Poin Utama:
- Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendapati keluhan lonjakan harga kantong plastik hingga 50 persen saat inspeksi pangan di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur.
- Krisis pasokan bijih plastik (nafta) akibat memanasnya konflik geopolitik Iran-AS menjadi biang kerok utama naiknya harga di pasaran.
- Data IKAPPI mencatat harga plastik kresek biasa melonjak tajam dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.
- Sebagai solusi darurat, Bulog mendesak para pedagang pasar tradisional untuk beralih menggunakan kemasan kertas.
Perum Bulog melakukan inspeksi harga komoditas pangan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, pada Rabu (15/04/2026).
Berniat memantau stabilitas bahan pokok, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, justru dihujani keluhan dari para pedagang terkait mencekiknya harga kantong plastik yang meroket hingga 50 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan tak wajar ini disinyalir kuat sebagai imbas dari terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah.
Mengapa Harga Plastik di Pasar Baru Bekasi Naik Tajam hingga 50 Persen?
Kenaikan harga plastik di tingkat pengecer tak lepas dari krisis bahan baku di kancah global. Menurut Dirut Bulog, kelangkaan bijih plastik di lapangan menjadi faktor utama yang mencekik modal para pedagang harian.
”Karena kita ketahui bersama memang bermasalah adalah di biji plastik, yang mana biji plastik tersebut dalam keadaan kesulitan kita cari di lapangan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Pasar Baru Bekasi, Rabu (15/04/2026).
Pria yang akrab disapa Rizal ini menambahkan, harga plastik kini telah melonjak ke level yang tidak wajar, menyentuh angka 40 hingga 50 persen dari harga normal.
Pemerintah pusat kini tengah memutar otak untuk segera mendatangkan pasokan alternatif bijih plastik dari luar negeri guna menstabilkan pasar.
Apa Solusi Bulog Atasi Mahalnya Harga Plastik Pembungkus?
Menyikapi keluhan para pengecer yang kian terbebani, Rizal yang merupakan purnawirawan berpangkat akhir Letnan Jenderal (Letjen) TNI ini, mengimbau pedagang untuk memutar akal mencari opsi pembungkus non-plastik untuk sementara waktu.
”Ya kami sementara mensosialisasikan untuk pedagang-pedagang kecil, mungkin sebagai alternatif awal dulu kita sarankan menggunakan kemasan-kemasan menggunakan kertas atau paper. Atau kertas-kertas bekas dan sebagainya,” jelas Ahmad Rizal.
Langkah subtitusi ini dinilai sebagai solusi paling rasional agar roda ekonomi pedagang kecil tetap berputar, sembari menunggu pemerintah memaksimalkan produksi dan penyiapan bahan baku plastik di tanah air.
Bagaimana Dampak Konflik Iran-AS Terhadap Harga Plastik Kresek?
Terganggunya rantai pasok ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.
Ia mengakui bahwa konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) secara langsung memukul mundur pasokan nafta—salah satu bahan baku utama pembuat plastik yang diimpor dari Timur Tengah.
Dampaknya langsung terasa membebani pasar-pasar tradisional. Berdasarkan catatan Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), hampir seluruh jenis plastik berbahan PE dan PP mengalami kenaikan yang liar. Berikut rincian lonjakannya:
- Kenaikan Berkala: Harga merambat naik secara konsisten sekitar Rp500 hingga Rp700 setiap pekannya.
- Plastik Kresek Biasa: Melonjak tajam dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.
- Plastik Jenis Lainnya: Meningkat signifikan dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per pak.
Tingginya ketergantungan pasar domestik terhadap bahan baku impor kembali membuktikan betapa rentannya stabilitas harga di tingkat eceran.
Diharapkan pemerintah tak sekadar memberikan solusi reaktif sesaat, melainkan menyiapkan cetak biru ketahanan bahan baku agar roda ekonomi pedagang kecil di Kota Bekasi tidak mudah goyah oleh sentimen geopolitik luar negeri.
Bagaimana pendapat Anda soal mahalnya harga kantong plastik saat ini? Apakah pembungkus kertas efektif diterapkan di pasar tradisional? Sampaikan opini Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini. Pantau terus informasi harga pangan dan kebijakan ekonomi lokal terkini hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















