Muktamar X PPP Memanas: Duet “Tauke-Tokoh” Muncul Sebagai Penantang Kuat Mardiono, Pertaruhan Nasib Partai Ka’bah

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara deklarasi dukungan terhadap Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum PPP yang dihadiri sejumlah tokoh seperti, Taj Yasin sebagai kandidat Sekjen PPP hingga politikus senior Romahurmuziy (Rommy). (Foto: dok-ppp)

Acara deklarasi dukungan terhadap Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum PPP yang dihadiri sejumlah tokoh seperti, Taj Yasin sebagai kandidat Sekjen PPP hingga politikus senior Romahurmuziy (Rommy). (Foto: dok-ppp)

JAKARTA – Suasana Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada 27-29 September 2025 semakin memanas dengan munculnya duet kuat penantang petahana. Pasangan Agus Suparmanto sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) periode 2025-2030 dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) sebagai kandidat kuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) disebut-sebut sebagai formula penyelamat bagi masa depan Partai Ka’bah.

Deklarasi pencalonan Agus Suparmanto pada Jumat (26/09/2025) secara resmi membuka babak baru pertarungan kepemimpinan di tubuh partai Islam tertua di Indonesia ini.

Duet Agus-Yasin dinilai menjadi harapan besar bagi kader untuk mengembalikan kejayaan PPP, terutama setelah kegagalan bersejarah partai ini untuk lolos ke Parlemen Senayan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kombinasi Ideal “Tauke” dan “Tokoh”

Kekuatan utama yang digadang-gadang dari duet ini adalah perpaduan dua profil yang saling melengkapi: “tauke” dan “tokoh”. Agus Suparmanto, yang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, merepresentasikan figur “tauke”—istilah yang merujuk pada kekuatan finansial dan manajerial untuk menggerakkan mesin partai secara efektif.

Sementara itu, Gus Yasin, putra ulama kharismatik almarhum K.H. Maimoen Zubair, adalah representasi dari “tokoh” atau ulama. Dalam konteks PPP yang berakar kuat pada basis massa Islam tradisional dan kalangan santri, kehadiran figur seperti Gus Yasin dianggap krusial sebagai perekat ideologis dan panutan bagi kader di akar rumput.

“Untuk menggerakkan partai dibutuhkan keduanya. ‘Tokoh’ wajib ada karena sebagai panutan, sementara ‘Tauke’ posisinya bisa menggerakkan mesin partai,” ujar Analis Komunikasi Politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, saat dihubungi pada Sabtu (27/09/2025).

Analisis Pengamat: Pertarungan Melawan Petahana

Menurut Hendri, siapapun yang berhasil menyatukan kedua figur ini memiliki pemahaman mendalam tentang cara kerja dan dinamika internal PPP.

Ia menilai kombinasi ini sangat strategis untuk menantang posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum saat ini, Muhamad Mardiono.

“Gus Yasin itu tokoh, Agus itu tauke. Meski Agus juga tokoh, tapi di PPP tak sebesar Gus Yasin. Peran Gus Yasin ini dahsyat, dia bisa menjadi perekat antara Agus Suparmanto dengan akar rumput partai. Siapapun yang menduetkan mereka, dia jenius,” jelas Hendri Satrio.

Namun, Hendri mengingatkan agar para pendukung tidak berpuas diri. Kemenangan harus diraih melalui mekanisme pemilihan di arena Muktamar X PPP.

Lawan terkuat mereka, Muhamad Mardiono, memiliki keuntungan sebagai petahana yang mengontrol struktur partai hingga ke tingkat daerah.

Beban Kegagalan Pileg 2024

Meskipun Mardiono diuntungkan oleh posisinya sebagai Plt Ketum, ia memikul beban politik yang sangat berat: kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen 4% pada Pileg 2024. Kegagalan ini menjadi preseden buruk pertama dalam sejarah panjang partai dan menjadi amunisi utama bagi para penantangnya.

“Maka, Muktamar kali ini sebenarnya adalah pertarungan antara Mardiono dengan suara kekecewaan akar rumput partai,” tegas Hendri.

Di sisi lain, jalan Agus Suparmanto untuk merebut kursi Ketum juga tidak mudah. Namun, posisinya kini menjadi unggulan berkat dukungan solid dari tokoh-tokoh senior PPP, termasuk mantan Ketua Umum Suharso Monoarfa dan Muhammad Romahurmuziy (Rommy). Dukungan ini menandakan adanya konsolidasi kekuatan besar untuk mendorong perubahan kepemimpinan.

Manuver Rommy dan Masa Depan PPP

Sikap blak-blakan Romahurmuziy saat deklarasi pemenangan Agus Suparmanto dinilai positif oleh Hendri. Menurutnya, keterbukaan Rommy dapat mencegah munculnya isu-isu negatif yang seringkali digunakan untuk menjatuhkan lawan saat Muktamar berlangsung.

“Pas Muktamar bisa jadi ada hal-hal negatif yang dimunculkan. Tapi Rommy sudah keluarkan semua. Ia bahkan siap dituduh sebagai penjual partai asalkan PPP kembali lolos ke Senayan,” pungkas Hensat, sapaan akrabnya.

Kini, nasib Partai Persatuan Pembangunan berada di tangan para pemilik suara di Muktamar X. Apakah mereka akan tetap bertahan dengan kepemimpinan saat ini atau memilih harapan baru pada duet Agus-Yasin untuk mengembalikan partai ke panggung politik nasional pada Pemilu 2029 mendatang.

Ikuti terus perkembangan terbaru dan hasil akhir Muktamar X PPP hanya di [Nama Media Anda] untuk analisis mendalam dan berita terpercaya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029
Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo
Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader
Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi
Pengamat Sosial: Fenomena Penjilat Politik Lahir dari Ketergantungan Ekonomi
Perombakan DPC PKB Kota Bekasi: Sekretaris dan Bendahara Dicopot, Target 10 Kursi!
DPP PDI Perjuangan Pecat Nyumarno, KPU Kabupaten Bekasi Tunggu Surat DPRD
Instruksi Tajam PDI Perjuangan: Coret Anggaran Kunker DPRD Kota Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:09 WIB

Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:15 WIB

Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:34 WIB

Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:22 WIB

Pengamat Sosial: Fenomena Penjilat Politik Lahir dari Ketergantungan Ekonomi

Berita Terbaru

Ekstra

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:29 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x