Buntut Insiden Ojol dan Brimob, Koalisi Sipil Serukan Aksi Damai: “Lawan Tirani, Jangan Susahkan Rakyat”

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Transportasi Jakarta melaporkan belasan halte TransJakarta yang tersebar di sejumlah wilayah ibu kota dirusak massa aksi, Jumat (29/08/2025).

PT Transportasi Jakarta melaporkan belasan halte TransJakarta yang tersebar di sejumlah wilayah ibu kota dirusak massa aksi, Jumat (29/08/2025).

JAKARTA – Eskalasi ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan, yang dipicu oleh insiden viral pengemudi ojek online (ojol) dengan kendaraan taktis Brimob beberapa hari lalu, mendorong Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) untuk mengeluarkan seruan perlawanan yang bermartabat.

Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan kebijakan yang dianggap tiran, namun dengan cara yang tidak menyusahkan rakyat.

​Di tengah gelombang kemarahan dan kekecewaan publik, KMS menegaskan bahwa perjuangan harus tetap berada dalam koridor damai dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat luas melalui tindakan anarkistis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​“Kita memang marah, kita kesal, kita benci dengan keadaan hari ini. Tapi kita tidak boleh melawan dengan cara merusak, menjarah, atau melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujar Jesa, salah seorang juru bicara KMS dalam keterangan persnya, Sabtu (30/8/2025).

​Menurutnya, luapan emosi yang berujung pada perusakan fasilitas umum justru akan menjadi bumerang bagi esensi perjuangan itu sendiri.

Kerusakan Fasilitas Umum Merugikan Rakyat Kecil

Jesa menekankan bahwa fasilitas umum seperti halte bus, jembatan penyeberangan, lampu lalu lintas, hingga fasilitas publik lainnya adalah aset milik bersama yang vital bagi aktivitas warga sehari-hari.

Merusaknya sama dengan menambah beban bagi masyarakat yang juga terdampak oleh kebijakan yang sedang diperjuangkan.

​”Kalau kita merusak, yang rugi bukan elit yang sedang kita lawan, tetapi rakyat jelata yang setiap hari mengandalkan fasilitas itu untuk bekerja dan beraktivitas. Jangan sampai perjuangan murni kita berubah jadi beban baru bagi mereka,” tegasnya.

​Argumen ini digaungkan untuk mengingatkan para demonstran dan simpatisan agar dapat membedakan antara target perlawanan dan siapa yang harus dilindungi.

Fokus pada Musuh Bersama: Tirani Kebijakan

Seruan ini menjadi pengingat penting bahwa musuh utama dari gerakan protes ini adalah praktik tirani dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, bukan sesama warga atau fasilitas yang mereka gunakan.

Koalisi Sipil mengajak semua pihak untuk menyalurkan energi perlawanan secara lebih strategis dan terarah.

​Aksi-aksi simbolik, tekanan politik yang konstitusional, dan advokasi hukum dinilai sebagai cara bermartabat yang lebih efektif untuk mencapai tujuan, tanpa harus menimbulkan korban atau kerugian baru di pihak masyarakat.

​“Kita sedang melawan elit politik yang menyusahkan, bukan rakyat. Maka jangan pernah rakyat kembali disusahkan oleh kita, para pejuang. Tugas kita justru melindungi mereka dari segala bentuk penindasan, termasuk dampak buruk dari perjuangan kita sendiri,” pungkas Jesa.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Naik Kelas! Bekasi Tembus 5 Besar Kota Toleran Se-Indonesia
Nyali Ciut! Akrobat Politik Pelapor Jusuf Kalla Berujung Anti Klimaks
Akrobat Elit Parpol, Konperda Tuntut Pelapor Jusuf Kalla Minta Maaf!
Harga Plastik Mencekik, 2 Juta Pekerja AMDK Terancam PHK
Politisasi Video Jusuf Kalla: Elit Caper, Umat Sibuk Pikirkan Rupiah!
Polemik Video JK: Berhenti Baper, Fokus Saja Tebar Damai!
132 Hari Terlantar Pascabencana! Relawan Desak Pemerintah Pusat ‘Serius’ Pulihkan Aceh
Resmi Ditetapkan! Pemerintah Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat demi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:22 WIB

Naik Kelas! Bekasi Tembus 5 Besar Kota Toleran Se-Indonesia

Jumat, 17 April 2026 - 09:58 WIB

Nyali Ciut! Akrobat Politik Pelapor Jusuf Kalla Berujung Anti Klimaks

Rabu, 15 April 2026 - 14:57 WIB

Akrobat Elit Parpol, Konperda Tuntut Pelapor Jusuf Kalla Minta Maaf!

Rabu, 15 April 2026 - 08:05 WIB

Harga Plastik Mencekik, 2 Juta Pekerja AMDK Terancam PHK

Selasa, 14 April 2026 - 12:32 WIB

Politisasi Video Jusuf Kalla: Elit Caper, Umat Sibuk Pikirkan Rupiah!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca