Poin Utama:
- Lokasi Target: SDN Pejuang V, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria.
- Fokus Pembangunan: Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk menampung tingginya minat siswa.
- Tahun Anggaran: Masuk dalam prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi Tahun 2027.
- Status Usulan: Menjadi agenda prioritas dalam Reses Sidang I Tahun 2026.
KOTA BEKASI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Sardi Efendi, memastikan usulan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Pejuang V, Kecamatan Medansatria, akan dikawal ketat hingga terealisasi.
Hal tersebut disampaikan Sardi dalam agenda jaring aspirasi (reses) sebagai langkah konkret mendukung peningkatan mutu pendidikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Pembangunan RKB di SDN Pejuang V Menjadi Prioritas?
Sardi Efendi menilai kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Medansatria, khususnya di SDN Pejuang V, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Penambahan ruang kelas dinilai selaras dengan fokus anggaran tahun mendatang yang menitikberatkan pada sektor pendidikan dan kesehatan.
”Apa yang diperjuangkan di SDN Pejuang V ini sejalan dengan RKPD 2027. Fokus kita jelas, meningkatkan mutu pendidikan,” kata Sardi Efendi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela kegiatan Reses di SDN Pejuang V, Jumat (13/02/2026).
Politisi senior ini menegaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk dalam reses akan disaring berdasarkan skala prioritas.
Mekanisme perencanaan daerah menuntut agar pembangunan fisik benar-benar mengacu pada kebutuhan mendesak masyarakat agar anggaran tepat sasaran.
Bagaimana Kondisi SDN Pejuang V Saat Ini?
Pihak sekolah dan wali murid menyambut antusias komitmen Ketua DPRD tersebut. Selama bertahun-tahun, keterbatasan ruang kelas menjadi kendala utama dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.
Berikut adalah kondisi faktual yang disampaikan pihak sekolah:
- Aspirasi Lama: Usulan RKB sudah diajukan bertahun-tahun namun belum tersentuh realisasi fisik.
- Kapasitas Terbatas: Kepala Sekolah SDN Pejuang V, Marwan, menyebut banyak anak di lingkungan sekitar sekolah yang tidak tertampung karena kurangnya ruang belajar.
- Minat Tinggi: Antusiasme warga menyekolahkan anaknya di SDN Pejuang V sangat tinggi, namun sering terkendala kuota ruangan.
”Kebutuhan mendasar kami memang RKB. Sudah bertahun-tahun belum tersentuh. Kami bersyukur Pak Sardi langsung merespons dan siap memperjuangkan,” ujar Ketua Komite SDN Pejuang V, Uus Ratna.
Apa Langkah Selanjutnya dari DPRD Kota Bekasi?
Menanggapi keluhan tersebut, Sardi Efendi mengajak seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga komite, untuk satu suara menjadikan pembangunan ini sebagai prioritas mendesak.
Ia berjanji akan mengawal usulan ini dalam pembahasan anggaran bersama Pemkot Bekasi.
”Kalau ini menjadi prioritas bersama, kita kawal hingga terealisasi demi kualitas pendidikan yang lebih baik,” tegas Sardi.
DPRD memastikan bahwa fungsi pengawasan akan berjalan maksimal agar usulan masyarakat di tingkat bawah tidak hilang saat proses musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kota.
Komitmen pembangunan infrastruktur pendidikan di Medansatria diharapkan mampu mengurai masalah daya tampung siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun-tahun mendatang. Sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci suksesnya program ini.
Melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan di wilayah Anda? Jangan ragu untuk melaporkannya kepada wakil rakyat atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













