Awas Dompet Jebol! Harga Beras dan Cabai Meroket di Pekan Kedua Ramadan, Begini Langkah Pemerintah

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabai rawit dan merah di pasar tradisional.

Cabai rawit dan merah di pasar tradisional.

Poin Utama:

  • Harga Beras Premium menembus Rp15.605/kg, melebihi HET Rp14.900/kg berdasarkan data Bapanas per 27 Februari 2026.
  • Cabai Rawit Merah melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp82.000/kg akibat faktor cuaca ekstrem.
  • Harga Daging Sapi dan Ayam menunjukkan tren penurunan, masing-masing menjadi Rp130.000/kg dan Rp35.000/kg.
  • Target Waktu: Operasi pasar dan stabilisasi harga terus digencarkan secara nasional maupun daerah hingga Hari Raya Idul Fitri tiba.

​Pemasukan dan pengeluaran kerap menjadi tantangan tersendiri saat bulan puasa tiba. Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, para ibu rumah tangga mulai merasa getir menatap pergerakan harga pangan yang merangkak naik.

​Tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri membuat sejumlah komoditas utama, khususnya beras dan cabai, mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Rincian Kenaikan Harga Pangan Menurut Bapanas

​Berdasarkan data dari panel konsumen Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Jumat (27/2/2026), harga beras kelas premium secara nasional rata-rata mencapai Rp15.605 per kilogram (kg).

​Angka ini telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah sebesar Rp14.900 per kg. Sementara itu, untuk beras medium kini dihargai Rp13.386 per kg, dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di level Rp12.452 per kg.

​Tidak hanya beras, harga cabai rawit merah yang kerap fluktuatif juga menjadi sorotan utama. Bapanas mencatat harga cabai rawit secara rata-rata nasional menembus Rp72.251 per kg.

Di sisi lain, minyak goreng subsidi atau Minyakita terpantau dibanderol pada harga Rp16.926 per liter.

​Kondisi di Pasar Tradisional dan Respons Daerah

​Kenaikan harga bahan pokok ini sangat terasa di tingkat akar rumput. Pantauan di sejumlah pasar tradisional yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota, seperti di kawasan Rawalumbu dan Pondokgede, menunjukkan keluhan serupa dari pedagang maupun pembeli.

​Menyikapi hal ini, pemerintah daerah bersama Wali Kota Bekasi terus berkoordinasi intensif dengan Satgas Pangan demi memastikan ketersediaan pasokan aman dan meminimalisir aksi penimbunan sembako.

​Langkah Strategis Perum Bulog Jaga Stabilitas

​Menghadapi tren kenaikan ini, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pihaknya semakin menggencarkan pemantauan harga dan stok pangan selama bulan puasa. Langkah ini diklaim krusial untuk menjaga stabilitas jelang Lebaran.

​Meski terdapat kenaikan di beberapa sektor, Rizal menyebutkan bahwa mayoritas harga bahan pokok sebenarnya relatif stabil dan masih sesuai HET.

​“Kita punya pengalaman saat Natal dan Tahun Baru lalu harga bisa stabil. Harapannya selama Ramadan dan Idul Fitri ini juga tetap terjaga,” kata Rizal di Jakarta, Jumat (27/02/2026).

​Kabar Baik: Harga Daging Mengalami Penurunan

​Di tengah melambungnya harga beras dan cabai, ada sedikit angin segar bagi masyarakat. Untuk komoditas daging sapi di beberapa pasar pantauan, harganya justru mengalami penurunan dari Rp140.000 menjadi Rp130.000 per kg.

​Tren positif ini juga diikuti oleh daging ayam yang turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kg. Hal ini tentu bisa menjadi alternatif lauk-pauk bagi keluarga.

​Tantangan Cuaca pada Komoditas Cabai

​Rizal menjelaskan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan paling ekstrem hanyalah cabai, yang sangat rentan terhadap cuaca.

Cabai merah tercatat naik dari Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kg. Bahkan, di beberapa daerah, cabai rawit melonjak Rp10.000 hingga menyentuh Rp82.000 per kg.

​“Khusus cabai ini memang agak susah dikontrol karena pengaruh cuaca,” ujarnya.

​Namun, ia memastikan pasokan bahan pokok secara umum selama Ramadan dalam kondisi memadai. Daftar harga acuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga terus dijadikan referensi oleh pedagang dan alat kontrol bagi Satgas Pangan.

Data Pendukung Sembako (Per Jumat, 27 Februari 2026)

  • Beras Premium: Rp15.605/kg (Melewati HET Rp14.900/kg)
  • Beras Medium: Rp13.386/kg
  • Beras SPHP Bulog: Rp12.452/kg
  • Cabai Rawit Merah: Rp72.251 – Rp82.000/kg (Naik Rp10.000)
  • Cabai Merah: Rp32.000/kg (Naik dari Rp28.000/kg)
  • Minyakita (Minyak Goreng Subsidi): Rp16.926/liter
  • Daging Sapi: Rp130.000/kg (Turun dari Rp140.000/kg)
  • Daging Ayam: Rp35.000/kg (Turun dari Rp40.000/kg)

​Antisipasi Gejolak Jelang Idul Fitri

​Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam. Pasokan dan rantai distribusi terus dikawal ketat agar grafik harga tidak semakin menanjak tajam.

​Dalam keterangannya di kantor Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Kamis (26/02/2026), Ketut menegaskan bahwa pengamanan stok, operasi pasar, serta penyaluran bantuan pangan rutin dilakukan sebagai bantalan sosial.

​“Kalau tidak ada upaya-upaya itu, kenaikan bisa lebih tinggi dan semakin membebani masyarakat,” pungkasnya.

Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk tetap berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan panic buying karena Pemkot Bekasi bersama instansi terkait terus bersiaga menjaga ketersediaan pangan. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan penimbunan bahan kebutuhan pokok, segera laporkan melalui Layanan Call Center 112 Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wajahnya Dicatut Film Pesta Babi, Tokoh Adat Papua Ini Lapor Polda Metro
Keselamatan Harga Mati! Taksi Green SM Gandeng Korlantas Polri
Kemenkes Awasi Hantavirus, Warga Bekasi Diminta Waspada Tikus!
Waspada! 4 Kasus Hantavirus Muncul di Jakarta, Bekasi Aman?
15 Ribu Buruh Bekasi Serbu Jakarta, Tuntut Hapus Outsourcing!
KRL Bekasi Timur-Cikarang Normal, Menhub Pastikan Jalur Aman Beroperasi
Usai Sidak, Kemenhub Dalami Audit Operasional Taksi Green SM
Pasca Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur, Ditjen Hubdat Periksa Pool Taksi Green SM
Berita ini 66 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:36 WIB

Wajahnya Dicatut Film Pesta Babi, Tokoh Adat Papua Ini Lapor Polda Metro

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:31 WIB

Keselamatan Harga Mati! Taksi Green SM Gandeng Korlantas Polri

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:57 WIB

Kemenkes Awasi Hantavirus, Warga Bekasi Diminta Waspada Tikus!

Senin, 11 Mei 2026 - 20:51 WIB

Waspada! 4 Kasus Hantavirus Muncul di Jakarta, Bekasi Aman?

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:46 WIB

15 Ribu Buruh Bekasi Serbu Jakarta, Tuntut Hapus Outsourcing!

Berita Terbaru

Aktivitas prostitusi terselubung berkedok relaksasi antara terapis dan pengguna jasa di dalam kamar yang disediakan oleh Be Glow Massage. (Foto: Eksklusif/RakyatBekasi)

Bekasi

Ironi Bekasi, Kota Santri yang Ramah Prostitusi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:31 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x