Poin Utama:
- Lokasi Terdampak: Gang Mawar (Margahayu) dengan ketinggian air 30–80 cm dan Kampung Lebak (Teluk Pucung) mencapai 150 cm.
- Penyebab: Kombinasi hujan lokal deras sejak Rabu (28/01) malam dan kiriman air dari hulu (Bogor).
- Wilayah Luas: Banjir melanda 7 wilayah kecamatan, termasuk Pondokgede, Rawalumbu, dan Jatiasih.
- Respons: BPBD Kota Bekasi menyiagakan layanan darurat Call Center 112 untuk evakuasi warga.
KOTA BEKASI – Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (28/01) malam ditambah kiriman air dari wilayah Bogor menyebabkan Kali Bekasi meluap pada Kamis (29/01/2026) pagi. Luapan ini merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
Bagaimana Kondisi Terkini di Gang Mawar Margahayu?
Berdasarkan pantauan di lapangan, air mulai memasuki rumah-rumah warga akibat debit Kali Bekasi yang terus meninggi. Warga di kawasan padat penduduk ini sebagian besar masih memilih bertahan di rumah masing-masing meskipun akses jalan lingkungan sudah tergenang cukup dalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga setempat, Diana (34), mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak malam hari bersamaan dengan datangnya air kiriman. Ia memilih untuk tetap tinggal di lantai dua rumahnya sembari memantau situasi.
”Sekaligus hal ini turut dipicu oleh hujan sejak kemarin malam hingga pagi tadi dan air sudah masuk ke kedalam rumah,” kata Diana kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di lokasi banjir Gang Mawar, Kamis (29/01/2026).
Diana menambahkan bahwa kawasan tempat tinggalnya memang menjadi langganan banjir setiap kali wilayah Bogor mengirimkan debit air berlebih. “Sejauh ini saya masih standby di rumah, kebetulan rumah saya berlantai dua, dan belum meminta untuk dievakuasi oleh petugas,” tuturnya.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak Banjir di Kota Bekasi?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat dampak banjir kali ini cukup meluas. Sebanyak 7 wilayah kecamatan dari total 15 titik pantau dilaporkan tergenang air.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pondokgede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Bekasi, Iman Setia Gunawan, menjelaskan bahwa ketinggian air sangat bervariatif tergantung kontur wilayah.
”Dengan ketinggian muka air terdiri dari 10 cm hingga 150 cm,” kata Iman Setia Gunawan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/01/2026).
Di Mana Titik Banjir Terparah?
Data BPBD menunjukkan bahwa wilayah Bekasi Utara menjadi titik dengan genangan paling tinggi. Iman merinci bahwa lokasi spesifik dengan dampak terparah berada di Kelurahan Teluk Pucung.
”Dengan ketinggian muka air paling tinggi terjadi di Bekasi Utara, tepatnya berada di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, yakni dari ketinggian air capai 30 hingga 150 cm,” jelasnya.
Apa Langkah Mitigasi bagi Warga?
Pemkot Bekasi melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga diminta proaktif memantau informasi cuaca dan segera melaporkan kondisi darurat.
Pihaknya meminta masyarakat agar lebih adaptif terhadap perkembangan situasi cuaca terkini serta waspada terhadap potensi hujan susulan.
Bagi warga yang membutuhkan pertolongan darurat atau permintaan evakuasi perahu karet, Pemkot Bekasi telah menyiagakan layanan Call Center 112 yang dapat diakses 24 jam bebas pulsa.
Ingin update situasi banjir terkini di Bekasi? Pantau terus RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































