Poin Utama:
- Momentum Perdamaian: Antonio Guterres menjadikan Ramadan 2026 sebagai titik balik untuk menghentikan konflik global.
- Wilayah Sorotan: Gaza, Sudan, Afghanistan, dan Yaman menjadi fokus utama keprihatinan PBB akibat krisis kemanusiaan yang parah.
- Seruan Aksi: Mendesak pemimpin dunia untuk memberikan bantuan nyata, menjaga hak asasi, dan mengakhiri perpecahan.
- Solidaritas: Guterres dikenal kerap melakukan puasa solidaritas sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, secara resmi mengirimkan pesan menyentuh menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H di tengah berkecamuknya konflik global.
Dalam pernyataan yang dirilis dari Markas Besar PBB, Senin (16/02/2026), Guterres mengajak seluruh masyarakat internasional untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum krusial dalam merajut kembali perdamaian dan kemanusiaan yang terkoyak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Pesan Utama Sekjen PBB pada Ramadan Tahun Ini?
Pesan utama yang ditekankan adalah menjadikan Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol harapan nyata bagi kemanusiaan yang sedang terluka.
Guterres menekankan pentingnya nilai-nilai kedamaian, kedermawanan, dan keadilan yang harus ditegakkan bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
”Semoga Bulan Suci ini menginspirasi kita untuk bekerja sama membangun dunia yang lebih damai, dermawan, dan adil bagi seluruh umat manusia,” kata Antonio Guterres, Senin (16/02/2026).
Ia menambahkan bahwa semangat Ramadan harus dimanifestasikan dalam tindakan nyata untuk menolong mereka yang lemah dan terpinggirkan akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.
Wilayah Mana Saja yang Menjadi Sorotan PBB?
PBB menyoroti kontras yang tajam antara pesan damai Ramadan dengan realitas pahit di berbagai titik panas dunia.
Guterres secara spesifik menyebutkan penderitaan mendalam yang dialami warga sipil di wilayah-wilayah berikut:
- Gaza: Kondisi wilayah yang luluh lantak akibat konflik berkepanjangan.
- Sudan: Krisis kelaparan yang mengancam jutaan nyawa.
- Afghanistan & Yaman: Ketidakpastian hidup, diskriminasi, dan pengungsian yang terus berlanjut.
Menurut Guterres, jutaan orang di wilayah tersebut terpaksa menjalani ibadah puasa di bawah bayang-bayang ketakutan, kelaparan, dan hilangnya tempat tinggal.
Bagaimana Langkah Konkret yang Didesak oleh PBB?
Dikenal memiliki kedekatan emosional dengan komunitas Muslim dan kerap melakukan ‘kunjungan solidaritas’, Guterres kembali menyerukan pentingnya menjembatani perbedaan demi melindungi harkat dan martabat manusia. Ia mendesak dunia internasional untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain:
- Menghadirkan Bantuan Nyata: Memastikan akses logistik dan medis sampai kepada mereka yang menderita di zona konflik.
- Menjaga Hak Asasi: Melindungi martabat setiap individu tanpa memandang latar belakang.
- Mengakhiri Perpecahan: Menghentikan permusuhan yang hanya memperpanjang penderitaan warga sipil yang tidak berdosa.
Pesan Guterres ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pemimpin dunia dan masyarakat global, termasuk di Indonesia, untuk memperkuat solidaritas sosial.
”Mari kita gunakan semangat bulan suci ini untuk menghadirkan bantuan dan harapan kepada mereka yang sangat membutuhkan,” tutupnya.
Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan peduli pada sesama. Pantau terus perkembangan berita internasional dan lokal seputar Ramadan hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















