
Terdesak Aturan, Pemkot Bekasi Batasi Belanja Pegawai 2027
Imbas Tragedi Kereta, Pemkot Bekasi Kebut Pembebasan Lahan Fly Over Bulak Kapal
PSU Ditahan 13 Tahun, Warga Grand Galaxy City Bekasi Demo Tolak Parkir Berbayar
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

2 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:40 WIB

Ustadz AAM Ajak Warga Ramaikan ‘Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6’ di Arena CFD

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:48 WIB

17 Korban Tabrakan KA di Bekasi Timur Masih Jalani Perawatan di RSUD CAM

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Kamis, 30 April 2026 - 15:47 WIB

Raup Rp 2,5 Miliar, Ratusan Bank Sampah Kota Bekasi Justru Mandek?

Kamis, 30 April 2026 - 13:08 WIB

Terdesak Aturan, Pemkot Bekasi Batasi Belanja Pegawai 2027

Berita Terbaru

Rombongan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengenakan seragam biru saat melakukan konvoi sepeda motor menyusuri jalur Kalimalang menuju Jakarta. Pergerakan ini merupakan bagian dari aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (01/05/2026). (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x