Menuju Kemerdekaan Sejati: Industri Tekstil RI Bergerak dari Dominasi ke Kolaborasi

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyuarakan pentingnya mencapai “kemerdekaan sejati”.

Konsep kemerdekaan ini bukan hanya berarti lepas dari tekanan pasar global, melainkan juga dari bentuk dominasi internal yang justru dapat melemahkan ekosistem bisnis di dalam negeri.

Kolaborasi vs. Dominasi: Tantangan Internal Sektor TPT

​Beberapa asosiasi yang seharusnya menjadi wadah aspirasi dan mitra strategis bagi pemerintah dinilai cenderung menyebarkan narasi pesimisme. Alih-alih mendorong kolaborasi, inovasi, dan perbaikan, sebagian pihak justru dinilai mengedepankan agenda kelompok tertentu. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menekan investasi baru dan berpotensi merugikan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada sektor TPT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandangan ini dibantah oleh data kinerja industri yang menunjukkan hasil positif. Pengamat industri tekstil, Joni Tesmanto, S.Sos, MM, dari Panca Sakti University, menegaskan bahwa narasi krisis yang dibesar-besarkan tidak sesuai dengan fakta lapangan.

“Industri tekstil Indonesia sedang bertransformasi, bukan runtuh. Narasi krisis hanya akan menakut-nakuti investor dan merugikan bangsa sendiri,” ujarnya.

Kinerja Industri Tekstil Tetap Solid dengan Pertumbuhan Investasi

​Data terbaru menunjukkan bahwa sektor TPT Indonesia tetap solid dan bertumbuh. Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor ini mencapai Rp5,40 triliun, dengan penyerapan 1.907 tenaga kerja tambahan. Total tenaga kerja di sektor ini mencapai 3,76 juta orang, yang setara dengan hampir 20% dari total tenaga kerja industri manufaktur nasional.

Kinerja positif juga terlihat dari sisi perdagangan luar negeri. Nilai ekspor TPT tercatat sebesar US$2,99 miliar pada kuartal I 2025, meningkat 1,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada kuartal II 2025, investasi baru TPT melonjak menjadi Rp10,21 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,35% (yoy). Sektor ini pun memberikan kontribusi signifikan sebesar 0,95% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Pemerintah Dukung Ekosistem Industri yang Sehat dan Kompetitif

Pemerintah secara konsisten menegaskan bahwa peran asosiasi seharusnya menjadi jembatan solusi dan komunikasi antara pelaku industri dan pemangku kebijakan, bukan sumber perpecahan.

“Semangat kemerdekaan harus diartikan sebagai upaya melepaskan diri dari segala bentuk dominasi—baik asing maupun internal—yang menghambat produktivitas,” ujar salah satu perwakilan pemerintah.

Wakil Ketua Umum PB Pemuda Muslim, Supriyadi, menekankan bahwa momentum kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak.

“Kemerdekaan sejati industri tekstil hanya akan lahir dari kolaborasi, bukan dominasi. Dengan kebersamaan, Indonesia dapat menjadikan tekstil bukan sekadar industri padat karya, tetapi juga motor kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Jadilah bagian dari perubahan positif di sektor industri tekstil. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan optimisme dan semangat kolaborasi!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Berita Terbaru

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x