Senam Persadia Mendadak Dilarang, Penderita Diabetes Terusir dari RSUD CAM Kota Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 17 November 2022 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas senam di halaman RSUD Chasbullah Abdul Madjid yang sudah 18 tahun digawangi Persadia setiap Sabtu pagi mulai pukul 07:00 WIB hingga pukul 08:00 WIB.

Aktivitas senam di halaman RSUD Chasbullah Abdul Madjid yang sudah 18 tahun digawangi Persadia setiap Sabtu pagi mulai pukul 07:00 WIB hingga pukul 08:00 WIB.

KOTA BEKASI – Puluhan warga Kota Bekasi yang rutin senam bersama di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi mengaku kecewa atas sikap manajemen rumah sakit yang secara tiba-tiba melarang mereka berolahraga di lokasi tersebut.

Pasalnya mereka yang tergabung dalam Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kota Bekasi ini, kini tak lagi bisa memanfaatkan halaman rumah sakit terbesar di Kota Bekasi ini untuk berolahraga senam bersama.

Padahal aktivitas senam tersebut rutin dilakukan selama 18 tahun terakhir, kini mereka harus terusir dari lokasi tersebut tanpa penjelasan apapun dari manajemen rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat Kota Bekasi yang ikut senam yang tergabung dalam Persadia jumlahnya cukup banyak. Namun kini, kami tidak bisa senam lagi di lokasi itu, karena pihak RSUD tidak mengijinkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Padahal senam itu sangat membantu bagi para lansia maupun penderita Diabet yang ingin tetap sehat. Karena dilarang, kami terpaksa numpang senam di pojok alun-alun Kota Bekasi,” ujar Ketua Unit Persadia RSUD Kota Bekasi, Een Nuraeni, Rabu (16/11/2022).

Menurut Een sapaan akrabnya, tujuan pihaknya melakukan senam di halaman RSUD adalah untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyehatkan bagi para penderita diabetes.

“Keberadaan senam yang tergabung dalam Persadia ini sangat disambut positif oleh masyarakat luas, khususnya para penderita Diabetes yang senantiasa merasa terhibur dan merasa sehat,” katanya.

Sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kata dia, seharusnya pihak manajemen RSUD Chasbullah Abdul Madjid mendukung program senam Persadia di halaman parkir RSUD Chasbullah Abdul Madjid setiap hari Sabtu dengan peserta tak kurang dari 50 orang.

“Selama 18 tahun terakhir, kita rutin berolahraga senam selama satu jam di lokasi itu. Namun tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, kami tiba-tiba dilarang senam di lokasi itu, jadi kita merasa terusir,” jelasnya dengan nada kesal.

“Jadwal senam kita hanya Sabtu pagi, itu pun hanya satu jam saja, sekira pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Jadi kalau alasannya hanya untuk lokasi parkir, jam 08.00 pagi belum banyak mobil yang parkir,” paparnya.

Lebih lanjut Een mengingatkan bahwa program senam yang tergabung dalam Persadia ini, keberlangsungannya sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya pimpinan dan manajemen RSUD Chasbullah Abdul Madjid lebih bijak memperhatikan masalah ini.

Sebagaimana informasi, tujuan Persadia didirikan salah satunya adalah menghimpun para penderita diabetes, dokter dan juga petugas kesehatan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi para penderita diabetes.

“Teman-teman yang aktif tergabung dalam Persadia, justru terusir dari RSUD Chasbullah Abdul Madjid. Kita memberi support terhadap penderita Diabetes, justru malah ditendang. Aneh ini jadinya,” pungkasnya. (mar)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nasib Digantung, Ribuan PPPK Kota Bekasi Siap ‘Putihkan’ Istana Negara Tuntut Status PNS
Solusi Cerdas Atasi Krisis Energi, PLN Bangun Gardu Khusus untuk PSEL Sumurbatu Bantargebang
Mengenal Walker: Maskot Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi dan Makna Filosofisnya
Single Terbaru Jendral Kantjil Tampar Fenomena Validasi Digital: “Jangan Lupa Diri!”
Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?
​8 Tahun Terkatung-katung! Warga Perwira Kritik Keras Lambannya Kinerja BPN Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Tertibkan Ratusan PKL Liar di Jalan M. Yamin, Pengawasan Ketat Diberlakukan Dua Pekan!
Skandal Threesome MiChat: Dua PSK Asal Bekasi Diadili di Surabaya, Mengapa Pemesan Bebas Hukum?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Nasib Digantung, Ribuan PPPK Kota Bekasi Siap ‘Putihkan’ Istana Negara Tuntut Status PNS

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Solusi Cerdas Atasi Krisis Energi, PLN Bangun Gardu Khusus untuk PSEL Sumurbatu Bantargebang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Mengenal Walker: Maskot Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi dan Makna Filosofisnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Single Terbaru Jendral Kantjil Tampar Fenomena Validasi Digital: “Jangan Lupa Diri!”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x