Polisi Jadwalkan Pemanggilan Saksi Kasus Toyor Topi Anggota DPRD Kota Bekasi asal PKB pada Pekan Depan

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

​Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

BEKASI – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memasuki babak baru. Polres Metro Bekasi Kota mengagendakan pemanggilan sejumlah saksi pada pekan depan untuk mendalami laporan yang dilayangkan oleh anggota dewan, Ahmadi, terhadap rekan sejawatnya, Arif Rahman Hakim.

​Insiden yang diduga terjadi saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) ini kini tengah menjadi sorotan publik, menunggu kejelasan dari proses hukum yang berjalan.

​Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya kini fokus untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Minggu depan diagendakan untuk pemeriksaan saksi-saksi. Kami masih terus mendalami kasus ini,” ujar Kombes Pol Kusumo saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (26/09/2025).

Menunggu Hasil Visum dan Keterangan Terlapor

​Hingga saat ini, pihak kepolisian baru meminta keterangan awal dari pihak pelapor, Ahmadi. Sebagai bagian dari prosedur standar dalam kasus penganiayaan, pelapor juga telah menjalani visum untuk membuktikan adanya dugaan benturan fisik.

​”Kami sudah menerima laporannya, kemudian pelapor juga sudah melakukan visum. Kami masih menunggu hasil visum resmi keluar,” jelas Kapolres.

​Selain hasil visum, keterangan dari pihak terlapor, Arif Rahman Hakim, serta saksi-saksi lain dianggap krusial untuk membangun gambaran utuh mengenai insiden tersebut.

​Laporan polisi ini secara resmi tercatat dengan nomor LP/B/2359/IX/2025/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya dan dilayangkan pada Senin (22/9/2025).

Berawal dari Rapat Anggaran RAPBD 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan ini terjadi di tengah panasnya suasana Rapat Banggar yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Bekasi untuk tahun 2026.

Banyak saksi mata yang dilaporkan melihat insiden tersebut, namun hingga kini belum ada bukti pendukung berupa rekaman video yang diserahkan kepada polisi.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, dalam keterangan terpisah, membenarkan penerimaan laporan tersebut.

“Benar, telah diterima Laporan Polisi dengan pelapor atas nama A, terkait dugaan Tindak Pidana Penganiayaan Ringan. Selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Pihak Terlapor Siap Hadapi Proses Hukum

Di sisi lain, Arif Rahman Hakim selaku terlapor menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum yang berjalan.

Ia mengaku akan kooperatif jika pihak kepolisian memanggilnya untuk dimintai keterangan.

​Arif merasa tersudutkan oleh informasi yang beredar, terutama di media sosial, yang dinilainya telah membentuk opini negatif terhadap dirinya dan keluarga.

​”Sebagai warga negara yang taat hukum, kami akan mengikuti proses itu. Namun, kami juga menyayangkan opini yang menyudutkan saya dan keluarga, seolah-olah telah terjadi penganiayaan dan segala macam. Padahal saya hanya ‘toyor’ topinya,” ujar Arif dalam pernyataannya.

Ikuti terus perkembangan terbaru dari kasus dugaan penganiayaan antar anggota DPRD Kota Bekasi ini hanya di rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta
Raup Rp 2,5 Miliar, Ratusan Bank Sampah Kota Bekasi Justru Mandek?
Tragedi Bekasi Timur: Pemkot Sudah Dua Kali Ajukan Palang Pintu Sejak 2022
Terdesak Aturan, Pemkot Bekasi Batasi Belanja Pegawai 2027
Imbas Tragedi Kereta, Pemkot Bekasi Kebut Pembebasan Lahan Fly Over Bulak Kapal
PSU Ditahan 13 Tahun, Warga Grand Galaxy City Bekasi Demo Tolak Parkir Berbayar
Pasca Kecelakaan, KRL Bekasi Timur-Cikarang Mulai Uji Coba Jelang Operasional
Lumpuh Total! Stasiun Bekasi Timur Tutup Imbas Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
Bung Ewox
Admin
19 hours ago

Gas keuuun boskuuu

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Kamis, 30 April 2026 - 15:47 WIB

Raup Rp 2,5 Miliar, Ratusan Bank Sampah Kota Bekasi Justru Mandek?

Kamis, 30 April 2026 - 14:32 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Pemkot Sudah Dua Kali Ajukan Palang Pintu Sejak 2022

Kamis, 30 April 2026 - 13:08 WIB

Terdesak Aturan, Pemkot Bekasi Batasi Belanja Pegawai 2027

Rabu, 29 April 2026 - 20:11 WIB

PSU Ditahan 13 Tahun, Warga Grand Galaxy City Bekasi Demo Tolak Parkir Berbayar

Berita Terbaru

Rombongan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengenakan seragam biru saat melakukan konvoi sepeda motor menyusuri jalur Kalimalang menuju Jakarta. Pergerakan ini merupakan bagian dari aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (01/05/2026). (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x