Poin Utama:
- Target Waktu: Penyelesaian perbaikan jalan maksimal pada H-7 Lebaran 2026.
- Lokasi: Jalur lintasan mudik protokol di Kota Bekasi (arah Jakarta menuju Pantura).
- Aktor Utama: Komisi 2 DPRD Kota Bekasi mendesak tindakan cepat dari Tim URC DBMSDA Pemkot Bekasi.
- Tantangan: Mengantisipasi curah hujan tinggi yang berpotensi merusak kualitas pengaspalan baru.
Komisi 2 DPRD Kota Bekasi mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemkot Bekasi untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak di sepanjang jalur lintasan mudik Lebaran.
Langkah antisipatif ini ditargetkan rampung jauh hari sebelum H-7 Lebaran demi menjamin keselamatan para pemudik yang melintasi Kota Bekasi dari arah Jakarta menuju Pantura.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Jalan Rusak di Kota Bekasi Harus Segera Diperbaiki?
Infrastruktur jalan yang mulus merupakan cerminan kualitas pelayanan sebuah kota, terutama menjelang momentum besar seperti arus mudik.
Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti, merekomendasikan jajaran DBMSDA untuk segera menyisir jalur-jalur mudik yang belum tersentuh perbaikan.
”Agar proses perbaikan jalan-jalan rusak sebaiknya tidak dilakukan pada menjelang Mudik Lebaran. Tetapi memang harus dikondisikan selalu rapi, karena itu kan sebagai muka dari kota,” kata Yenny Kristianti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan resminya, Jumat (27/02/2026).
Politisi dari Fraksi Golkar Solidaritas Kota Bekasi ini mendorong DBMSDA untuk memberikan kepastian keamanan jalur mudik.
Pengecekan tidak hanya terfokus pada jalan berlubang, tetapi juga pada sistem drainase untuk mengantisipasi banjir dan genangan air.
Apa Saja Kendala Perbaikan Jalan Mudik di Bekasi?
Faktor cuaca yang fluktuatif menjadi tantangan utama dalam proses perbaikan infrastruktur jalan raya saat ini.
Jika pengerjaan ditunda hingga mendekati hari H, dikhawatirkan kualitas aspal tidak akan maksimal dan mudah kembali rusak akibat tergerus air hujan.
Berdasarkan pantauan dan catatan DPRD Kota Bekasi, setidaknya terdapat beberapa potensi kendala di lapangan:
- Cuaca Ekstrem: Curah hujan yang masih tinggi memperlambat proses pengeringan aspal secara optimal.
- Genangan Air: Sistem drainase yang belum sempurna memicu genangan yang merusak struktur jalan raya.
- Kondisi Jalur Protokol: Masih ditemukannya sejumlah titik jalan rusak di ruas jalur utama yang menghubungkan Jakarta dengan Pantura.
”Sehingga memang harus disiapkan, sebenarnya secara kesiapan di H-7 Lebaran itu harus udah bagus semua. Kota Bekasi ini lintasan mudik utama dari arah Jakarta menuju ke Pantura,” tambah Yenny.
Bagaimana Solusi DPRD Terkait Jalur Mudik Lebaran 2026?
Solusi utama yang ditawarkan adalah jemput bola melalui optimalisasi Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Pemerintah Daerah melalui instansi terkait diwajibkan melakukan pemantauan rutin dan segera bertindak tanpa harus menunggu laporan atau keluhan warga.
Menurut Yenny, pengerahan Tim URC dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di berbagai wilayah kecamatan adalah langkah paling taktis.
Jika ada jalan yang teridentifikasi rusak, tim harus langsung turun melakukan penambalan atau perbaikan menyeluruh.
”Apalagi nanti takutnya juga akan jadi alasan kalau bisa dikerjakan sekarang, terus cuaca masih hujan. Otomatis aspal belum kering banget. Jadi memang harus jauh-jauh hari sudah dilakukan secara penanganannya,” tegasnya.
Kesiapan infrastruktur yang matang diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan kenyamanan bagi para pelaju arus mudik yang melintasi Kota Bekasi.
Koordinasi yang solid antar instansi di Pemkot Bekasi menjadi kunci utama suksesnya pelayanan publik di masa sibuk ini.
Punya keluhan terkait infrastruktur di wilayah Anda? Jika Anda menemukan jalan rusak, berlubang, atau genangan air yang membahayakan di sekitar lingkungan Anda, segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi agar cepat ditindaklanjuti oleh Tim URC DBMSDA!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















