Poin Utama:
- Total Peserta: Sebanyak 319 kios daging di Pasar Baru melakukan aksi mogok, merepresentasikan gerakan di 11 pasar se-Kota Bekasi.
- Waktu Aksi: Mogok berjualan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/01/2026) hingga Sabtu (24/01/2026).
- Pemicu Utama: Tingginya harga modal sapi impor (timbang hidup), belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET), dan rendahnya daya beli masyarakat.
- Lonjakan Harga: Pantauan di Pasar Pondok Gede mencatat kenaikan harga daging sapi mencapai Rp140.000 per kilogram.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Baru, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kamis (22/01/2026).
Kunjungan ini merespons aksi mogok berjualan yang dilakukan secara serentak oleh ratusan pedagang daging sapi akibat melambungnya harga modal sapi impor dan menurunnya daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Ratusan Pedagang Daging di Bekasi Mogok Jualan?
Aksi ini dipicu oleh ketidakmampuan pedagang menutupi biaya modal yang terus merangkak naik, khususnya pada komoditas sapi impor. Berdasarkan data di lapangan, aksi ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas ke berbagai pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi.
”Jadi hari ini saya memantau perkembangan adanya mogok yang dilakukan oleh para pedagang daging, terutama di Pasar Baru,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di lokasi sidak Pasar Baru, Kamis (22/01/2026).
Tri menjelaskan bahwa gerakan di Pasar Baru ini merupakan representasi dari kondisi yang terjadi di 11 pasar lainnya di wilayah tersebut. Khusus di Pasar Baru, tercatat ratusan lapak memilih untuk tidak beroperasi.
”Dari 319 kios daging yang hari ini melakukan mogok, ada beberapa hal yang ternyata menjadi keluhan. Hal tersebut terkait dengan harga modal untuk membeli daging yang harganya cukup tinggi, termasuk daging sapi impor,” jelasnya.
Apa Dampak Kenaikan Harga Terhadap Daya Beli Masyarakat?
Selain tingginya modal, lesunya transaksi jual beli menjadi alasan kuat para pedagang menghentikan aktivitasnya sementara waktu.
Pemkot Bekasi mencatat adanya penurunan kemampuan beli masyarakat yang signifikan ketika harga daging meroket.
Tri Adhianto menyoroti bahwa kondisi pasar saat ini semakin sepi transaksi. Para pedagang berharap adanya intervensi pemerintah terkait regulasi harga yang lebih stabil.
”Sehingga transaksi jual beli juga semakin berkurang. Jadi harapannya harganya bisa diturunkan, hingga mereka juga ada masukan bahwa sampai hari ini belum ada harga eceran tertinggi (HET) terkait dengan penetapan harga daging yang ada,” pungkasnya.
Berapa Harga Daging Sapi di Kota Bekasi Saat Ini?
Berdasarkan data eksternal yang dihimpun, fluktuasi harga daging sapi di Kota Bekasi menunjukkan angka yang variatif namun cenderung tinggi di tingkat konsumen.
Berikut rincian pantauan harga pasar per Kamis (22/01/2026):
- Panel Harga Badan Pangan: Rata-rata harga daging sapi murni di tingkat konsumen Jawa Barat (termasuk Bekasi) tercatat Rp133.427 per kilogram. Angka ini sedikit menurun dibanding hari sebelumnya (Rp133.659/kg).
- Situs PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis): Di Pasar Pondok Gede, harga daging sapi melonjak menjadi Rp140.000 per kilogram. Angka ini naik Rp5.000 dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp135.000 per kilogram.
Aksi mogok yang direncanakan berlangsung hingga Sabtu (24/01/2026) ini diharapkan segera mendapat respons dari pemerintah pusat terkait tata niaga sapi impor.
Pemkot Bekasi berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan panjang.
Warga Bekasi, bagaimana kondisi harga daging di pasar sekitar rumah Anda? Jika menemukan lonjakan harga yang tidak wajar di luar data di atas, silakan laporkan melalui kanal pengaduan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi atau tulis di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































