Waspada, 13 Anak di Bekasi Terdiagnosis Diabetes Tipe 1! ini Langkah Pencegahan Dini dan Penyebabnya

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Kasus yang mayoritas menyerang anak usia di atas 10 tahun ini dipicu oleh faktor autoimun. Dinas Kesehatan Kota Bekasi kini menggencarkan edukasi dan skrining di sekolah.

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi merilis data terbaru yang cukup mengkhawatirkan: sebanyak 13 anak di wilayahnya telah terdiagnosis menderita Diabetes Melitus Tipe 1 sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan September.

Temuan ini mendorong Dinkes untuk segera memperkuat langkah-langkah deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, memaparkan bahwa kasus ini tersebar pada rentang usia yang beragam, namun menunjukkan tren pada kelompok usia tertentu.

“Data kami mencatat ada 13 kasus pada anak usia 0 hingga 15 tahun, dengan rincian 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan,” ujar Vevie dalam keterangannya kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Rabu (24/09/2025).

“Secara spesifik, 2 anak berada di bawah usia 5 tahun, sementara 11 anak lainnya berusia di atas 10 tahun,” tambahnya.

Memahami Penyebab Diabetes Tipe 1 pada Anak

Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering dikaitkan dengan gaya hidup, Vevie menjelaskan bahwa diabetes pada anak mayoritas adalah Diabetes Melitus Tipe 1.

Kondisi ini terjadi akibat gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh anak secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

​”Akibat serangan autoimun ini, produksi insulin oleh pankreas menurun drastis, sehingga kadar insulin dalam darah berada di bawah normal. Padahal, insulin sangat penting untuk mengubah gula darah menjadi energi,” jelas Vevie.

​Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi dapat memicu respons autoimun ini, antara lain:

  • Faktor Genetik: Adanya riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1.
  • Infeksi Virus: Paparan virus tertentu seperti rubella atau enterovirus diduga dapat memicu reaksi autoimun.
  • Faktor Lingkungan: Paparan zat kimia atau jenis makanan tertentu yang dapat memicu respons autoimun pada anak yang rentan.

Gejala Diabetes pada Anak yang Wajib Diwaspadai Orang Tua

​Mengingat kondisi ini sering tidak disadari pada tahap awal, Dinkes Kota Bekasi mengimbau para orang tua untuk mengenali gejala-gejala umum diabetes tipe 1 pada anak, seperti:

  • ​Sering buang air kecil, termasuk mengompol di malam hari.
  • ​Rasa haus yang berlebihan dan tidak biasa.
  • ​Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
  • ​Nafsu makan meningkat namun berat badan terus turun.
  • ​Mudah lelah dan kurang berenergi.
  • ​Pandangan kabur.

​”Jika orang tua menemukan gejala-gejala tersebut pada anak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Vevie.

Strategi Dinkes Bekasi: Dari Edukasi hingga Skrining di Sekolah

​Menanggapi temuan kasus ini, Dinkes Kota Bekasi telah menyusun serangkaian strategi promotif-preventif yang komprehensif untuk menekan potensi peningkatan kasus di masa depan.

1. Edukasi dan Promosi Kesehatan

Langkah utama adalah sosialisasi masif ke sekolah-sekolah dan masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat pada anak.

“Kami menggalakkan kembali kampanye ‘Isi Piringku’ dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mengajak anak mengonsumsi makanan seimbang serta mengurangi gula, garam, dan lemak,” sambung Vevie.

2. Pengawasan Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Orang tua didorong untuk secara aktif membatasi konsumsi minuman manis kemasan dan makanan cepat saji pada anak.

Selain itu, Dinkes juga mengedukasi pentingnya aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari dan membatasi screen time (waktu di depan gawai atau TV) yang membuat anak kurang bergerak.

3. Skrining dan Deteksi Dini

Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) diaktifkan untuk melakukan skrining rutin, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), hingga pemeriksaan gula darah bagi anak yang berisiko.

“Anak dengan obesitas atau memiliki riwayat keluarga diabetes akan kami arahkan untuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas,” tuturnya.

4. Kebijakan Pendukung di Lingkungan Sekolah

Dinkes turut berkolaborasi dengan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, salah satunya dengan membuat aturan yang membatasi penjualan jajanan tinggi gula dan minuman bersoda di kantin sekolah, serta mendorong penyediaan menu yang lebih sehat.

Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal mereka.

Bagikan informasi penting ini kepada keluarga dan kerabat Anda untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya diabetes pada anak.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026
Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu
Hadirkan Go Go Dino, Libur Sekolah Makin Seru di Pakuwon Mall Bekasi
Darurat HIV Kota Bekasi! 250 Kasus Baru Dipicu Perilaku LSL
Viral! Aksi Mesum di Stadion Mini Pondokgede, Pengawasan Fasilitas Lemah?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:15 WIB

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:14 WIB

Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:50 WIB

Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:43 WIB

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Berita Terbaru

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:01 WIB

Direktur Yayasan Grapiks Bekasi Daniel Ramadhan saat memaparkan data statistik temuan kasus HIV berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin pada sebuah rapat sosialisasi deteksi dini di Kota Bekasi. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:43 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x