Buntut Skandal PPK “Holiday” ke Bali, Titah Rakyat Geruduk Kantor KPU dan PSI

- Jurnalis

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam

Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam "Titah Rakyat" menggeruduk Gedung KPU Kota Bekasi, Rabu (15/05/2024).

KOTA BEKASI – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam “Titah Rakyat” menggeruduk Gedung KPU Kota Bekasi dan Kantor DPD PSI Kota Bekasi buntut terkuaknya dugaan gratifikasi oknum caleg PSl berbentuk akomodasi liburan ke Bali lengkap dengan uang saku sebesar Rp20 juta per orang kepada PPK Pemilu 2024.

Dalam aksinya, Ketua Titah Rakyat Bekasi Muhamad Ali Akbar mempertanyakan integritas Penyelenggara dan Pengawas Pemilu yang hanya bisa diam sekaligus menutup mata dan bertindak sangat normatif ketika mengetahui adanya Komisioner, PPK hingga PPS sanggup bermufakat jahat dengan pembunuh demokrasi.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Kota Bekasi Akan Panggil Pihak Terkait Skandal PPK "Holiday" ke Bali

Bahkan diduga kuat, operasi penggelembungan diawali dengan jual beli suara antar dua Ketua partai politik yang difasilitasi langsung oleh Komisioner KPU Kota Bekasi AES dengan menerjunkan kaki tangannya di lapangan, yakni PPK hingga PPS. Ketiganya kemudian secara bersama-sama menikmati hasil kerjanya berupa paket akomodasi lengkap liburan ke Bali selama 5 hari yang disediakan oleh Caleg terpilih PSI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kasus gratifikasi yaitu pemberi dan penerima harus diberikan sanksi tegas dengan hukuman seberat-beratnya, bilamana penyelenggara pemilu malah turut terlibat gratifikasi,” ucap Ali dalam aksinya, Rabu (15/05/2024).

Baca Juga:  Skandal "Holiday" Caleg PSI, Komisioner KPU dan PPK/PPS ke Bali ternyata Dananya dari Partai Lain

Menurut Ali, sangatlah tak elok apabila KPU selaku pihak Penyelenggara Pemilu malahan menjadi fasilitator terciptanya rangkaian pidana pemilu, mulai dari jual-beli suara antar peserta pemilu, penggelembungan suara hingga menerima gratifikasi Caleg PSI dengan lapang dada.

“Bagaimana bisa melaksanakan Pemilu yang Jujur dan Adil jika penyelenggara pemilu di Kota Bekasi ini malah sengaja menjadi fasilitator kecurangan para peserta pemilu?,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kata Ali, pihaknya menyodorkan Pakta Integritas kepada KPU Kota Bekasi dengan butir addendum sebagai berikut:

  1. Segera memberikan sanksi / Hukuman bagi Oknum Caleg PSI dan oknum Komisioner KPU kota Bekasi yang terbukti melakukan gratifikasi, yaitu memberikan sanksi mundur dari jabatannya kepada oknum komisioner KPU Kota Bekasi dan juga Pembatalan Raihan kursi bagi oknum Caleg PSI Kota Bekasi
  2. Segera memecat dan tidak menerima kembali oknum-oknum PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan juga PPS (Panitia Pemungutan Suara) sebagai panitia penyelenggara pemilu di Kota Bekasi
  3. KPU Kota Bekasi Harus Bersih dari Money politic dan praktek gratifikasi, sebagai bentuk integritas, Agar masyarakat Bekasi dapat percaya kembali kepada penyelenggara pemilu di Kota Bekasi.
Baca Juga:  Teka-teki Donatur PPK Bekasi "Holiday" ke Bali Terungkap, Caleg PSI Amankan Kursi

Pakta Integritas yang disodorkan pihaknya, beber Ali, telah disepakati oleh dua orang Komisioner KPU Kota Bekasi yakni Komisioner bidang Perencanaan, Data, dan Informasi/Rendatin Faris Ismu Amir dan Komisioner divisi Teknis Eli Ratnasari.

“Dengan kurun waktu 3 hari ke depan, telah dijadwalkan pertemuan lanjutan bersama KPU Kota Bekasi untuk membahas dan menindaklanjuti kesepakatan dalam tuntutan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kadisdik Sibuk "Nyalon" Wali Kota, Pj Gani Instruksikan Stakeholder Sosialisasikan PPDB 2024
Visited 1 times, 1 visit(s) today

Berita Terkait

Tak Hanya Tri Adhianto, DPP PSI Tugaskan Gus Shol sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi
PSI Rekomendasikan Tri Adhianto jadi Wali Kota Bekasi 2024-2029, Siapa Menyusul?
Kekuatan Koalisi Dinilai Cukup, Tri Adhianto Optimis Menang Pilkada Kota Bekasi
Disebut Bakal Ambil Wakil dari Golkar, Tri Adhianto: Semua Cocok Kecuali Uu
Ini Alasan Partai Amanat Nasional Rekomendasikan Tri Adhianto Jadi Wali Kota Bekasi
Raih Rekomendasi PAN, Hari ini Deadline Tri Adhianto Tentukan Siapa Wakilnya di Pilkada
Bawaslu Jabar Temukan Sejumlah Kesalahan Prosedur dalam Pencoklitan Data Pemilih
Usai Ajukan Pensiun Dini, Eks Kadisdik Kota Bekasi Kini Berseragam Golkar

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 10:49 WIB

Tak Hanya Tri Adhianto, DPP PSI Tugaskan Gus Shol sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:49 WIB

Kekuatan Koalisi Dinilai Cukup, Tri Adhianto Optimis Menang Pilkada Kota Bekasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:47 WIB

Disebut Bakal Ambil Wakil dari Golkar, Tri Adhianto: Semua Cocok Kecuali Uu

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:23 WIB

Ini Alasan Partai Amanat Nasional Rekomendasikan Tri Adhianto Jadi Wali Kota Bekasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 13:09 WIB

Raih Rekomendasi PAN, Hari ini Deadline Tri Adhianto Tentukan Siapa Wakilnya di Pilkada

Berita Terbaru