Poin Utama:
- Bantahan Tegas: Pengurus RW 012 Griya Bintara menyangkal narasi banjir di wilayahnya merupakan kiriman dari Bintara Jaya, Bintara 17, atau Bintara 14.
- Fakta Teknis: Aliran air dari Bintara 17 mengarah ke Kali Cakung (Duta Kranji), sedangkan Bintara Jaya mengalir ke Kali Bong (Grand Prima).
- Imbauan Data: Publik dan media diminta memverifikasi kontur wilayah serta peta drainase sebelum menyebarkan informasi agar tidak menyesatkan.
BEKASI BARAT – Pengurus RW 012 Perumahan Griya Bintara menepis keras pemberitaan yang menyebut banjir di wilayah mereka disebabkan oleh kiriman air dari kawasan tetangga seperti Bintara Jaya, Bintara 17, dan Bintara 14.
Bantahan ini disampaikan berdasarkan fakta teknis lapangan dan pemetaan jalur drainase yang dinilai tidak memiliki keterhubungan langsung dengan wilayah-wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apakah Benar Banjir Griya Bintara Berasal dari Bintara 17?
Secara teknis kontur tanah dan sistem pembuangan air, klaim tersebut dinyatakan tidak berdasar. Pengurus RW 012 Bidang Pembangunan, Josef, menjelaskan bahwa jalur air dari wilayah Bintara 17 dan Bintara 14 memiliki muara yang berbeda dan menjauh dari Griya Bintara.
”Secara kontur dan arah aliran, tidak pernah ada air dari Bintara 17 yang mengarah ke Pondok Cipta apalagi ke Griya Bintara. Itu fakta teknis yang bisa dilihat dari pemetaan wilayah,” kata Josef kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Sekretariat RW 012 Griya Bintara, Kamis (22/01/2026).
Josef memaparkan data lapangan bahwa aliran air dari Bintara 17 dan 14 justru mengarah ke sistem drainase Kali Cakung di kawasan Duta Kranji.
Bahkan, sebagian debit air lainnya dialirkan menuju arah Jalan Baru (I Gusti Ngurah Rai), sehingga tidak logis jika dikaitkan dengan genangan di Griya Bintara.
Bagaimana Jalur Aliran Air dari Bintara Jaya?
Selain isu dari Bintara 17, narasi yang menyudutkan kawasan Bintara Jaya sebagai penyebab banjir juga dinilai keliru.
Josef menegaskan bahwa kawasan Bintara Jaya, khususnya area Mas Naga, memiliki sistem sungai tersendiri yang terpisah total dari jaringan drainase Griya Bintara.
Berikut adalah rincian jalur air dari kawasan tersebut:
- Sumber Aliran: Kawasan Bintara Jaya dan Mas Naga.
- Jalur Utama: Mengalir melalui Kali Bong.
- Muara: Berakhir di depan Perumahan Grand Prima Bintara.
”Tidak ada jalur air dari sana ke Griya Bintara,” tegas Josef kembali.
Pihaknya menyayangkan adanya informasi yang dibangun tanpa verifikasi lapangan yang memadai, sehingga menciptakan kesan bahwa banjir di wilayahnya adalah akibat kegagalan pengelolaan air di wilayah tetangga.
Mengapa Verifikasi Data Drainase Sangat Penting?
Pemberitaan yang tidak berbasis data teknis dikhawatirkan dapat memicu gesekan antarwilayah dan menyesatkan persepsi publik terhadap kinerja penanganan banjir di Kota Bekasi.
Josef menekankan bahwa isu lingkungan dan infrastruktur harus dibahas berdasarkan peta blue print drainase yang valid.
Menurutnya, narasi “banjir kiriman” yang beredar saat ini terkesan dipaksakan dan minim pemahaman teknis sipil.
Pihak RW 012 berharap agar setiap informasi terkait bencana hidrometeorologi dapat disajikan secara objektif demi solusi yang tepat sasaran.
Pihak RW 012 Griya Bintara meminta agar seluruh pihak lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan fokus pada perbaikan infrastruktur internal masing-masing wilayah tanpa saling menyalahkan tanpa dasar.
Punya informasi terkait titik banjir atau saluran mampet di lingkungan Anda? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi kami untuk ditindaklanjuti.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









































