Ratusan Siswa Belajar Lesehan dan Kebanjiran, Disdik Bekasi Desak Pembangunan Gedung Baru SMPN 62

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain.

Kota Bekasi – Ratusan siswa SMP Negeri 62 Kota Bekasi terpaksa menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Berlokasi di gedung bekas Kantor Kelurahan Medan Satria, fasilitas yang ada dinilai tidak representatif, mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk mengusulkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) secara permanen.

Kondisi memprihatinkan ini menjadi sorotan setelah Disdik melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siswa dilaporkan harus belajar secara lesehan di lantai, ruangan kelas tidak sesuai standar, hingga menghadapi banjir setiap kali hujan deras turun. Situasi ini mengancam efektivitas pendidikan dan kenyamanan para pelajar.

Kondisi Memprihatinkan di Bekas Kantor Kelurahan

​Gedung yang saat ini digunakan merupakan hibah dari Kelurahan Medan Satria dan tidak pernah dirancang untuk menjadi sebuah institusi pendidikan. Akibatnya, banyak kekurangan fundamental yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar.

​Penanggung Jawab USB SMP Negeri 62 Bekasi, Deni Permadi, membenarkan situasi sulit yang dihadapi oleh para guru dan siswa setiap harinya.

“Kondisi gedungnya seperti ini. Kami selaku guru dalam pelaksana kegiatan KBM tidak bisa berbuat banyak, karena kami hanya fokus melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” ungkap Deni saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com, Rabu (08/10/2025).

Ia menambahkan bahwa masalah sarana dan prasarana sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan. Kenyamanan siswa pun menjadi pertanyaan besar.

“Kalau melihat dari kekurangan kondisi gedung, kami kembalikan lagi ke anak-anak dan orang tua, nyaman atau tidak. Ada yang nyaman, ada yang tidak, karena capek duduknya lesehan,” jelasnya.

Dampak Langsung pada 320 Siswa

Total terdapat 320 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah ini, terbagi dalam jenjang Kelas 7, 8, dan 9.

Untuk mengakomodasi jumlah tersebut, sekolah terpaksa menerapkan sistem dua shift (pagi dan siang), dengan masing-masing jenjang memiliki tiga rombongan belajar.

​Situasi semakin parah saat musim hujan tiba. “Apabila terjadi hujan, sekolah kebanjiran dan kegiatan belajar mengajar menjadi sangat memprihatinkan. Yang paling terdampak itu Kelas 9B dan 7B. Belajar tetap berjalan, tapi dengan kondisi yang memprihatinkan,” tutur Deni.

Menurut informasi yang diterima pihak sekolah, pembangunan gedung baru SMPN 62 telah masuk dalam rencana anggaran untuk tahun 2026.

“Sudah direncanakan, dianggarkan Tahun 2026 akan dibangun Gedung SMP 62 ini,” pungkasnya.

Usulan Pembangunan Mendesak dari Disdik Kota Bekasi

​Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menegaskan bahwa pembangunan gedung baru adalah sebuah keharusan.

“Yang jelas, Gedung USB SMP Negeri 62 Kota Bekasi ini bukan didesain untuk sekolah. Makanya perlu adanya pengaturan, ruangannya juga ukurannya tidak sesuai standar sekolah. Kami usulkan untuk segera dibangun gedung sekolah baru,” tegas Alexander kepada awak media, Kamis (09/10/2025).

​Meski demikian, Disdik hanya memiliki kewenangan untuk mengusulkan. Proses pembangunan fisik nantinya akan dieksekusi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi.

Rencana Pembangunan dan Solusi Sementara

​Alexander Zulkarnain menambahkan bahwa pihaknya juga telah memikirkan solusi sementara agar KBM tidak terganggu selama proses pembangunan berlangsung.

​”Apabila gedung sekolah mulai dibangun, pasti kami juga akan mencari tempat relokasi yang paling dekat dari sini agar para siswa tetap bisa melaksanakan KBM. Pasti ada solusinya,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR
Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia
Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031
Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri
Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok
Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!
Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace
Polemik Grand Kamala Lagoon: Evaluasi SE Wali Kota Bekasi, Pembentukan P3SRS, hingga IPL Rp622 Ribu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:04 WIB

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR

Minggu, 1 November 2026 - 20:50 WIB

Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x