Atur Pola Pikir dan Kebiasaan ‘Sehat Setengah Hati’ dengan ‘Health Belief Model’ ala dr. Ray

- Jurnalis

Minggu, 15 Juni 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran buku

Peluncuran buku "Sehat Setengah Hati" hasil karya seorang ahli kesehatan dr. Ray Wagiu Basrowi di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi, Sabtu (14/06/2025).

Pola hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia tampaknya masih dilakukan dengan setengah hati. Banyak orang memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi belum sepenuhnya menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten dan berkelanjutan.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi dr. Ray Wagiu Basrowi, seorang ahli kesehatan yang baru saja meluncurkan buku berjudul “Sehat Setengah Hati” di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi, pada Sabtu (14/06/2025).

Dalam sesi diskusi, Ray membagikan wawasan tentang pentingnya memahami perilaku kesehatan melalui pendekatan Health Belief Model (HBM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Health Belief Model: Memahami Kebiasaan Sehat Masyarakat

Menurut Ray, Health Belief Model adalah pendekatan ilmiah yang menjelaskan bagaimana individu memaknai kesehatan berdasarkan pola pikir dan kebiasaan yang terbentuk dalam lingkungan sosialnya.

“Intinya adalah bagaimana kita memahami alasan orang malas berolahraga, tidak suka makan sayur dan buah, serta cenderung begadang tanpa pola tidur yang teratur. Semua ini wajar terjadi, karena tubuh manusia secara alami mencari kenyamanan dan kenikmatan,” jelas Ray.

Namun, ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam jangka panjang. Konsep Health Belief Model membantu individu mengubah pola pikir, sehingga mereka bisa membangun kebiasaan sehat dengan pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Dukungan Ilmiah dan Studi Internasional

Health Belief Model bukanlah teori baru. Konsep ini telah diteliti sejak tahun 1950-an dan diterapkan di berbagai negara sebagai panduan dalam memahami perilaku masyarakat terhadap kesehatan.

“Konsep ini telah membantu banyak orang dalam memahami bagaimana hidup sehat dapat dilakukan secara bertahap, dengan strategi yang mampu menghindari hambatan psikologis dan sosial yang sering menghalangi perubahan kebiasaan sehat,” tambahnya.

Ray menegaskan bahwa masyarakat perlu diberikan edukasi yang tepat agar mereka dapat membentuk pola hidup sehat tanpa merasa terpaksa.

Target Pembaca: Usia Produktif 17-45 Tahun

Buku “Sehat Setengah Hati” dibuat berdasarkan penelitian demografi yang berfokus pada kelompok usia 17-45 tahun, atau usia produktif.

Menurut Ray, kelompok ini lebih mudah beradaptasi dengan kebiasaan sehat dibandingkan orang yang sudah berusia di atas 45 tahun.

“Usia produktif masih memiliki fleksibilitas untuk mengubah pola hidup sehat, sementara mereka yang berusia lebih dari 45 tahun hanya memiliki kemungkinan di bawah 20 persen untuk membentuk kebiasaan baru,” jelasnya.

Karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis dan berbasis penelitian bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dengan strategi yang lebih realistis dan bertahap.

Kesimpulan: Mewujudkan Hidup Sehat dengan Pendekatan yang Tepat

Dr. Ray Wagiu Basrowi berharap bahwa buku “Sehat Setengah Hati” dapat membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan pola hidup sehat secara bertahap dan tanpa paksaan.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang obyektif tentang kesehatan, sehingga mereka bisa memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan mereka sendiri,” pungkasnya.

Dengan edukasi yang tepat dan pendekatan ilmiah, perubahan gaya hidup sehat bukan hanya sekadar wacana, tetapi bisa diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.

Ingin memahami bagaimana membangun kebiasaan sehat tanpa paksaan? Temukan jawabannya dalam buku “Sehat Setengah Hati” dan mulai perjalanan hidup sehatmu sekarang!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:39 WIB

Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca