JAKARTA – Suasana Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada 27-29 September 2025 semakin memanas dengan munculnya duet kuat penantang petahana. Pasangan Agus Suparmanto sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) periode 2025-2030 dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) sebagai kandidat kuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) disebut-sebut sebagai formula penyelamat bagi masa depan Partai Ka’bah.
Deklarasi pencalonan Agus Suparmanto pada Jumat (26/09/2025) secara resmi membuka babak baru pertarungan kepemimpinan di tubuh partai Islam tertua di Indonesia ini.
Duet Agus-Yasin dinilai menjadi harapan besar bagi kader untuk mengembalikan kejayaan PPP, terutama setelah kegagalan bersejarah partai ini untuk lolos ke Parlemen Senayan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kombinasi Ideal “Tauke” dan “Tokoh”
Kekuatan utama yang digadang-gadang dari duet ini adalah perpaduan dua profil yang saling melengkapi: “tauke” dan “tokoh”. Agus Suparmanto, yang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, merepresentasikan figur “tauke”—istilah yang merujuk pada kekuatan finansial dan manajerial untuk menggerakkan mesin partai secara efektif.
Sementara itu, Gus Yasin, putra ulama kharismatik almarhum K.H. Maimoen Zubair, adalah representasi dari “tokoh” atau ulama. Dalam konteks PPP yang berakar kuat pada basis massa Islam tradisional dan kalangan santri, kehadiran figur seperti Gus Yasin dianggap krusial sebagai perekat ideologis dan panutan bagi kader di akar rumput.
“Untuk menggerakkan partai dibutuhkan keduanya. ‘Tokoh’ wajib ada karena sebagai panutan, sementara ‘Tauke’ posisinya bisa menggerakkan mesin partai,” ujar Analis Komunikasi Politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, saat dihubungi pada Sabtu (27/09/2025).
Analisis Pengamat: Pertarungan Melawan Petahana
Menurut Hendri, siapapun yang berhasil menyatukan kedua figur ini memiliki pemahaman mendalam tentang cara kerja dan dinamika internal PPP.
Ia menilai kombinasi ini sangat strategis untuk menantang posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum saat ini, Muhamad Mardiono.
“Gus Yasin itu tokoh, Agus itu tauke. Meski Agus juga tokoh, tapi di PPP tak sebesar Gus Yasin. Peran Gus Yasin ini dahsyat, dia bisa menjadi perekat antara Agus Suparmanto dengan akar rumput partai. Siapapun yang menduetkan mereka, dia jenius,” jelas Hendri Satrio.
Namun, Hendri mengingatkan agar para pendukung tidak berpuas diri. Kemenangan harus diraih melalui mekanisme pemilihan di arena Muktamar X PPP.
Lawan terkuat mereka, Muhamad Mardiono, memiliki keuntungan sebagai petahana yang mengontrol struktur partai hingga ke tingkat daerah.
Beban Kegagalan Pileg 2024
Meskipun Mardiono diuntungkan oleh posisinya sebagai Plt Ketum, ia memikul beban politik yang sangat berat: kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen 4% pada Pileg 2024. Kegagalan ini menjadi preseden buruk pertama dalam sejarah panjang partai dan menjadi amunisi utama bagi para penantangnya.
“Maka, Muktamar kali ini sebenarnya adalah pertarungan antara Mardiono dengan suara kekecewaan akar rumput partai,” tegas Hendri.
Di sisi lain, jalan Agus Suparmanto untuk merebut kursi Ketum juga tidak mudah. Namun, posisinya kini menjadi unggulan berkat dukungan solid dari tokoh-tokoh senior PPP, termasuk mantan Ketua Umum Suharso Monoarfa dan Muhammad Romahurmuziy (Rommy). Dukungan ini menandakan adanya konsolidasi kekuatan besar untuk mendorong perubahan kepemimpinan.
Manuver Rommy dan Masa Depan PPP
Sikap blak-blakan Romahurmuziy saat deklarasi pemenangan Agus Suparmanto dinilai positif oleh Hendri. Menurutnya, keterbukaan Rommy dapat mencegah munculnya isu-isu negatif yang seringkali digunakan untuk menjatuhkan lawan saat Muktamar berlangsung.
“Pas Muktamar bisa jadi ada hal-hal negatif yang dimunculkan. Tapi Rommy sudah keluarkan semua. Ia bahkan siap dituduh sebagai penjual partai asalkan PPP kembali lolos ke Senayan,” pungkas Hensat, sapaan akrabnya.
Kini, nasib Partai Persatuan Pembangunan berada di tangan para pemilik suara di Muktamar X. Apakah mereka akan tetap bertahan dengan kepemimpinan saat ini atau memilih harapan baru pada duet Agus-Yasin untuk mengembalikan partai ke panggung politik nasional pada Pemilu 2029 mendatang.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan hasil akhir Muktamar X PPP hanya di [Nama Media Anda] untuk analisis mendalam dan berita terpercaya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















