Kasus yang mayoritas menyerang anak usia di atas 10 tahun ini dipicu oleh faktor autoimun. Dinas Kesehatan Kota Bekasi kini menggencarkan edukasi dan skrining di sekolah.
BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi merilis data terbaru yang cukup mengkhawatirkan: sebanyak 13 anak di wilayahnya telah terdiagnosis menderita Diabetes Melitus Tipe 1 sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan September.
Temuan ini mendorong Dinkes untuk segera memperkuat langkah-langkah deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, memaparkan bahwa kasus ini tersebar pada rentang usia yang beragam, namun menunjukkan tren pada kelompok usia tertentu.
“Data kami mencatat ada 13 kasus pada anak usia 0 hingga 15 tahun, dengan rincian 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan,” ujar Vevie dalam keterangannya kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Rabu (24/09/2025).
“Secara spesifik, 2 anak berada di bawah usia 5 tahun, sementara 11 anak lainnya berusia di atas 10 tahun,” tambahnya.
Memahami Penyebab Diabetes Tipe 1 pada Anak
Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering dikaitkan dengan gaya hidup, Vevie menjelaskan bahwa diabetes pada anak mayoritas adalah Diabetes Melitus Tipe 1.
Kondisi ini terjadi akibat gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh anak secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang bertugas memproduksi insulin.
”Akibat serangan autoimun ini, produksi insulin oleh pankreas menurun drastis, sehingga kadar insulin dalam darah berada di bawah normal. Padahal, insulin sangat penting untuk mengubah gula darah menjadi energi,” jelas Vevie.
Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi dapat memicu respons autoimun ini, antara lain:
- Faktor Genetik: Adanya riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1.
- Infeksi Virus: Paparan virus tertentu seperti rubella atau enterovirus diduga dapat memicu reaksi autoimun.
- Faktor Lingkungan: Paparan zat kimia atau jenis makanan tertentu yang dapat memicu respons autoimun pada anak yang rentan.
Gejala Diabetes pada Anak yang Wajib Diwaspadai Orang Tua
Mengingat kondisi ini sering tidak disadari pada tahap awal, Dinkes Kota Bekasi mengimbau para orang tua untuk mengenali gejala-gejala umum diabetes tipe 1 pada anak, seperti:
- Sering buang air kecil, termasuk mengompol di malam hari.
- Rasa haus yang berlebihan dan tidak biasa.
- Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
- Nafsu makan meningkat namun berat badan terus turun.
- Mudah lelah dan kurang berenergi.
- Pandangan kabur.
”Jika orang tua menemukan gejala-gejala tersebut pada anak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Vevie.
Strategi Dinkes Bekasi: Dari Edukasi hingga Skrining di Sekolah
Menanggapi temuan kasus ini, Dinkes Kota Bekasi telah menyusun serangkaian strategi promotif-preventif yang komprehensif untuk menekan potensi peningkatan kasus di masa depan.
1. Edukasi dan Promosi Kesehatan
Langkah utama adalah sosialisasi masif ke sekolah-sekolah dan masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat pada anak.
“Kami menggalakkan kembali kampanye ‘Isi Piringku’ dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mengajak anak mengonsumsi makanan seimbang serta mengurangi gula, garam, dan lemak,” sambung Vevie.
2. Pengawasan Pola Makan dan Aktivitas Fisik
Orang tua didorong untuk secara aktif membatasi konsumsi minuman manis kemasan dan makanan cepat saji pada anak.
Selain itu, Dinkes juga mengedukasi pentingnya aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari dan membatasi screen time (waktu di depan gawai atau TV) yang membuat anak kurang bergerak.
3. Skrining dan Deteksi Dini
Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) diaktifkan untuk melakukan skrining rutin, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), hingga pemeriksaan gula darah bagi anak yang berisiko.
“Anak dengan obesitas atau memiliki riwayat keluarga diabetes akan kami arahkan untuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas,” tuturnya.
4. Kebijakan Pendukung di Lingkungan Sekolah
Dinkes turut berkolaborasi dengan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, salah satunya dengan membuat aturan yang membatasi penjualan jajanan tinggi gula dan minuman bersoda di kantin sekolah, serta mendorong penyediaan menu yang lebih sehat.
Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal mereka.
Bagikan informasi penting ini kepada keluarga dan kerabat Anda untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya diabetes pada anak.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















