Alfamidi Latih Karyawan Berbahasa Isyarat, Mudahkan Komunikasi dengan Alfability Ruwi

- Jurnalis

Senin, 23 September 2024 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dok. Alfamidi.

Foto : Dok. Alfamidi.

Mengusung budaya inklusi, PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi, yang kini memiliki 292 karyawan disabilitas atau Alfability menerapkan penggunaan bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi dengan disabilitas rungu wicara (ruwi).

Mayoritas Alfability adalah disabilitas rungu wicara (ruwi). Agar bisa paham saat berkomunikasi, Alfamidi membuat pelatihan bahasa isyarat sejak Maret 2023.

Bertepatan dengan peringatan hari bahasa isyarat internasional setiap 23 September, Alfamidi menegaskan perayaan ini menjadi momen penting dalam menghargai keberagaman bahasa dan cara berkomunikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

General Manager Human Capital Alfamidi Christiana Windarsih mengatakan, bahasa isyarat adalah bentuk komunikasi yang kaya dan penuh makna.

Dapat menjadi jembatan antar mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran dengan masyarakat luas.

“Alfamidi berharap melalui perayaan ini seluruh karyawan semakin memahami pentingnya inklusivitas dan empati dalam berkomunikasi,” kata Christiana.

Melalui hal itu, Alfamidi mengajak semua karyawan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, berkontribusi secara penuh tanpa memandang keterbatasan fisik.

“Alfamidi juga mendorong semua pihak untuk belajar dan memahami dasar-dasar bahasa isyarat sebagai bagian dari upaya kita dalam menciptakan kesetaraan akses komunikasi di tempat kerja,” ungkapnya.

Kelas bahasa isyarat awalnya dilakukan di sejumlah cabang dan warehouse mendapat sambutan antusias.

Nantinya pelatihan bahasa isyarat offline dan online akan diperluas di seluruh cabang Alfamidi hingga head office.

Beragam video pembelajaran bahasa isyarat juga disiapkan agar karyawan mudah mengaksesnya kapan saja.

“Untuk ke depannya, kelas bahasa isyarat ini akan secara konsisten dilaksanakan kepada seluruh karyawan toko, warehouse dan office, terutama kepada karyawan yang berinteraksi langsung dengan rekan-rekan Alfability ruwi,” tuturnya.

Jumlah karyawan disabilitas Alfamidi yang mencapai 1,02 persen ini sudah melampaui persyaratan UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini mewajibkan perusahaan mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari total jumlah karyawannya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:39 WIB

Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca