Rahmat Effendi Ungkap Penyewaan Sel Rutan KPK hingga Tahanan Senam Sambil Telanjang

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi.

Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi.

Eks Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, terpidana kasus suap pengadaan barang dan jasa, mengungkapkan ada penyewaan fasilitas sel saat bersaksi dalam sidang pungli di Rutan KPK.

Pada saat menghuni rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK), pria yang akrab disapa Pepen itu pernah menjadi koordinator tempat tinggal.

Fasilitas sel khusus itu diungkapkan Pepen saat bersaksi dalam sidang kasus pungutan liar atau pungli di Rutan KPK dengan terdakwa Hengki, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, hari ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penasihat hukum terdakwa Hengki bertanya kepada Pepen soal sel berbayar itu.

Hengki adalah Kepala Keamanan dan Ketertiban Rumah Tahanan (Kamtib Rutan) KPK periode 2018-2022 yang pada saat itu merupakan Pegawai Negeri Yang Dipekerjakan (PNYD) di KPK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Saudara saksi, dalam BAP (berita acara pemeriksaan) saudara saksi nomor 19, saudara saksi berkata adanya penyewaan fasilitas sel. Benar itu adanya penyewaan fasilitas sel?” tanya penasihat hukum Hengki di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (07/10/2024).

Pepen menuturkan saat zaman sebelum ia menjadi korting atau koordinator tempat tinggal, ada eks Wali Kota Yogyakarta yang menggunakan fasilitas penyewaan sel setiap hari untuk menggunakan insulin.

Ia tak menuturkan siapa nama eks Wali Kota Yogyakarta itu. Namun, berdasarkan penelusuran Tempo, diduga eks Wali Kota Yogya itu adalah Haryadi Suyuti.

“Jadi dia memanfaatkan sel yang ujung, dan itu berbayar,” kata Pepen.

Pada saat eks Wali Kota Bekasi itu menjadi korting, total setoran dari para tahanan naik menjadi sekitar Rp 97 juta-an per bulan. Sebab, pengguna fasilitas sel sewaan ini semakin bertambah.

Pepen lantas menyebut nama Tanaka. Nama itu diduga merujuk pada Heryanto Tanaka, debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, yang terjerat kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

Pepen menceritakan dirinya pernah melaporkan Tanaka ke Ricky Rachmawanto selaku eks petugas pengamanan Rutan KPK.

Ricky juga terdakwa dalam perkara pungli di rumah tahanan lembaga antirasuah tersebut.

“Pak Ricky, ini Pak Tanaka kan orangnya agak spesifik gitu,” beber Pepen menirukan percakapannya dengan Ricky.

Pepen menyebut Tanaka tidak mau berbaur di ruangan sel. Tanaka juga ingin sendirian. “Karena kalau jam 2 malam itu dia telanjang sambil senam.”

Perilaku Tanaka tersebut, menurut Pepen, mengganggu tiga orang lain di selnya. “Bayangin orang mau tahajud jam 2 atau jam setengah 2, dia telanjang sambil senam di kamarnya,” tutur Pepen.

Tanaka kemudian ingin menyewa sel seperti eks Wali Kota Yogyakarta.

Setelah Lukas Enembe masuk, mereka pun jadi bertiga di ruang sel sewaan itu.

“Hanya pada saat ada tahanan baru masuk, memang mereka keluar dulu sampai dengan isolasi selesai 2-3 hari,” kata Pepen. “Setelah itu mereka masuk.”

Penasihat hukum Hengki kembali bertanya, “pada saat itu siapa yang menyewakan jasa itu?”

Pepen menyebut tidak mengetahui siapa yang menyewakan sel isolasi untuk pertama kali.

“Tapi kali yang kedua, dia datang ke saya, ‘nanti saya bicarakan dengan koordinator’,” ujarnya.

Pepen menuturkan sewa sel itu pun diizinkan oleh pihak yang bertanggungjawab.

Penasihat hukum Hengki pun kembali bertanya siapa pihak tersebut.

“Ya dengan Pak Tantib, Pak Agung, sama Pak Ricky,” tutup Pepen.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Editor : Bung Ewox

Sumber Berita : Tempo.co

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x