Poin Utama:
- Nurlaela (37), guru PNS asal Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tabrakan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
- Jenazah berhasil diidentifikasi dan tiba di rumah duka di Kampung Ceger pada Selasa (28/4/2026) pukul 03.00 WIB dengan kondisi tubuh utuh.
- Almarhumah yang baru saja menyelesaikan pendidikan magister (S2) meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Suasana duka nan pekat menyelimuti kediaman Nurlaela (37), salah satu korban tewas dalam insiden tragis tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Ratusan kerabat dan tetangga terus berdatangan untuk bertakziah ke rumah duka yang berlokasi di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/04/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Almarhumah yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini pergi meninggalkan duka mendalam, terutama bagi putra semata wayangnya yang kini kehilangan sosok ibu di usianya yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD).
Bagaimana Kondisi Jenazah Korban Laka KRL Bekasi Timur Saat Ditemukan?
Kondisi jenazah almarhumah Nurlaela dipastikan dalam keadaan utuh setibanya di rumah duka, kendati mengalami patah tulang kaki dan diduga menderita luka dalam akibat benturan keras saat insiden nahas tersebut terjadi.
Pihak keluarga sebelumnya sempat cemas dan mencari keberadaan korban sejak Senin (27/04/2026) malam karena korban tak kunjung pulang ke Cikarang Timur.
”Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam,” kata Mulyadi di rumah duka, Selasa (28/04/2026).
Mulyadi selaku paman korban menjelaskan bahwa kekhawatiran keluarga bermula ketika telepon genggam korban diangkat oleh pihak berwenang yang menemukan ponsel tersebut, namun belum mengetahui secara pasti titik evakuasi korban.
”Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana,” kata Mulyadi.
Kapan Jenazah Tiba di Cikarang Timur Kabupaten Bekasi?
Setelah proses pencarian yang menguras emosi di tengah simpang siur informasi pasca-tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, keluarga akhirnya berhasil menemukan almarhumah pada dini hari.
Evakuasi dan koordinasi pun segera dilakukan untuk memulangkan jenazah ke wilayah Kabupaten Bekasi.
”Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi,” beber Mulyadi.
Siapa Sosok Nurlaela, Guru PNS yang Menjadi Korban?
Di lingkungan keluarga dan rekan sejawatnya, Nurlaela dikenal sebagai sosok pendiam namun sangat ulet dan pekerja keras.
Ia merupakan guru PNS yang mengabdi di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Untuk menunjang mobilitasnya mengajar, almarhumah memang rutin menggunakan moda transportasi KRL Commuter Line setiap pagi dan sore hari.
Dedikasinya terhadap pendidikan tidak hanya ditunjukkan saat mengajar, namun juga pada pengembangan dirinya.
Diketahui, almarhumah baru saja menyelesaikan pendidikan magister (S2) tiga bulan yang lalu.
”Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ,” tutur Mulyadi.
Kini, almarhumah telah disemayamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks pemakaman keluarga yang tak jauh dari rumah duka, meninggalkan warisan keteladanan sebagai seorang pendidik dan ibu yang gigih.
Simak terus perkembangan terkini dan investigasi menyeluruh seputar kecelakaan KRL Bekasi Timur hanya di RakyatBekasi.Com. Silakan bagikan artikel ini sebagai bentuk simpati dan tinggalkan doa terbaik Anda untuk keluarga korban di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















