Harga Cabai Rawit Merah di Bekasi Tembus Rp 90 Ribu Jelang Nataru, DKPPP Jamin Stok Aman

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), fluktuasi harga kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi melaporkan adanya lonjakan harga pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah.

​Meski demikian, pemerintah kota memastikan bahwa ketersediaan stok pangan di wilayahnya tetap terjamin aman hingga pergantian tahun menuju 2026.

​Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional

​Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kementerian Perdagangan, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kota Bekasi mengalami kenaikan signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Per Kamis (11/12/2025), harga cabai rawit merah di Pasar Kranji dan Pasar Pondok Gede telah menembus angka Rp 90.000 per kilogram. Angka ini melonjak dibandingkan pantauan pada pekan sebelumnya, (03/12), yang masih berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram.

​Kepala DKPPP Kota Bekasi, Karto, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Menurutnya, fenomena ini tidak terlepas dari hukum pasar di mana permintaan masyarakat meningkat tajam menjelang momen hari besar keagamaan dan libur akhir tahun.

​”Memang ada kenaikan harga menyoal cabai rawit merah di Kota Bekasi. Kenaikan harga ini turut dipicu oleh permintaan masyarakat yang cukup tinggi menjelang Nataru,” ujar Karto dalam keterangannya, Kamis sore.

​Pasokan Lancar, Kenaikan Murni Karena Permintaan

​Meskipun harga merangkak naik, Karto menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh kelangkaan barang atau gangguan distribusi. Ia memastikan rantai pasok dari daerah sentra produksi menuju Kota Bekasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

​”Kalau sementara ketersediaan turunan cabai di Kota Bekasi aman, supply-nya lancar. Kenaikan harga murni karena permintaannya ada peningkatan, dan setiap daerah kondisinya bisa berbeda,” jelasnya.

​DKPPP terus melakukan koordinasi intensif dengan para penyuplai untuk memantau kondisi di lapangan, memastikan tidak ada hambatan distribusi yang bisa memperburuk harga.

​Langkah Antisipasi dan Koordinasi dengan Bulog

​Sebagai langkah mitigasi menghadapi fluktuasi harga komoditas pangan menjelang Nataru, DKPPP Kota Bekasi tidak bekerja sendirian. Pihaknya secara aktif berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

​Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas stok, terutama untuk bahan pokok yang rentan mengalami kekosongan seperti cabai, bawang, dan beras.

​”Sembari pemantauan di setiap pasar, terus kami upayakan dan petugas aktif melakukan laporan secara berkala. Jika terjadi kekosongan atau lonjakan tak terkendali, kami siap berkoordinasi dengan Bulog untuk intervensi pasar,” tutur Karto.

​Proyeksi Ketersediaan Pangan Hingga 2026

​Sebelumnya, pada Jumat (07/11/2025), DKPPP Kota Bekasi telah melakukan penyisiran stok kebutuhan bahan pokok jauh hari sebelum momentum Nataru tiba. Karto menyatakan optimisme pemerintah bahwa cadangan pangan untuk sembilan bahan pokok (sembako) relatif aman.

​”Adapun ketersediaan stok pangan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026,” tegasnya.

​Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak panik (panic buying) dalam berbelanja kebutuhan pokok, karena stok dipastikan mencukupi meski terjadi dinamika harga pada komoditas tertentu.

Ingin mendapatkan update terbaru mengenai harga pangan di Kota Bekasi? Pantau terus perkembangan berita lokal dan informasi pasar hanya di portal berita kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Balik di Terminal Induk Bekasi Terpantau Mulai Melonjak
Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026: Dishub Kota Bekasi Perpanjang Durasi Lampu Hijau arah Jakarta
Awas Ditolak RS! Disdukcapil Ultimatum Pendatang Baru Wajib Tertib Adminduk
Modal Nekat Minggir! Wali Kota Bekasi Ultimatum Pendatang Baru Punya Skill Mumpuni
Awas Macet Horor saat Arus Balik! Pemkot Bekasi Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas
Jangan Tua di Jalan! Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sentil Jadwal Kepulangan Pemudik
Darurat Sampah Cikiwul: Akses TPST Bantargebang Ditutup, DPRD Kota Bekasi Desak Solusi Segera Jelang Lebaran
Tembus Rp200 Ribu/Kg! Daging Kerbau di Bekasi Utara Jadi Incaran Warga Demi Tradisi Semur Lebaran 1447 H

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:14 WIB

Arus Balik di Terminal Induk Bekasi Terpantau Mulai Melonjak

Senin, 23 Maret 2026 - 10:32 WIB

Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026: Dishub Kota Bekasi Perpanjang Durasi Lampu Hijau arah Jakarta

Senin, 23 Maret 2026 - 09:02 WIB

Awas Ditolak RS! Disdukcapil Ultimatum Pendatang Baru Wajib Tertib Adminduk

Minggu, 22 Maret 2026 - 09:09 WIB

Awas Macet Horor saat Arus Balik! Pemkot Bekasi Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:53 WIB

Jangan Tua di Jalan! Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sentil Jadwal Kepulangan Pemudik

Berita Terbaru

Nasional

72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!

Senin, 23 Mar 2026 - 19:05 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca