Poin Utama:
- Tragedi kecelakaan KRL di perlintasan sebidang Stasiun Bekasi Timur menelan 14 korban jiwa.
- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, mendesak perbaikan infrastruktur secara menyeluruh.
- Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan Flyover Bulak Kapal melalui Bantuan Presiden (Banpres).
- Proyek strategis lintas kementerian ini bertujuan mengakhiri kemacetan kronis dan riwayat jalur maut di Kota Bekasi.
Tragedi memilukan di perlintasan sebidang kereta api Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang memicu desakan keras perbaikan infrastruktur.
Merespons insiden berdarah ini, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi mendesak Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan jalan layang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan penuh juga mengalir atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang turun tangan memberikan Bantuan Presiden (Banpres) untuk Flyover Bulak Kapal.
Mengapa Tragedi KRL di Stasiun Bekasi Timur Harus Menjadi Titik Balik Infrastruktur?
Tragedi ini menyoroti rawannya perlintasan sebidang yang memotong arus padat kendaraan di sekitar Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, menegaskan bahwa insiden mematikan ini tidak boleh terulang dan harus memicu perombakan tata ruang jalur transportasi.
”Atas nama pribadi dan jajaran Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga 14 korban meninggal maupun yang terluka dalam tragedi KRL di perlintasan Stasiun Bekasi Timur. Ini adalah duka kita bersama yang harus menjadi titik balik perbaikan infrastruktur,” kata Misbahudin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/04/2026).
Apa Solusi Presiden Prabowo untuk Mengatasi Jalur Maut Bulak Kapal?
Sebagai solusi konkret, Presiden Prabowo Subianto langsung menyetujui pembangunan Flyover Bulak Kapal guna memisahkan lalu lintas kendaraan darat dan kereta api.
Kepala Negara mengambil keputusan strategis ini sesaat setelah menjenguk langsung para korban luka di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, Jalan Pramuka, Marga Jaya, Bekasi Selatan.
Misbahudin menilai langkah kilat Presiden menunjukkan keberpihakan nyata pada keselamatan warga Bekasi.
Ia berkomitmen legislatif akan terus mengawal sinergi antara Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemkot Bekasi, Pemprov Jawa Barat, dan pusat demi kelancaran eksekusi proyek tersebut di kawasan simpang Margahayu.
Darimana Sumber Dana Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi?
Guna memangkas birokrasi yang kerap memperlambat proyek di daerah, pemerintah pusat mengambil alih pembiayaan melalui skema pendanaan langsung.
Presiden Prabowo memastikan jalan layang ini sepenuhnya didanai oleh Bantuan Presiden (Banpres).
Berikut adalah rangkuman fakta terkait pendanaan dan urgensi proyek Flyover Bulak Kapal:
- Skema Pendanaan Taktis: Menggunakan Bantuan Presiden (Banpres) murni, memotong proses pengajuan anggaran daerah yang berbelit.
- Urgensi Keselamatan: Kepadatan kendaraan di perlintasan sebidang sudah melampaui titik jenuh dan sangat mengancam nyawa.
- Target Penanganan: Mengurai simpul kemacetan menahun di perbatasan Bekasi Timur dan mencegah tragedi kecelakaan KRL berulang.
Keselamatan mobilitas warga Kota Bekasi kini sangat bergantung pada seberapa cepat realisasi Flyover Bulak Kapal dieksekusi tanpa hambatan birokrasi.
Pantau terus perkembangan terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi dan progres pembangunan infrastruktur Banpres hanya di RakyatBekasi.Com. Bagikan artikel ini agar masyarakat turut aktif mengawal penghapusan “jalur maut” di Kota Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















