Ketua Aliansi Ormas se-Kota Bekasi Desak ‘Cak Imin’ Klarifikasi dan Tarik Ucapannya

- Jurnalis

Selasa, 19 Desember 2023 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar menghadiri silaturahmi bersama Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi di Gedung Guru, Tambun Selatan, Senin (18/12/2023).

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar menghadiri silaturahmi bersama Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi di Gedung Guru, Tambun Selatan, Senin (18/12/2023).

BEKASI SELATAN – Belakangan ini ramai di kalangan warga Bekasi yang dicibir Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Kabupaten Bekasi.

Tak ada angin ataupun hujan, Politisi PKB yang akrab disapa Cak Imin ini kontan langsung menyinggung perekonomian warga Bekasi yang masih sulit. Sementara itu, tidak sedikit dibangun pusat perbelanjaan di wilayah ini.

[irp posts=”6661″ ]

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan kayak orang Bekasi, di sini malnya banyak megah-megah, tapi cuma lihat sambil muter. Jalan-jalan ke mal muter saja, terus anaknya bilang, ‘Cuma lihat-lihat dong, Bu?’ Lah iya, orang dompetnya kempis,” kata Cak Imin dalam sambutannya.

Ketua Aliansi Ormas Kota Bekasi, Anwar Sadat pun angkat bicara terkait ucapan yang dilontarkan Cak Imin mengenai warga Bekasi yang menurutnya salah besar.

Kalau tidak ada Bekasi sebagai salah satu daerah penyangga penyangga, kata dia, DKI Jakarta punya apa?

“Pabrik adanya di Bekasi. Perumahan adanya di Bekasi. Jakarta hanya tinggal Kantor,” ucap Sadat sapaan akrabnya kepada Rakyat Bekasi, Selasa (19/12/2023).

Kalau dibilang warga Bekasi tidak punya duit, lanjutnya, salah dia (Cak Imin) menilai itu.

[irp posts=”7869″ ]

“Berarti Cak Imin tidak peka dengan menganggap warga Bekasi seperti itu,” ujarnya.

Pada intinya, Sadat menganggap ucapan Cak Imin itu salah besar.

“Seharusnya kalau mau menjadi seorang pemimpin (Cawapres) tidak boleh bertutur kata seperti itu. Kami ingin kata-kata itu ditarik dan diklarifikasi oleh Cak Imin langsung. Karena tidak pantas warga Bekasi dicap seperti itu,,” ucapnya tegas.

“Berarti dia (Cak Imin), mengukur sesuatu itu dari kantong, bukan dari kualitas orangnya.” tutupnya.

[irp posts=”7822″ ]

Sebagai informasi, Cak Imin mengatakan hal tersebut di hadapan ratusan ibu-ibu Majelis Taklim saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi di Gedung Guru, Senin (18/12/2023) lalu. (Mar)

[irp posts=”7253″ ]


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?
Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas
Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak
Tragedi SPBE Cimuning: Pemkot Bekasi Telat Awasi K3 dan SLF?
WFH Geser Jumat Ikut Pemerintah Pusat, Pemkot Bekasi Kaji Ulang Kebijakan Sehari Tanpa Kendaraan BBM
Terseret Suap Bekasi, KPK Segera Garap Pimpinan DPRD Jabar!

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

Selasa, 7 April 2026 - 16:07 WIB

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!

Selasa, 7 April 2026 - 15:39 WIB

Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Selasa, 7 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 11:24 WIB

Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca