Pasar Tradisional Diklaim Aman dari Beras Oplosan, Ini Langkah Mitigasi Pemkot Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peredaran beras di pasar tradisional Kota Bekasi.

Peredaran beras di pasar tradisional Kota Bekasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi peredaran beras oplosan di wilayahnya.

Menyusul temuan skala nasional, pengawasan di pasar-pasar tradisional kini diperketat, diiringi strategi untuk membanjiri pasar dengan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.

Langkah tegas ini diambil untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas pangan di tengah maraknya isu pengoplosan beras yang meresahkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buntut Temuan Skala Nasional

Kewaspadaan Pemkot Bekasi ini merupakan respons langsung terhadap pengumuman pemerintah pusat mengenai temuan 212 merek beras medium dan premium yang diduga merupakan hasil oplosan.

Merek-merek tersebut dilaporkan tersebar di 10 provinsi, dengan kasus awal terungkap dari penindakan sebuah gudang di Serang, Banten.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Bekasi telah menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) untuk bertindak cepat.

“Karena beberapa merek (oplosan) sudah terpublikasi, pemantauan harus segera dilakukan untuk melihat apakah ini terjadi secara masif, termasuk di Kota Bekasi,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Pengawasan Diperketat, Pasar Tradisional Jadi Fokus Utama

Sesuai instruksi, fokus utama pengawasan diarahkan ke pasar-pasar tradisional atau pasar rakyat.

Menurut Tri, pasar ritel modern atau supermarket memiliki rantai pasok yang lebih terkontrol dan terpusat, sehingga risikonya lebih kecil.

“Saya sudah minta Disdagperin agar intens justru ke pasar-pasar rakyat. Yang patut kita lindungi adalah konsumen di sana, karena potensi adanya permainan oleh oknum penjual lebih besar, misalnya mencampur beras premium dengan kualitas di bawahnya,” jelasnya.

Strategi Mitigasi: Banjiri Pasar dengan Beras SPHP

Selain pengawasan, Disdagperin juga mengambil langkah proaktif untuk memitigasi potensi peredaran beras oplosan. Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Solikhin, mengungkapkan pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Perum Bulog.

“Kami sedang mengupayakan agar beras SPHP dari Bulog bisa segera didistribusikan ke 11 pasar di Kota Bekasi. Ini langkah antisipasi kami,” kata Solikhin, Rabu (30/07/2025).

Menurutnya, kehadiran beras SPHP yang terjamin kualitas dan harganya dapat menjadi alternatif terpercaya bagi masyarakat, sekaligus mempersempit ruang gerak oknum yang ingin bermain curang.

“Ini salah satu upaya kita. Dengan adanya beras SPHP yang murah dengan kualitas bagus dari Bulog, masyarakat punya pilihan yang lebih aman daripada membeli beras lain yang mutunya tidak jelas atau bahkan berisiko oplosan,” tuturnya.

Hasil Pantauan: Disdagperin Klaim Bekasi Masih Aman

Hingga saat ini, Disdagperin mengklaim bahwa dari hasil monitoring yang dilakukan, belum ada temuan beras oplosan di pasar-pasar Kota Bekasi.

“Sejauh ini mengenai temuan beras oplosan di Kota Bekasi aman, dan belum ditemukan. Kami juga sudah menginstruksikan kepada seluruh Kepala UPTD Pasar untuk mengecek itu secara berkala dan melaporkannya,” tegas Solikhin.

Meskipun demikian, ia memastikan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara rutin untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dan teliti saat membeli beras. Jika menemukan produk dengan harga atau kualitas yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya ke UPTD Pasar terdekat atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas
Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah
Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset
398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma
Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan
Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:31 WIB

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:25 WIB

Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:02 WIB

Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:34 WIB

398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB

Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan

Berita Terbaru

Keceriaan anak-anak Desa Kedung Pengawas, Kabupaten Bekasi, berfoto bersama memamerkan hasil karya tote bag ecoprint mereka usai mengikuti pelatihan kreativitas bersama mahasiswa KKN Kelompok 82 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Minggu (31/05/2026).

Bekasi

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:31 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x