Poin Utama:
- Target Waktu: Pembebasan lahan Fly Over (FO) Bulak Kapal ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.
- Dukungan Anggaran: Proyek mendapatkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 200 Miliar dari Presiden Prabowo Subianto.
- Cakupan Lahan: Kebutuhan lahan mencapai lebih dari 1 hektare (10.637 m²) yang mencakup 73 bidang tanah milik warga di tiga kelurahan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menginstruksikan percepatan pembebasan lahan untuk proyek Fly Over (FO) Bulak Kapal agar rampung pada akhir Mei 2026.
Langkah strategis ini diambil guna meniadakan perlintasan sebidang yang kerap memicu kemacetan parah dan kecelakaan fatal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Percepatan ini juga didorong oleh kucuran Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 200 Miliar untuk memastikan aksesibilitas transportasi di wilayah Bekasi Timur segera membaik.
Mengapa pembangunan Fly Over Bulak Kapal Bekasi kini dipercepat?
Pembangunan FO Bulak Kapal menjadi prioritas mendesak setelah terjadinya insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi–Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) lalu.
Selain faktor keselamatan, tingginya mobilitas masyarakat yang terhambat perlintasan sebidang menjadi alasan utama Pemkot Bekasi melakukan akselerasi.
”Yang penting bahwa kewajiban Pemerintah Daerah terkait dengan pembebasan lahan akan kita selesaikan nanti di Akhir Bulan Mei,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (04/05/2026).
Wilayah mana saja yang terdampak pembebasan lahan FO Bulak Kapal?
Pembebasan lahan untuk proyek ini mencakup total luas sekitar 10.637 meter persegi yang tersebar di tiga wilayah kelurahan.
Terdapat 73 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, meliputi lahan milik warga serta area Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).
Berikut rincian bidang tanah yang terdampak di wilayah terdampak:
- Kelurahan Margahayu: 23 Bidang Tanah.
- Kelurahan Duren Jaya: 21 Bidang Tanah.
- Kelurahan Aren Jaya: 17 Bidang Tanah.
Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan BPN untuk menentukan harga ganti rugi.
“Awal Juni itu udah pembayaran dan Akhir Juni selesai,” kata Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (29/04/2026).
Bagaimana rincian anggaran dan rencana konstruksi Fly Over Bulak Kapal?
Proyek infrastruktur strategis ini diperkirakan menelan biaya total mencapai Rp 360 Miliar. Alokasi dana tersebut terbagi untuk pengadaan lahan sebesar Rp 107 Miliar hingga Rp 116 Miliar, serta biaya konstruksi fisik yang diusulkan sebesar Rp 253 Miliar.
”Sudah mulai pembayaran (ganti rugi lahan) sama persiapan lelang di Provinsi untuk pihak ketiganya. Tahap 1 udah bisa persiapan lelang,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (03/03/2026) lalu.
Secara teknis, konstruksi fisik FO Bulak Kapal akan memiliki panjang trase mencapai 768 meter. Jalur ini nantinya akan melintang mulai dari Jalan Joyo Martono hingga tembus ke Jalan Pahlawan (depan Lapas Kelas IIA Bekasi).
Kehadiran Fly Over Bulak Kapal diharapkan menjadi solusi permanen atas kemacetan kronis di perempatan Bulak Kapal dan mendukung kelancaran proyek Double-double Track (DDT) PT KAI.
Pemkot Bekasi memastikan hak-hak warga terdampak akan diselesaikan secara transparan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Bagaimana pendapat Anda mengenai percepatan proyek FO Bulak Kapal ini? Tuliskan komentar Anda di bawah atau bagikan informasi ini kepada warga Bekasi lainnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














