Poin Utama:
- Lokasi & Kejadian: Bencana longsor tumpukan sampah terjadi di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) sore.
- Angka Korban: Terdapat 6 korban terdampak (4 meninggal dunia, 2 selamat), di mana 5 orang sempat tertimbun material longsor.
- Identitas: Seluruh korban dipastikan bukan warga ber-KTP Kota Bekasi; 3 korban tewas telah diidentifikasi oleh DLH DKI Jakarta.
- Tindakan Evakuasi: Pemkot Bekasi mengerahkan masing-masing 2 regu dari BPBD dan Disdamkarmat untuk membantu percepatan proses evakuasi di lokasi.
BEKASI – Musibah tanah longsor yang melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu (08/03/2026) sore terus menjadi sorotan.
Di tengah duka dan proses evakuasi yang masih berlangsung, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan keterangan resmi terkait status kependudukan para korban terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tri Adhianto memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada warga asli Kota Bekasi yang menjadi korban jiwa dalam tragedi nahas tersebut.
Wali Kota Bekasi Konfirmasi Status Kependudukan Korban
Berdasarkan laporan terbaru di lapangan, musibah longsor TPST Bantargebang ini berdampak pada enam orang, dengan rincian empat korban dilaporkan meninggal dunia dan dua orang berhasil diselamatkan. Dari total korban tersebut, lima di antaranya sempat tertimbun material longsoran.
”Sementara masih belum ada (korban dari warga lokal). Jadi, semuanya ber-KTP di luar Kota Bekasi,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Senin (09/03/2026).
Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan bagi warga sekitar, meski duka mendalam tetap dirasakan atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden yang terjadi di wilayah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta tersebut.
Pengerahan Tim Evakuasi Gabungan Pemkot Bekasi
Merespons kondisi darurat pasca kejadian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak tinggal diam. Sejak Minggu sore, bala bantuan telah dikerahkan ke titik lokasi longsor untuk mempercepat proses penyelamatan.
Tri menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi untuk turun tangan langsung.
”Karena ini pengawalannya oleh DKI Jakarta, yang pertama tentu kita menempatkan BPBD dan Pemadam Kebakaran kita, masing-masing 2 regu untuk melakukan proses evakuasi. Hari ini yang paling penting adalah bagaimana kita fokus mengevakuasi para korban,” jelasnya.
Identifikasi Korban oleh DLH DKI Jakarta
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan keterangan resmi terkait identifikasi awal para korban yang terdampak longsor di TPST Bantargebang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh tim di lapangan, musibah ini merenggut nyawa tiga orang yang identitasnya telah diketahui, yaitu:
- Ibu Sumini (60 Tahun): Pemilik warung yang berada di sekitar lokasi longsor.
- Dedi Sutrisno: Pengemudi truk Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
- Endah Widayati (25 Tahun): Warga yang berprofesi sebagai pemulung di area TPST.
Proses investigasi dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan tidak ada korban tambahan serta mencegah potensi longsor susulan.
Mari bersama kita doakan para korban tragedi longsor TPST Bantargebang. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan informasi terbaru dan akurat seputar proses evakuasi. Jangan lupa tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar mengenai langkah mitigasi apa yang seharusnya segera diambil oleh pemerintah!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















