Poin Utama:
- Mandat: PT Mitra Patriot (PTMP) resmi ditunjuk Wali Kota Bekasi untuk menata kawasan Pasar Baru dan Stasiun Bekasi Timur.
- Strategi: Menyiapkan 5 langkah taktis mulai dari survei tata ruang, kolaborasi lintas sektor, hingga penerapan sistem digital.
- Target: Mengembalikan fungsi jalan raya dan menaikkan kelas PKL melalui relokasi ke dalam area pasar yang terintegrasi.
- Model: Mengadopsi keberhasilan penataan Pasar Pondokgede.
PT Mitra Patriot (Perseroda) menyatakan kesiapan penuh mengambil alih pengelolaan pedagang di kawasan vital Pasar Baru, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.
BUMD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ini telah menyiapkan lima strategi khusus berbasis teknologi untuk mengurai kesemrawutan lalu lintas sekaligus memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar naik kelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Konsep Penataan Pasar Baru oleh PT Mitra Patriot?
Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menegaskan bahwa penataan ini tidak akan dilakukan secara represif, melainkan menggunakan pendekatan humanis yang dipadukan dengan kemajuan teknologi.
Pihaknya telah menyusun grand design yang bertujuan mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki tanpa mematikan ekonomi rakyat.
”Kami menerima amanah dari Pak Wali Kota dengan rasa tanggung jawab penuh. Fokus kami bukan sekadar memindahkan pedagang, tapi memberdayakan mereka lewat konsep pasar yang terintegrasi dan digital,” kata David Rahardja kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kota Bekasi, Rabu (18/02/2026).
Menurut David, pengalaman PTMP dalam mengelola unit bisnis sebelumnya menjadi modal kuat untuk memastikan pedagang mendapatkan fasilitas yang layak dan akses pasar yang lebih luas.
Apa Saja 5 Langkah Strategis yang Disiapkan?
Untuk menjawab tantangan kondisi semrawut di Jalan Ir. H. Juanda, PT Mitra Patriot merumuskan lima langkah taktis yang siap dieksekusi dalam waktu dekat:
- Survei Mendalam: Pemetaan jumlah pedagang dan kondisi riil di lapangan.
- Perencanaan Tata Ruang: Desain zonasi yang rapi agar tidak mengganggu lalu lintas.
- Kolaborasi Lintas Sektoral: Melibatkan Dinas terkait, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
- Sistem Pengelolaan Digital: Penerapan teknologi untuk transparansi retribusi dan kemudahan akses data pedagang.
- Pemberdayaan Ekonomi: Program pendampingan agar omzet pedagang meningkat pasca-relokasi.
”Kami ingin pedagang tidak hanya tertib, tapi omzetnya naik karena fasilitas dan akses pasarnya kita buka lebih luas,” tambah David.
Mengapa Wali Kota Menunjuk PT Mitra Patriot?
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, pada Sabtu (15/02/2026).
Tri meminta PTMP segera “tancap gas” membenahi kawasan Pasar Baru dan Stasiun Bekasi Timur yang kerap menjadi biang kemacetan.
Tri Adhianto menginginkan PTMP menduplikasi keberhasilan penataan di wilayah lain, seperti di Pondokgede, di mana PKL berhasil direlokasi masuk ke dalam gedung pasar sehingga fungsi jalan raya kembali normal.
”Perubahan pasti membawa tantangan, tapi kami hadir sebagai mitra, bukan sekadar pengelola. Transparansi akan jadi kunci kami,” pungkas David menutup keterangannya.
Dengan adanya mandat ini, masyarakat berharap wajah Bekasi Timur dapat segera berubah menjadi lebih tertata dan manusiawi. Dukungan seluruh elemen, mulai dari pedagang hingga warga pengguna jalan, sangat dibutuhkan agar transformasi ini berjalan mulus.
Punya keluhan terkait fasilitas publik atau ketertiban umum di wilayah Anda? Laporkan segera kepada redaksi kami atau melalui saluran pengaduan resmi Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















