Pemerintah Kota Bekasi tengah berupaya menertibkan kawasan Stasiun Kereta Api Bekasi, agar menjadi lebih tertata, nyaman, dan bebas dari kemacetan akibat penggunaan trotoar yang tidak sesuai fungsi.
Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan trotoar sebagai jalur bagi pejalan kaki, bukan sebagai area parkir motor atau tempat berdagang, serta memastikan Jalan Juanda sebagai jalur utama tetap lancar tanpa hambatan dari kendaraan yang ngetem sembarangan.
Saat ini, kawasan Stasiun Bekasi masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketertiban lalu lintas, terutama karena banyaknya ojek online (ojol), taksi online (taksol), dan angkutan umum yang berhenti sembarangan, menyebabkan kemacetan di Jalan Juanda yang merupakan urat nadi Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah kebijakan telah dirancang untuk memastikan optimalisasi jalur transportasi dan fasilitas pejalan kaki, termasuk:
- Penertiban pedagang kaki lima (PKL) ilegal yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.
- Pengaturan parkir kendaraan, terutama untuk motor yang sering diparkir di area pejalan kaki.
- Pengawasan lalu lintas agar angkot, taksi online, dan ojek tidak berhenti sembarangan di jalan utama.
Seorang warga Bekasi, Rahmat Hidayat, yang tiap hari berjibaku dengan kemacetan semrawut tatkala melintasi Stasiun Bekasi saat berangkat dan pulang kerja, mengaku sangat berharap agar penataan kawasan Stasiun Bekasi bisa berjalan sukses.
“Kita tunggu bagaimana hasil penertiban di Stasiun Bekasi, apakah bisa merubah area pedestrian yang semrawut menjadi tertib, indah dan nyaman dilewati dengan mengembalikan fungsi trotoar bukan parkir motor dan dagang tapi untuk warga pejalan kaki berlalu-lalang tanpa halangan sehingga Jalan Juanda sebagai urat nadi Kota Bekasi bisa lancar tidak terhambat dengan macet akibat ojek online, taksi online dan angkot yang ngetem sembarangan,” ujarnya kepada rakyatbekasi.com, Senin (05/05/2025).
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi, kata dia, tentunya masyarakat menanti hasil nyata dari penertiban ini untuk melihat apakah kawasan Stasiun Bekasi benar-benar bisa berubah menjadi tertib, indah, dan nyaman bagi pejalan kaki serta pengguna transportasi umum.
Seperti yang telah diterapkan di Stasiun Jatinegara, yang kini lebih tertib dan nyaman bagi pejalan kaki serta pengguna transportasi umum.
Pemantauan rutin dan penempatan petugas, kata dia, harus terus dilakukan guna memastikan pedestrian di sepanjang area Stasiun Bekasi yang telah ditata tetap terjaga dan tidak kembali semrawut akibat pelanggaran aturan lalu lintas dan penggunaan fasilitas publik yang tidak sesuai dengan fungsinya.
“Jika Stasiun Jatinegara bisa ditata dengan baik, maka seharusnya Stasiun Bekasi pun mampu menerapkan regulasi yang sama guna menciptakan lalu lintas yang lebih teratur dan efisien.” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















