Wali Kota Tri Adhianto Janji Perketat Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya (tengah, berkacamata) bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kiri, berpeci) tengah memberikan keterangan resmi kepada awak media di sela-sela inspeksi mendadak terkait efisiensi listrik dan penerapan WFH di Gedung Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/04/2026).

Wamendagri Bima Arya (tengah, berkacamata) bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kiri, berpeci) tengah memberikan keterangan resmi kepada awak media di sela-sela inspeksi mendadak terkait efisiensi listrik dan penerapan WFH di Gedung Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengevaluasi pelaksanaan hari pertama Work From Home (WFH) bagi ASN Pemkot Bekasi (Jumat, 10/04).
  • ​Meski dinilai tertib di awal penerapan, pengawasan pegawai akan diperketat ke depannya untuk mencegah kelalaian dan penyalahgunaan jam kerja.
  • ​Layanan publik Pemkot Bekasi diklaim tetap optimal walau beroperasi dengan kekuatan 40 persen aparatur.
  • ​Kebijakan WFH memicu disrupsi positif yang menuntut transformasi digital dan adaptasi pola kerja birokrasi pemerintahan daerah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mulai menyoroti tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pasca-penerapan perdana kebijakan Work From Home (WFH).

Meski pelaksanaan awal pada Jumat (10/04/2026) lalu dinilai masih berjalan rapi, Pemkot Bekasi memastikan tidak akan lengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke depan, pengawasan akan dilipatgandakan guna mencegah adanya oknum ASN yang menjadikan momentum WFH sebagai “libur terselubung” di tengah adaptasi disrupsi pola kerja birokrasi.

​Mengapa Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi Akan Diperketat?

​Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi akan diperketat karena tingkat kepatuhan pada hari pertama belum bisa menjadi jaminan mutlak untuk kedisiplinan jangka panjang.

Hasil uji petik yang dilakukan langsung oleh pimpinan daerah menunjukkan perlunya sistem kontrol yang lebih rigid dan berkala.

​”Tapi rasanya yang namanya pertama biasanya tertib. Nanti tinggal berikutnya coba lebih kita lakukan penekanan,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (16/04/2026).

​Apakah Pelayanan Publik Pemkot Bekasi Terganggu Akibat WFH?

​Pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bekasi dipastikan tidak terganggu kendati sebagian aparatur bekerja dari rumah.

Laporan evaluasi awal mengonfirmasi bahwa operasional instansi tetap berjalan optimal tanpa adanya dokumen warga yang tertunda atau terbengkalai.

​Bahkan, dengan jumlah sumber daya manusia yang lebih terbatas di kantor, roda pemerintahan daerah terpantau tetap berputar stabil dan responsif melayani kebutuhan masyarakat.

​”Jadi saya kira hari ini dengan kekuatan kemarin 40 persen pelayanan yang diberikan oleh Aparatur Kota Bekasi mampu kemudian untuk menjawab terkait dengan perubahan,” tegas Tri Adhianto.

​Bagaimana Pemkot Bekasi Beradaptasi dengan Disrupsi Pola Kerja Baru?

​Pemkot Bekasi dituntut untuk cepat beradaptasi dengan disrupsi pola kerja baru yang mengubah drastis budaya kerja birokrasi konvensional.

WFH bukan lagi sekadar memindahkan lokasi absensi, melainkan sebuah transformasi manajerial yang mendasar.

​Perubahan mendasar tersebut mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:

  • ​Transformasi pola pengambilan keputusan di tingkat pimpinan.
  • ​Metode pengumpulan dan verifikasi data pemerintahan berbasis digital.
  • ​Mekanisme evaluasi kinerja pegawai secara jarak jauh (remote).

​Kondisi tersebut memaksa seluruh elemen ASN untuk terus berinovasi. “Nah ini kan terus berkembang dan itu adalah bagaimana kita beradaptasi dengan proses perkembangan yang ada,” pungkasnya merangkum urgensi digitalisasi di tubuh Pemkot Bekasi.

Kebijakan WFH bagi ASN Pemkot Bekasi diharapkan mampu menjadi batu loncatan menuju tata kelola birokrasi yang lebih modern, lincah, dan tidak sekadar formalitas. Masyarakat turut memegang peran penting dalam mengontrol kinerja aparatur di wilayahnya.

​Bagaimana pengalaman Anda mengurus dokumen di kelurahan atau kecamatan terdekat, seperti di wilayah Rawalumbu maupun Jatiasih, selama masa WFH ASN ini?

Bagikan pendapat dan temuan Anda di kolom komentar, serta share artikel ini agar masyarakat Kota Bekasi semakin kritis mengawal kualitas layanan publik!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x