Panakawan Rescue Evakuasi 13 Ekor Anak Ular Sanca Batik dan Induknya di Cibitung Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 26 Januari 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Penyelamatan Hewan Panakawan Rescue melakukan proses evakuasi ular sanca batik dengan temuan sebanyak 13 ekor anak ular bersama induknya di salah satu rumah kosong tak berpenghuni di Perumahan Taman Wanasari Indah, Kelurahan Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/01/2025) sore.

Anggota Tim Panakawan Rescue, Eko Budi Santoso, mengatakan bahwa proses evakuasi ular tersebut bermula ketika ada warga sekitar yang menemukan sisik kulit ular yang baru saja berganti kulit, kemudian melaporkan hal itu ke Panakawan Rescue untuk meminta bantuan.

“Selanjutnya, warga melihat ada kepala ular nongol dari salah satu rumah kosong tidak berpenghuni. Sehingga saya bersama tim langsung ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi,” ucap Eko saat dikonfirmasi RakyatBekasi.com melalui sambungan telepon, Sabtu (25/01/2025) sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eko menyatakan bahwa setibanya di lokasi, tim yang beranggotakan tiga orang mengupayakan untuk melakukan penyisiran.

Alhasil, mereka menemukan garasi yang berlubang, sehingga meminta kepada pengurus wilayah setempat untuk dilakukan pembongkaran.

“Selepas dilakukan pembongkaran dengan cara di hook, saya kasih asap telur ular ke dalam lubang. Sehingga dua anak ular keluar dari lubang. Di sana kami menemukan 13 ekor anak ular dengan ukuran bervariasi dari 15 – 20 cm di dalam satu lokasi, di beberapa titik berbeda, yang diperkirakan baru menetas selama dua atau tiga pekan lamanya,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya melakukan penyisiran kembali di sekitar lokasi dan menemukan indukan dari anak-anak ular tersebut yang memiliki berat 15 kilogram dengan panjang 3,5 meter.

“Evakuasi dilakukan oleh tiga orang termasuk saya. Kami menggunakan alat hook untuk menarik ular (indukannya), sisanya menggunakan tangan secara manual. Jalannya evakuasi sedikit kesulitan, sehingga kami harus membongkar lubang terlebih dahulu,” jelasnya.

Menurut Eko, proses evakuasi berjalan selama sembilan jam, mulai dari pukul 10.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Setelah berhasil dievakuasi, ular-ular tersebut akan ditampung dan dievakuasi lebih lanjut oleh Panakawan Rescue.

“Ularnya kami tampung langsung. Sebelumnya kami juga sudah melakukan hal serupa, empat hari yang lalu saya rilis 20 ekor. Kemarin, dua minggu lalu 30 ekor. Di rumah ada lagi lima indukan dan 20 ekor anak ular,” imbuhnya.

Eko juga menceritakan bahwa sebelum evakuasi, tetangga sekitar sempat kehilangan dua ekor peliharaannya di dalam kandang, yaitu entok dan kalkun.

Satu ekor kalkun hilang tanpa sebab, dan satu ekor entok ditemukan tengah dililit ular, kejadian ini terjadi tiga hari sebelum proses evakuasi.

“Kemudian sebelum kejadian ini, seminggu sebelum evakuasi ular, warga sekitar juga sempat melihat ada ular masuk ke pemukiman rumah seperti di dapur, halaman, dan plafon. Terlebih, lokasi sekitar masih ada lapangan kosong luas dan kali yang menjadi pemicu untuk ular tersebut bisa menetaskan telur-telurnya,” paparnya.

Dengan adanya evakuasi ini, diharapkan warga sekitar dapat lebih waspada terhadap keberadaan ular dan segera melaporkan jika menemukan ular atau tanda-tanda keberadaan ular di lingkungan mereka.

Panakawan Rescue terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan evakuasi hewan liar dan menjaga keselamatan warga.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Berita Terbaru

Infografis.

Opini

Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal

Jumat, 24 Jul 2026 - 04:02 WIB

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x