- Seorang Calon Jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Bekasi berinisial NH (40) kehilangan uang tunai sebesar Rp600 juta akibat penipuan siber bermodus percepatan porsi haji.
- Korban tertipu oleh sindikat yang mengaku dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang mengirimkan tautan (link) scam berkedok pembaruan data elektronik.
- Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi mencatat sudah ada lebih dari 20 laporan dari warga setempat mengenai upaya penipuan dengan modus serupa menjelang musim haji 2026.
- Kasus kejahatan siber ini telah resmi dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/04/2026) dan kini dalam tahap penyelidikan polisi.
Nasib malang menimpa pasangan suami istri berinisial NH (40) di Kota Bekasi. Niat hati ingin menyegerakan keberangkatan ke Tanah Suci, pedagang makanan ini justru terjebak kejahatan siber (scam) dan harus merelakan tabungan senilai Rp600 juta raib dikuras penipu pada Sabtu (11/04/2026).
Sindikat ini memperdaya korban dengan modus menawarkan kuota haji tambahan bodong melalui sebuah tautan berbahaya.
Bagaimana Modus Penipuan Kuota Haji Bodong di Kota Bekasi?
Modus penipuan ini bermula ketika korban menerima panggilan telepon dari oknum yang menyamar sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Sipil (Disdukcapil).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku dengan licik menawarkan iming-iming program percepatan keberangkatan haji, dengan syarat korban wajib memperbarui data kependudukan secara daring melalui sebuah aplikasi yang diarahkan oleh pelaku.
”Mereka baru saja pulang dari Polres Metro Bekasi Kota melaporkan tindak pidana penipuan melalui telepon, mengatasnamakan dari Dinas Catatan dan Sipil Online, menelpon dan memberitahukan bahwa ada program katanya percepatan haji. Kalau mau ikut, harus update kependudukan secara elektronik,” kata Rian Fauzi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Senin (13/04/2026).
Pelaku kemudian mengirimkan sebuah tautan dan barcode untuk memindai dokumen identitas (KTP).
Nahasnya, seketika setelah korban memasukkan data dirinya ke tautan bodong tersebut, ponsel korban langsung kehilangan akses (blank) dan diretas oleh pelaku.
Berapa Total Kerugian Korban Scam Link Palsu Tersebut?
Akibat kecerobohan memindai tautan sembarangan, korban mengalami kerugian finansial yang sangat fantastis.
Hanya dalam hitungan detik, seluruh saldo dari tiga rekening perbankan milik korban terkuras habis tanpa sisa.
”Pas di cek saldo rekeningnya habis, sisa kurang lebih Rp 400 ribu. Dari total tiga rekening, itu Rp 600 juta kurang lebih,” kata Rian
Apakah Ada Korban Lain dari Penipuan Mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umroh?
Kasus yang menimpa NH sejatinya merupakan fenomena puncak gunung es di Kota Bekasi. Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi mencatat masifnya aktivitas penipuan dengan modus tambahan kuota ini menjelang jadwal keberangkatan haji pada pertengahan April 2026. Tercatat, sudah ada lebih dari 20 warga yang melaporkan upaya penipuan serupa.
Beruntung, puluhan warga lainnya bersikap kritis dan tidak mudah memercayai informasi bodong itu.
Mereka memilih untuk melakukan pengecekan data langsung ke instansi resmi alih-alih merespons tautan berbahaya yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal.
”Kami sarankan jangan mudah percaya, kalau ada telfon seperti ini bisa langsung di konfirmasi ke kantor saja. Apalagi nomor yang tidak dikenal, mengatasnamakan siapapun,” kata Rian.
Bagaimana Tanggapan Polisi Terkait Kasus Kejahatan Siber Ini?
Menindaklanjuti insiden perampokan digital tersebut, pihak Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota telah menerima laporan resmi dari korban. Laporan ini teregistrasi dengan Nomor: LP/B/153/IV/2026/SPKT.Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.
”Segera dilakukan penyelidikan, nanti kami kirimkan SP2HP ke korban,” kata Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com secara terpisah di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (13/04/2026).
Aparat penegak hukum kini tengah melacak rekam jejak digital pelaku yang dengan tega menguras hasil keringat calon tamu Allah di Kota Bekasi.
Perlu ditegaskan kembali, saat ini urusan penyelenggaraan ibadah haji diurus penuh oleh Kementerian Haji dan Umroh secara terpisah dari Kementerian Agama.
Lembaga terkait memastikan tidak ada program penambahan porsi haji jalur khusus apapun yang mensyaratkan pembaruan data sepihak via tautan online.
Jangan biarkan uang tabungan ibadah yang dikumpulkan belasan tahun lenyap dalam satu klik!
Bagikan berita peringatan ini ke grup WhatsApp keluarga dan kerabat Anda agar tidak ada lagi yang menjadi korban sindikat scam link bodong.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar, dan terus ikuti berita tajam dan terpercaya seputar pemerintahan dan layanan publik hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















