Jelang Mudik 2026, DBMSDA Kota Bekasi Tunggu Cuaca Membaik Perbaiki Jalan Rusak

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto.

Poin Utama:

  • Fokus: DBMSDA Kota Bekasi berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD terkait pola cuaca untuk perbaikan jalan.
  • Target: Kesiapan infrastruktur jalan menghadapi arus mudik Lebaran (Idulfitri) 2026 yang diprediksi jatuh pada bulan Maret.
  • Kendala: Curah hujan tinggi dan banjir sepekan terakhir menyebabkan aspal mudah terkelupas di jalan Nasional, Provinsi, maupun Kota.
  • Strategi: Penanganan darurat (tambal sulam) dilakukan saat ini; perbaikan permanen menunggu hujan reda.

​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah mengintensifkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Langkah ini diambil untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan perbaikan jalan rusak secara permanen sebagai persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, mengingat curah hujan di wilayah Kota Bekasi masih cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kapan Perbaikan Jalan Secara Permanen Akan Dilakukan?

​Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menegaskan bahwa eksekusi perbaikan jalan permanen sangat bergantung pada data teknis cuaca.

Pihaknya tidak ingin memaksakan pengaspalan total saat intensitas hujan masih tinggi karena akan memboroskan anggaran dan tidak efektif.

​”Kami masih berkoordinasi dengan BPBD dan BMKG dulu, kira-kira mulai landainya kapan mengenai curah hujan. Karena kita lihat juga, Lebaran itu kan di prakiraan bulan Maret, sementara di Februari ini apakah curah hujannya masih tinggi atau tidak,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (05/02/2026).

​Idi menekankan bahwa kondisi cuaca saat ini belum sepenuhnya mendukung pengerjaan konstruksi jalan secara maksimal.

Namun, Pemkot Bekasi tetap menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai prioritas utama demi kenyamanan warga saat bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.

​Bagaimana Strategi DBMSDA Menghadapi Arus Mudik Jika Masih Hujan?

​Meskipun cuaca tidak menentu, DBMSDA Kota Bekasi telah menyiapkan skenario penanganan darurat.

Prioritas utama adalah memastikan tidak ada lubang jalan yang membahayakan pengendara, khususnya pemudik yang melintas di jalur arteri Kota Bekasi.

​Idi menjelaskan bahwa tim Unit Reaksi Cepat (URC) dan material perbaikan akan disiagakan penuh.

​”Yang penting setiap arus mudik Lebaran, sudah pasti kita siap untuk menangani itu secara prioritas seperti setiap tahun. Kalau memang masih tinggi curah hujannya, setiap arus mudik kita standby-kan aspal dan penanganan darurat,” tegasnya.

​Mengapa Jalan di Bekasi Cepat Rusak Setelah Banjir?

​Berdasarkan laporan lapangan DBMSDA, kerusakan jalan terjadi secara masif di hampir seluruh klasifikasi jalan, baik jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan arteri kota (jalan kota).

Kerusakan ini dipicu oleh genangan air dan banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Bekasi, seperti di kawasan Jatiasih, Rawalumbu, hingga ruas jalan protokol pekan lalu.

​Idi menyebutkan bahwa sifat aspal sangat rentan terhadap genangan air.

​”Setelah curah hujan tinggi dan banjir, jalan-jalan aspal gampang terkelupas semua. Maka perbaikan sementara atau patching juga kemungkinan tidak bertahan lama,” ungkap Idi.

​Apa Solusi Jangka Pendek yang Diterapkan?

​Saat ini, solusi yang paling realistis adalah melakukan penanganan sementara atau patching (tambal sulam) pada lubang-lubang yang menganga.

Pengerjaan beton (rigid pavement) dinilai belum memungkinkan karena membutuhkan waktu pengerjaan (curing time) yang lama dan pembongkaran total yang dapat memicu kemacetan parah.

​”Kita serba salah juga, mau dibenerin atau enggak. Dibenerin sedikit nanti rusak lagi karena masih hujan. Nanti saat curah hujan sudah landai, baru kita lakukan penanganan permanen,” pungkasnya.

​Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem dan menghindari genangan air yang mungkin menutupi lubang jalan.

​Warga Kota Bekasi yang menemukan jalan berlubang parah dapat melaporkannya melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi di Call Center 112 atau melalui media sosial resmi DBMSDA Kota Bekasi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh tim URC.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur
Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4
Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas
Disdik Rancang Penerapan Tes Kemampuan Akademik untuk Guru
Investasi Kota Bekasi 2025 Tembus Rp 11,57 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi
Perumda Tirta Bhagasasi Siap Putuskan Kontrak Rekanan Swasta Kontraproduktif

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:57 WIB

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:45 WIB

Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:26 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:30 WIB

Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:17 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca