Poin Utama:
- Tanpa APBD/APBN: Proyek murni didanai swasta dengan investor dari SBC Capital Kanada dan kontraktor EPC China.
- Multifungsi: Selain pengendali banjir, terowongan berfungsi sebagai jalan tol, jaringan air bersih, dan kelistrikan.
- Target Konstruksi: Direncanakan mulai dibangun awal tahun 2026 untuk atasi luapan Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.
- Minim Dampak Sosial: Metode terowongan bawah tanah diklaim tidak memerlukan pembebasan lahan yang rumit.
JAKARTA – Persoalan banjir menahun di Ibu Kota mendapat sorotan tajam dari Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, yang mendesak percepatan realisasi Jakarta Integrated Tunnel (JIT) sebagai solusi konkret penanggulangan bencana tanpa membebani keuangan negara.
Hal ini disampaikan Prijanto usai melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait urgensi penanganan banjir kiriman maupun lokal yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.
Mengapa JIT Dianggap Solusi Paling Efektif Atasi Banjir?
Prijanto menilai metode konvensional seperti pembuatan kanal atau normalisasi sungai di permukaan tanah memiliki kendala besar, terutama terkait biaya tinggi dan dampak sosial akibat pembebasan lahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan ekosistem di hulu yang meningkatkan debit air ke Kali Ciliwung dan Pesanggrahan menuntut solusi teknis yang lebih canggih.
“Proyek JIT di wilayah Jakarta Barat ini, suka tidak suka, harus direalisasikan agar tidak lagi terjadi genangan maupun banjir. Dengan metode JIT ini membuat saluran di bawah tanah, jelas tidak menimbulkan persoalan tanah dan sosial,” tegas Prijanto di Jakarta, Jumat (05/12/2025).
Dari Mana Sumber Pendanaan Proyek Raksasa Ini?
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan proyek JIT adalah skema pendanaannya. Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono, memastikan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak akan menggerogoti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Negara-negara maju dan kota-kota besar di dunia sudah membuat sistem integrated tunnel ini. Proyek ini murni investasi swasta,” jelas Wibisono.
Ia menambahkan bahwa saat ini proyek telah mendapatkan investor dari SBC Capital Kanada dan sedang dalam tahap persiapan closing financial bersama kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) dari China.
Bagaimana Tanggapan Gubernur Pramono Anung Terkait Proyek JIT?
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (04/12/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif progres proyek yang telah melalui proses perizinan dan kajian teknis sejak tahun 2013 tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang JIT sebagai solusi jangka menengah yang krusial.
“Pak Gubernur menyambut gembira atas progres proyek JIT dan mendukung proyek ini sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi banjir di Jakarta,” ungkap Wibisono.
Dukungan ini menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi.
Apa Saja Fungsi Jakarta Integrated Tunnel Selain Pengendali Banjir?
Konsep JIT tidak hanya berfungsi sebagai saluran air raksasa. Infrastruktur ini dirancang sebagai terowongan multifungsi terpadu yang akan menunjang status Jakarta sebagai kota global.
Berikut adalah fungsi utama JIT:
- Pengendali Banjir: Mengalirkan debit air berlebih dari hulu.
- Jalan Tol Bawah Tanah: Mengurai kemacetan lalu lintas.
- Utilitas Publik: Menyediakan jalur jaringan perpipaan air bersih dan kelistrikan.
Kapan Pembangunan JIT Akan Dimulai?
Wibisono menargetkan peletakan batu pertama atau konstruksi fisik dapat dimulai pada awal tahun depan. Percepatan ini diharapkan dapat segera melengkapi upaya penanggulangan banjir lainnya, seperti giant sea wall di pesisir utara Jakarta.
”Semoga proyek ini bisa direalisasikan mulai awal tahun depan (2026), segera dibangun untuk mengatasi banjir Jakarta, terutama dari luapan sungai Ciliwung dan Pesanggrahan,” pungkasnya.
Informasi ini disajikan untuk memberikan wawasan terkini mengenai pembangunan infrastruktur pengendali banjir di wilayah aglomerasi Jakarta yang berdampak pada daerah penyangga seperti Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































