Poin Utama:
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menunda penutupan perlintasan sebidang di Bulak Kapal dan Ampera akibat ancaman kemacetan parah di Jalan Nasional.
- Wali Kota Bekasi menyebut penutupan baru akan dieksekusi setelah proyek Fly Over (FO) Bulak Kapal rampung.
- PT KAI dan Kemenhub tengah melakukan penertiban ketat terhadap jalur kereta api di wilayah Bekasi Timur demi menekan angka kecelakaan.
- Masyarakat diimbau tegas untuk tidak nekat menjebol kembali perlintasan liar yang sudah ditutup permanen oleh petugas.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, angkat bicara terkait lambannya penutupan perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur.
Tingginya mobilitas warga serta ancaman kelumpuhan arus lalu lintas di Jalan Nasional menjadi alasan utama Pemkot Bekasi menunda kebijakan penutupan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan yang dilematis ini mengundang sorotan di tengah upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini sedang gencar-gencarnya menertibkan jalur maut perlintasan liar.
Pemkot Bekasi berdalih masih mematangkan skema rekayasa jalan sebelum benar-benar menutup titik rawan kecelakaan itu.
Mengapa Pemkot Bekasi Belum Menutup Perlintasan Bulak Kapal dan Ampera?
Pemkot Bekasi menilai penutupan perlintasan sebidang kereta api pada dua titik vital tersebut berpotensi menciptakan masalah baru.
Jika akses perlintasan di Bulak Kapal dan Ampera ditutup secara mendadak tanpa jalur alternatif memadai, beban volume kendaraan otomatis akan menumpuk drastis dan melumpuhkan Jalan Nasional.
”Kan lalu lintasnya padat. Kalau itu ditutup, justru nanti Jalan Nasionalnya terganggu. Kalau, Jalan Nasional terganggu, kan kita juga harus mengedepankan Lalu Lintas jalan yang menerus. Jumlah kapasitasnya juga lebih tinggi. Jadi memang menjadi pilihan yang sulit,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (04/05/2026).
Kapan Perlintasan Sebidang di Bekasi Timur Akan Ditutup Total?
Solusi permanen dari polemik kemacetan dan keselamatan perlintasan kereta ini sepenuhnya bergantung pada realisasi pembangunan Fly Over (FO) Bulak Kapal.
Saat ini, Pemkot Bekasi masih dalam tahap evaluasi berkelanjutan sembari merancang konstruksi infrastruktur pengurai kemacetan tersebut.
”Ya kan kita lagi evaluasi, sambil jalan terus. Dan kita yakini nanti setelah kan ini akan dibangun Fly Over. Ya akan kita tutup dua lintasan itu,” kata Tri.
Bagaimana Ketegasan PT KAI Terhadap Perlintasan Liar di Bekasi?
Di sisi lain, PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban ketat.
Langkah ini menjadi sangat krusial demi memastikan keselamatan operasional kereta serta menekan angka kecelakaan fatal di jalur rel yang kerap memakan korban jiwa.
Berikut adalah dua imbauan utama dari PT KAI kepada masyarakat sekitar perlintasan:
- Dilarang membuat perlintasan liar baru: Pembuatan jalur tidak resmi sangat membahayakan karena menghalangi jarak pandang (visibility) dari masinis kereta.
- Patuhi rambu perlintasan yang dijaga: Jangan menerobos palang pintu, serta dilarang keras membuka kembali perlintasan liar yang sebelumnya telah ditutup oleh petugas karena tidak memenuhi syarat keselamatan.
”Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga dalam dua hal. Satu adalah tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka satu, menghalangi visibility dari masinis kami. Kedua, jika ada perlintasan yang sudah dijaga dan dipasang alatnya, jangan dilanggar. Yang sudah kami tutup karena tidak memenuhi syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi,” kata Direktur PT KAI Boby Rasyidin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) lalu.
Keselamatan perjalanan kereta api dan kelancaran pengguna jalan raya di kawasan Bekasi Timur kini menanti langkah konkret serta percepatan proyek dari Pemkot Bekasi.
Apabila dibiarkan berlarut tanpa kepastian, perlintasan sebidang akan terus menjadi titik kemacetan sekaligus ancaman nyawa bagi warga yang melintas.
Apakah menurut Anda proyek Fly Over Bulak Kapal akan segera terbangun dan menjadi solusi tuntas? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini, dan terus ikuti update terbaru seputar tata kota dan infrastruktur di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













