Niat Cek Pangan, Bos Bulog Malah Dicurhati Harga Plastik Meroket 50 Persen di Bekasi!

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (tengah bertopi), mendengarkan langsung keluhan pedagang terkait lonjakan harga kantong plastik hingga 50 persen di sela-sela inspeksi kestabilan harga komoditas pangan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Rabu (15/04/2026).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (tengah bertopi), mendengarkan langsung keluhan pedagang terkait lonjakan harga kantong plastik hingga 50 persen di sela-sela inspeksi kestabilan harga komoditas pangan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Rabu (15/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendapati keluhan lonjakan harga kantong plastik hingga 50 persen saat inspeksi pangan di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur.
  • ​Krisis pasokan bijih plastik (nafta) akibat memanasnya konflik geopolitik Iran-AS menjadi biang kerok utama naiknya harga di pasaran.
  • ​Data IKAPPI mencatat harga plastik kresek biasa melonjak tajam dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.
  • ​Sebagai solusi darurat, Bulog mendesak para pedagang pasar tradisional untuk beralih menggunakan kemasan kertas.

​Perum Bulog melakukan inspeksi harga komoditas pangan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, pada Rabu (15/04/2026).

Berniat memantau stabilitas bahan pokok, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, justru dihujani keluhan dari para pedagang terkait mencekiknya harga kantong plastik yang meroket hingga 50 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan tak wajar ini disinyalir kuat sebagai imbas dari terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah.

​Mengapa Harga Plastik di Pasar Baru Bekasi Naik Tajam hingga 50 Persen?

​Kenaikan harga plastik di tingkat pengecer tak lepas dari krisis bahan baku di kancah global. Menurut Dirut Bulog, kelangkaan bijih plastik di lapangan menjadi faktor utama yang mencekik modal para pedagang harian.

​”Karena kita ketahui bersama memang bermasalah adalah di biji plastik, yang mana biji plastik tersebut dalam keadaan kesulitan kita cari di lapangan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Pasar Baru Bekasi, Rabu (15/04/2026).

​Pria yang akrab disapa Rizal ini menambahkan, harga plastik kini telah melonjak ke level yang tidak wajar, menyentuh angka 40 hingga 50 persen dari harga normal.

Pemerintah pusat kini tengah memutar otak untuk segera mendatangkan pasokan alternatif bijih plastik dari luar negeri guna menstabilkan pasar.

​Apa Solusi Bulog Atasi Mahalnya Harga Plastik Pembungkus?

​Menyikapi keluhan para pengecer yang kian terbebani, Rizal yang merupakan purnawirawan berpangkat akhir Letnan Jenderal (Letjen) TNI ini, mengimbau pedagang untuk memutar akal mencari opsi pembungkus non-plastik untuk sementara waktu.

​”Ya kami sementara mensosialisasikan untuk pedagang-pedagang kecil, mungkin sebagai alternatif awal dulu kita sarankan menggunakan kemasan-kemasan menggunakan kertas atau paper. Atau kertas-kertas bekas dan sebagainya,” jelas Ahmad Rizal.

​Langkah subtitusi ini dinilai sebagai solusi paling rasional agar roda ekonomi pedagang kecil tetap berputar, sembari menunggu pemerintah memaksimalkan produksi dan penyiapan bahan baku plastik di tanah air.

​Bagaimana Dampak Konflik Iran-AS Terhadap Harga Plastik Kresek?

​Terganggunya rantai pasok ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.

Ia mengakui bahwa konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) secara langsung memukul mundur pasokan nafta—salah satu bahan baku utama pembuat plastik yang diimpor dari Timur Tengah.

​Dampaknya langsung terasa membebani pasar-pasar tradisional. Berdasarkan catatan Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), hampir seluruh jenis plastik berbahan PE dan PP mengalami kenaikan yang liar. Berikut rincian lonjakannya:

  • Kenaikan Berkala: Harga merambat naik secara konsisten sekitar Rp500 hingga Rp700 setiap pekannya.
  • Plastik Kresek Biasa: Melonjak tajam dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.
  • Plastik Jenis Lainnya: Meningkat signifikan dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per pak.

​Tingginya ketergantungan pasar domestik terhadap bahan baku impor kembali membuktikan betapa rentannya stabilitas harga di tingkat eceran.

Diharapkan pemerintah tak sekadar memberikan solusi reaktif sesaat, melainkan menyiapkan cetak biru ketahanan bahan baku agar roda ekonomi pedagang kecil di Kota Bekasi tidak mudah goyah oleh sentimen geopolitik luar negeri.

Bagaimana pendapat Anda soal mahalnya harga kantong plastik saat ini? Apakah pembungkus kertas efektif diterapkan di pasar tradisional? Sampaikan opini Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini. Pantau terus informasi harga pangan dan kebijakan ekonomi lokal terkini hanya di RakyatBekasi.com!

Visited 23 times, 6 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor
Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan
Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub
Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka
Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan
Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi
Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha di Kota Bekasi Mulai Lakukan PHK
Dolar AS Hari ini Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha Kota Bekasi Tercekik
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:38 WIB

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:21 WIB

Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:59 WIB

Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x