Dindin Abidin: Pelopor Guru Besar Sosiologi Olahraga dari UNISMA Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI — Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan akademiknya. Kampus tertua di Bekasi ini mencatat sejarah baru dengan melahirkan seorang guru besar di bidang keilmuan yang tergolong langka di Indonesia: Sosiologi Olahraga.

Adalah Prof. Dindin Abidin, dosen senior pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), yang resmi menyandang jabatan akademik tertinggi tersebut.

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika UNISMA, tetapi juga membawa angin segar bagi diskursus keolahragaan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengupas Sosiologi Olahraga: Lebih dari Sekadar Medali

​Di saat arus utama kajian olahraga nasional masih didominasi oleh pendekatan ilmu faal, biomekanika, dan sport science murni, kehadiran guru besar di bidang sosiologi olahraga menawarkan perspektif alternatif yang krusial.

Prof. Dindin Abidin dikenal konsisten membedah olahraga bukan sekadar sebagai aktivitas fisik semata.

Bagi Dindin, olahraga adalah sebuah fenomena sosial yang kompleks. Di dalamnya terdapat nilai-nilai, relasi kuasa, hingga kepentingan politik dan ekonomi yang saling berkelindan.

Melalui kacamata sosiologis, Dindin mengajak publik untuk melihat praktik olahraga secara lebih mendalam.

Mulai dari pola pembinaan atlet, kurikulum pendidikan jasmani di sekolah, hingga bagaimana olahraga berperan dalam pembentukan karakter bangsa dan pembangunan masyarakat madani.

“Olahraga bukan entitas yang netral. Ia adalah arena yang turut membentuk identitas, perilaku, dan struktur sosial masyarakat kita,” tegas Dindin dalam berbagai publikasi ilmiahnya.

​Rekor “Serba Pertama” bagi UNISMA dan Muhammadiyah

​Pencapaian Prof. Dindin Abidin memiliki makna berlapis dan historis. Ia memecahkan beberapa rekor sekaligus dalam dunia akademik lokal maupun nasional:

  1. Profesor Alumni Pertama: Dindin tercatat sebagai guru besar pertama yang merupakan alumni asli dari UNISMA Bekasi.
  2. Profesor Dosen Tetap Yayasan: Ia menjadi dosen tetap yayasan pertama di kampus tersebut yang mencapai jenjang profesor.
  3. Profesor Olahraga Muhammadiyah: Dindin juga disebut sebagai profesor bidang olahraga pertama yang lahir dari lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

​Produktivitasnya dalam dunia literasi juga patut diacungi jempol. Hingga saat ini, Dindin telah menulis dan menerbitkan sedikitnya 24 buku. Mayoritas karyanya berfokus pada irisan isu pendidikan jasmani, sosiologi olahraga, dan kajian sosial kemasyarakatan.

​Menjawab Tantangan Olahraga Modern

Kehadiran keahlian Dindin dinilai sangat relevan di tengah situasi dunia olahraga yang kian kompleks. Saat ini, diskursus publik kerap terjebak pada target perolehan medali, prestasi instan jangka pendek, dan pembangunan infrastruktur fisik semata.

​Padahal, di balik gemerlap podium juara, tersimpan persoalan mendasar yang jarang dibicarakan, seperti:

  • ​Komersialisasi olahraga yang berlebihan.
  • ​Ketimpangan akses fasilitas olahraga bagi masyarakat.
  • ​Pentingnya pembinaan atlet usia dini yang humanis.
  • ​Peran olahraga sebagai instrumen kebijakan sosial.

Di sinilah peran strategis sosiologi olahraga. Bidang ini berfungsi sebagai jembatan penghubung antara sains keolahragaan teknis dengan realitas sosial yang melingkupinya.

Pendekatan multidisipliner ini kini menjadi sebuah kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan akademis.

​Harapan Baru bagi Riset Keolahragaan

Bagi UNISMA Bekasi, bertambahnya guru besar bukan sekadar simbol prestise. Hal ini menjadi indikator nyata peningkatan kualitas riset dan kedalaman keilmuan di lingkungan kampus.

Khusus bagi Prodi PJKR, momentum ini membuka peluang besar untuk pengembangan kurikulum yang lebih kritis dan progresif.

​Ke depan, diharapkan kehadiran Prof. Dindin Abidin dapat mendorong lahirnya kajian-kajian riset yang lebih aplikatif dan berpihak pada kepentingan publik. Olahraga harus dikembalikan pada marwahnya: untuk siapa ia dikembangkan, siapa yang diuntungkan, dan nilai luhur apa yang hendak dibangun.

​Pengukuhan ini adalah kabar baik bagi Kota Bekasi, sekaligus penanda penting bagi arah baru pengembangan ilmu keolahragaan di Indonesia yang lebih humanis dan berwawasan sosial.

Tertarik mendalami pemikiran Prof. Dindin Abidin? Kunjungi perpustakaan UNISMA Bekasi atau akses jurnal ilmiah terkait untuk membaca karya-karya beliau tentang sosiologi olahraga.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur
Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4
Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas
Disdik Rancang Penerapan Tes Kemampuan Akademik untuk Guru
Investasi Kota Bekasi 2025 Tembus Rp 11,57 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi
Perumda Tirta Bhagasasi Siap Putuskan Kontrak Rekanan Swasta Kontraproduktif

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:57 WIB

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:45 WIB

Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:26 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:30 WIB

Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:17 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca