LSM Trinusa Cium Aroma Jual Beli Jabatan dalam Uji Kompetensi Eselon II

- Jurnalis

Senin, 6 Mei 2024 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

surat bernomor 800.1.3.3/2487/BKPSDM.Adap tertanggal 24 April 2024 menunjuk secara khusus kepada 10 Kepala OPD untuk mengikuti Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II).

surat bernomor 800.1.3.3/2487/BKPSDM.Adap tertanggal 24 April 2024 menunjuk secara khusus kepada 10 Kepala OPD untuk mengikuti Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II).

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kepegawaian dan Pengebangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah melaksanakan Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Kamis (02/05/2024) lalu. Tak kurang dari 10 Kepala OPD di Pemkot Bekasi mengikuti uji kompetensi tersebut merepresentasikan jabatannya, sesuai dengan surat bernomor 800.1.3.3/2487/BKPSDM.Adap tertanggal 24 April 2024. Dalam surat tersebut, kesepuluh Kepala OPD akan dinilai kompetensinya berdasarkan makalah hasil karyanya yang setidaknya memuat topik sesuai dengan target dan capaian kinerja yang tertuang dalam surat perjanjian kerja serta wawancara. Ketua LSM Trinusa Kota Bekasi Maksum Al Farizi mendesak Pemkot Bekasi agar prosesi Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama digelar dengan transparan dan akuntabel.
“Uji Kompetensi terkesan pesanan dan tidak terbuka untuk umum. Karena hanya diikuti oleh 10 orang Pejabat Eselon II, padahal di Kota Bekasi ada 33 Pejabat Eselon II,” kata Ketua LSM Trinusa Kota Bekasi Maksum Al Farizi kepada rakyatbekasi.com, Senin (06/05/2024).
Pria yang akrab disapa Mandor Baya ini lantas mencium aroma terulangnya jual beli jabatan melalui uji kompetensi tersebut.
“Oleh karena itu kami bersurat ke Komisi ASN, BKN, Kemendagri dan juga Provinsi Jawa Barat, sebagai reaksi post trauma kami selaku masyarakat Kota Bekasi tentang jual beli jabatan di masa itu kembali terulang,” tuturnya.
Minimnya informasi pelaksanaan uji kompetensi ini, kata dia, menjadi pertanyaan besar bagi para Eselon II lainnya yang juga ingin mendapatkan kesempatan promosi yang sama atas capaian kinerjanya.
“Saya berharap Pj Wali Kota Bekasi dapat melihat diskriminasi yang terjadi. Kenapa uji kompetensi tidak dibuka kepada semua ASN eselon II? Seharusnya uji kompetensi itu digelar secara transparan dan terbuka, katanya untuk penyegaran dan evaluasi? Anehnya lagi, eselon II yang belum lama dilantik sudah ikut uji kompetensi lagi,” bebernya.
Sebagai informasi, surat bernomor 800.1.3.3/2487/BKPSDM.Adap tertanggal 24 April 2024 menunjuk secara khusus kepada 10 Kepala OPD untuk mengikuti Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), berikut daftarnya:
  1. Asisten Administrasi Umum dan Perekonomian (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
  2. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi.
  3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengebangan Sumber Daya Manusia Kota Bekasi.
  4. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi.
  5. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi.
  6. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi.
  7. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi.
  8. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi.
  9. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi.
  10. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi.

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x