Tertipu Gaji Fantastis, Diperas Belasan Juta: ART asal Kota Bekasi Kini Tertahan di Kedubes Maroko

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Lely Lydia (33), kini harus menelan pil pahit lantaran tertahan di Shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Maroko.

Warga Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Lely Lydia (33), kini harus menelan pil pahit lantaran tertahan di Shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Maroko.

Poin Utama:

  • Identitas & Lokasi Asal: Lely Lydia (33), warga Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.
  • Lokasi Saat Ini: Berlindung di Shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Maroko selama 3 pekan terakhir.
  • Tuntutan Finansial: Keluarga korban diintimidasi oleh agen penyalur untuk membayar uang tebusan tiket sebesar Rp11.000.000.
  • Fokus Advokasi: Menanti intervensi cepat dari perwakilan rakyat dan Wali Kota Bekasi untuk memfasilitasi proses kepulangan.

BEKASI – Niat hati ingin memperbaiki roda perekonomian keluarga dengan merantau ke luar negeri, nasib nahas justru menimpa Lely Lydia (33). Warga Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara ini kini harus menelan pil pahit lantaran tertahan di Shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Maroko.

​Ibu dari seorang balita ini terpaksa melarikan diri dari tempat kerjanya demi mencari perlindungan, setelah menyadari dirinya menjadi korban dari agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sudah tiga pekan lamanya Lely hidup dalam ketidakpastian di fasilitas milik negara tersebut. Di tengah rasa putus asa, ia kini menggantungkan harapan besarnya kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan perwakilan rakyat untuk segera memfasilitasi kepulangannya ke Tanah Air.

​”Saya sekarang di Shelter Kedubes Indonesia, karena saya waktu itu kabur dari agen saya. Saya berharap pemerintah bisa membantu rakyat Indonesia yang jauh di negeri orang,” ungkap Lely saat dikonfirmasi, Minggu (08/03/26).

​Tergiur Lowongan Media Sosial Berujung Dugaan TPPO

​Petaka yang menimpa Lely bermula pada pertengahan Januari lalu. Bencana ini berawal dari sebuah iklan lowongan pekerjaan di media sosial yang menawarkan posisi sebagai pengasuh anak (babysitter).

Iklan tersebut memikat hati Lely dengan iming-iming gaji fantastis, yakni di atas Rp8 juta per bulan.

​Namun, kenyataan pahit langsung menyambutnya setiba di Maroko. Alih-alih mengasuh anak sesuai kontrak awal, Lely justru dipaksa memikul beban kerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) secara penuh waktu.

​Alami Kekerasan Fisik dan Hak Gaji Dirampas

​Bukan sekadar penipuan deskripsi pekerjaan, kasus ini mengarah kuat pada Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Lely mengaku tidak hanya dieksploitasi tenaganya, tetapi juga menjadi korban kekerasan fisik dan verbal dari majikan pertamanya.

​”Kepala saya bahkan sempat ditoyor oleh majikan,” kisahnya pilu.

​Mirisnya, jerih payahnya bekerja selama hampir satu bulan penuh tidak dibayarkan secara utuh. Hak gajinya dipotong secara sepihak dan tidak transparan oleh pihak agen penyalur.

​Teror dan Pemerasan Agen Terhadap Keluarga di Bekasi

​Keputusan Lely untuk melarikan diri dan mencari suaka ke Kedubes RI bukanlah tanpa alasan kuat. Saat Lely sempat dikembalikan oleh majikannya, pihak agen penyalur justru tidak memberikan perlindungan. Sebaliknya, mereka mulai melakukan serangkaian intimidasi.

​Agen tersebut secara sepihak meneror keluarga Lely yang berada di Bekasi. Mereka mendesak pengiriman uang tebusan tiket kepulangan sebesar Rp11 juta.

​”Di situ saya mulai merasa sangat terancam. Agen sudah menelpon keluarga saya untuk menagih uang tiket pulang. Pokoknya keluarga saya diintimidasi dengan kata-kata yang menyakiti,” jelas Lely.

​Harapan Pemulangan Kepada Wali Kota Bekasi dan Anggota Dewan

​Kondisi ekonomi keluarga di Teluk Pucung yang serba pas-pasan membuat tuntutan uang belasan juta tersebut mustahil untuk dipenuhi.

Sementara itu, sang agen kini seolah mencuci tangan dari tanggung jawab.

“Sudah coba ditelepon agennya, cuma agennya itu kaya kabur-kaburan dan tidak mau membelikan tiket pulang,” tambahnya.

​Kini, menolak menyerah pada nasib, Lely berinisiatif menjalin komunikasi dengan salah satu Anggota DPRD Kota Bekasi.

Langkah advokasi mandiri ini berani ia tempuh setelah membaca rekam jejak keberhasilan pemulangan sejumlah warga Kota Bekasi yang terjebak di Kamboja pada tahun 2025 lalu.

​Ia sangat berharap Wali Kota Bekasi beserta jajaran anggota dewan dapat kembali mengukir skenario penyelamatan serupa, sehingga ia bisa segera pulang ke Tanah Air dan kembali memeluk sang buah hati yang menantinya di rumah.

Jangan biarkan kasus TPPO kembali memakan korban! Jika Anda mengetahui adanya indikasi penipuan kerja ke luar negeri atau agen penyalur ilegal, segera laporkan ke BP2MI atau pihak berwajib setempat. Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penipuan lowongan kerja luar negeri.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Cuma Duduk Manis di Meja, Nakes Posyandu Kotabaru ‘Jemput Bola’ Rawat Lansia Sakit!
Masuk Asrama Pertengahan Mei 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Berangkat Haji Tahun Ini
Klaim 99 Persen Siap! 4.405 Jemaah Haji Kota Bekasi Serbu Embarkasi Mulai 21 April
Disnaker Limpahkan Kasus 22 Perusahaan Nakal Tak Bayar THR ke Jawa Barat
Disparbud dan Satpol PP Tutup Mata? Obral Syahwat di Kota Santri, ‘Be Glow’ Tak Tersentuh
Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 14:36 WIB

Tak Cuma Duduk Manis di Meja, Nakes Posyandu Kotabaru ‘Jemput Bola’ Rawat Lansia Sakit!

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WIB

Masuk Asrama Pertengahan Mei 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Berangkat Haji Tahun Ini

Rabu, 8 April 2026 - 13:06 WIB

Klaim 99 Persen Siap! 4.405 Jemaah Haji Kota Bekasi Serbu Embarkasi Mulai 21 April

Rabu, 8 April 2026 - 11:38 WIB

Disnaker Limpahkan Kasus 22 Perusahaan Nakal Tak Bayar THR ke Jawa Barat

Selasa, 7 April 2026 - 18:50 WIB

Disparbud dan Satpol PP Tutup Mata? Obral Syahwat di Kota Santri, ‘Be Glow’ Tak Tersentuh

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca