Agus Suparmanto Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PPP, Target Utama: Kembalikan Partai ke Senayan pada Pemilu 2029

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Agus Suparmanto saat sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030.

Deklarasi Agus Suparmanto saat sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030.

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi memiliki nakhoda baru. Mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030 dalam Muktamar X yang berakhir di Jakarta, Minggu (28/09/2025) dini hari.

​Terpilihnya Agus Suparmanto menandai babak baru bagi partai berlambang Ka’bah ini, dengan tugas berat di depan mata: mengembalikan PPP ke panggung parlemen nasional pada Pemilu 2029 mendatang.

Jalan Mulus Menuju Kursi Ketua Umum

​Proses pemilihan dalam Muktamar X PPP yang digelar sejak Sabtu (27/09/2025) berjalan mulus bagi Agus Suparmanto. Ia menjadi calon tunggal setelah tidak ada tokoh lain yang mendaftarkan diri hingga batas akhir pendaftaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Muhammad Qoyum secara resmi memverifikasi kelengkapan dokumen pendaftaran Agus dan menyatakannya clean and clear. Suasana forum menjadi penentu ketika pimpinan sidang mengajukan pertanyaan final.

​”Saya ingin tanyakan pada muktamirin, di ujung belakang, di depan, di samping, apakah (pemilihan) akan aklamasi?” tanya Qoyum.

​Serentak, seluruh peserta Muktamar yang merupakan pemilik suara sah dari berbagai wilayah di Indonesia menjawab, “Aklamasi!” Jawaban kompak tersebut secara sah mengukuhkan Agus Suparmanto sebagai ketua umum yang baru.

​Sebelumnya, dinamika sempat terjadi saat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode sebelumnya dinyatakan ditolak oleh mayoritas peserta muktamar, sebuah sinyal kuat keinginan adanya perubahan dan pembaruan di tubuh partai.

Pidato Perdana dan Misi Kebangkitan PPP

​Dalam pidato pertamanya usai terpilih, Agus Suparmanto menyadari betul amanah besar yang diembannya, terutama setelah PPP untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak berhasil lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024. Ia menegaskan bahwa target utamanya adalah menyatukan kembali seluruh kekuatan internal untuk merebut kembali kursi di Senayan.

​”PPP adalah Partai Persatuan. Sebelum kita bisa menyatukan bangsa, maka kita harus satukan dulu diri kita di internal partai,” tegas Agus.

​Ia berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan setiap peluang politik dan menempatkan kembali kader-kader terbaik PPP di Parlemen DPR RI.

​”Ini adalah amanah besar yang akan saya pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Peluang harus kita gunakan, sehingga kita bisa masuk lagi ke Senayan,” lanjutnya disambut tepuk tangan para kader.

Tugas Berat Tim Formatur dan Wajah-Wajah Lama

​Sebagai Ketua Umum terpilih, Agus Suparmanto juga ditunjuk menjadi Ketua Tim Formatur. Tim ini diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan DPP PPP periode 2025-2030 selambat-lambatnya 30 hari ke depan.

​Tim Formatur akan beranggotakan 12 orang, yang terdiri dari Agus sendiri, tiga unsur dari DPP periode sebelumnya, dan sembilan perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW). Beberapa nama dari kepengurusan lama yang masuk dalam tim formatur antara lain Romahurmuziy, KH Musyafa Nur, dan Rusman Ya’qub. Kehadiran mereka mengisyaratkan adanya upaya rekonsiliasi dan penggabungan kekuatan lama dan baru untuk membangkitkan partai.

​Langkah strategis PPP di bawah kepemimpinan Agus Suparmanto untuk menghadapi verifikasi partai politik dan persiapan Pemilu 2029 akan menjadi sorotan utama dalam panggung politik nasional. Publik menantikan apakah nakhoda baru ini mampu mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah tersebut.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Sutrisno Pangaribuan Kecam Wacana Pilkada Kembali ke DPRD, Sebut Niat Jahat Elite Politik
Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Dinilai Suburkan Oligarki dan Matikan Jalur Independen di Bekasi
Bawaslu Kota Bekasi Desak Parpol Perbarui Data Sipol dan Kantor Sekretariat
ICW Ingatkan Bahaya Pilkada Lewat DPRD: Celah Politik Transaksional Kembali Terbuka
Targetkan 8 Kursi DPRD di Pemilu 2029, PAN Kota Bekasi Siapkan Strategi Matang Pasca Musda
Musda VI PAN Kota Bekasi Tetapkan 7 Formatur, 5 Anggota DPRD Masuk Bursa Ketua
Sengketa Pemilihan RW 025 Kayuringin Jaya: Warga Tolak Hasil, Endus Keterlibatan Parpol

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:08 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:31 WIB

Sutrisno Pangaribuan Kecam Wacana Pilkada Kembali ke DPRD, Sebut Niat Jahat Elite Politik

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:33 WIB

Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Dinilai Suburkan Oligarki dan Matikan Jalur Independen di Bekasi

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:04 WIB

Bawaslu Kota Bekasi Desak Parpol Perbarui Data Sipol dan Kantor Sekretariat

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:26 WIB

ICW Ingatkan Bahaya Pilkada Lewat DPRD: Celah Politik Transaksional Kembali Terbuka

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca