Temukan 4 Potensi Maladministrasi Program MBG, Ombudsman Rekomendasikan Tiga Saran Perbaikan Ini

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Kota Bekasi menggandeng para guru untuk terlibat aktif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinkes Kota Bekasi menggandeng para guru untuk terlibat aktif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jakarta – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini menyusul temuan empat potensi maladministrasi dalam pelaksanaannya di lapangan, yang berisiko menghambat efektivitas dan akuntabilitas program strategis tersebut.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, memaparkan tiga rekomendasi kunci yang dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan yang ditemukan, mulai dari penetapan penerima hingga pengawasan.

“Semoga saran yang disampaikan Ombudsman RI ini dapat segera dilaksanakan oleh pemerintah. Pembenahan terhadap program MBG perlu dilakukan secara cepat, dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas utama,” tegas Yeka dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat Temuan Potensi Maladministrasi

Sebelum merinci rekomendasinya, Ombudsman menyoroti empat area kritis yang menjadi dasar evaluasi. Temuan ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem yang perlu segera ditangani. Potensi maladministrasi tersebut meliputi:

  • Keterlambatan pencairan honorarium untuk staf lapangan.
  • Adanya konflik kepentingan dalam proses penetapan mitra pelaksana.
  • Lemahnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di berbagai tingkatan.
  • Penyimpangan dalam pengadaan bahan makanan, seperti temuan beras yang tidak sesuai kontrak dan distribusi sayuran dalam kondisi busuk.

Tiga Saran Perbaikan Krusial dari Ombudsman

Berdasarkan temuan tersebut, Ombudsman merumuskan tiga saran perbaikan yang komprehensif, ditujukan kepada instansi terkait untuk meningkatkan tata kelola program MBG.

1. Penyempurnaan Regulasi dan SDM Penetapan Penerima

Rekomendasi pertama berfokus pada aspek hulu, yaitu penetapan penerima bantuan, baik yayasan pelaksana maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ombudsman meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk:

  • Segera menyempurnakan regulasi, khususnya Petunjuk Teknis (Juknis) penyelenggaraan bantuan.
  • Melakukan penguatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam program.

2. Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan (SPPG)

Saran kedua menyasar langsung ke jantung operasional program, yaitu penyelenggaraan SPPG. Ombudsman menekankan pentingnya serangkaian perbaikan teknis, antara lain:

  • Pengendalian Mutu: Memastikan kualitas bahan pangan yang digunakan sesuai standar.
  • Standarisasi: Menerbitkan Juknis kemitraan nasional serta standardisasi SOP dalam pengolahan dan penyusunan menu makanan.
  • Distribusi dan Keuangan: Menjamin konsistensi jadwal distribusi dan kelancaran arus kas (cash flow) untuk operasional.
  • Pengawasan Digital: Membangun dasbor pengawasan terpusat untuk monitoring real-time.
  • Pelibatan BPOM: Melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara penuh dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan.

3. Peningkatan Sistem Pengawasan Partisipatif

Rekomendasi ketiga difokuskan pada penguatan aspek pengawasan terhadap kinerja SPPG. Menurut Yeka, pengawasan tidak boleh hanya bersifat internal, tetapi juga harus melibatkan berbagai pihak melalui:

  • Penguatan sistem koordinasi antar-lembaga pengawas.
  • Pelaksanaan evaluasi program secara berkala dan transparan.
  • Pembukaan kanal partisipasi publik agar masyarakat dapat turut serta dalam mengawasi jalannya program.

Indikator Keberhasilan dan Urgensi Perbaikan

Yeka Hendra Fatika menegaskan bahwa keberhasilan program MBG pada akhirnya akan dinilai dari tiga indikator utama: tata kelola yang baik, penggunaan anggaran yang akuntabel, serta penerapan sertifikasi keamanan pangan yang ketat untuk mencapai target zero incident (nol insiden) di setiap SPPG.

“Perbaikan ini mendesak untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat gizi terbaik bagi penerimanya,” tutupnya.

Masyarakat diimbau untuk turut serta memantau implementasi program Makan Bergizi Gratis di lingkungan masing-masing dan melaporkan jika menemukan potensi penyimpangan melalui kanal pengaduan resmi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeriksaan Saksi Skandal Korupsi KSO PT Migas Berlanjut: Kapan Kejagung RI Panggil Eks Wali Kota Bekasi?
Kornas Desak Jenderal Listyo dkk yang Sadap Presiden Prabowo Dituntut Hukuman Mati
Sebut Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai Makar dan Pelanggaran HAM Berat, Kornas Desak Polri Usut Tuntas!
Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Perannya
Gibran Tamat! Kornas Desak DPR Berhentikan Gibran Rakabuming Raka Usai Kasasi MA
Makin Liar! Isu Perwira Polri Ditangkap Atas Dugaan Makar Guncang Mabes, Kornas Desak Kapolri Buka-bukaan
Gurita Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengganas: Kejagung Cecar Petinggi Foster Oil, Pertamina EP, dan Kementerian ESDM
Megaskandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Menggurita: Kejagung Cecar Lagi HIS Bos Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Saksi Skandal Korupsi KSO PT Migas Berlanjut: Kapan Kejagung RI Panggil Eks Wali Kota Bekasi?

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Kornas Desak Jenderal Listyo dkk yang Sadap Presiden Prabowo Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 4 November 2026 - 09:39 WIB

Sebut Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai Makar dan Pelanggaran HAM Berat, Kornas Desak Polri Usut Tuntas!

Selasa, 3 November 2026 - 22:10 WIB

Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Perannya

Selasa, 3 November 2026 - 21:46 WIB

Gibran Tamat! Kornas Desak DPR Berhentikan Gibran Rakabuming Raka Usai Kasasi MA

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x