Poin Utama:
- Kondisi Harga: Terjadi lonjakan signifikan pada harga cabai rawit merah, daging sapi, dan telur ayam di awal bulan Ramadan.
- Usulan Solusi: DPRD merekomendasikan Pemkot menggelar Operasi Pasar untuk beras, minyak goreng, dan gula, serta menyalurkan bantuan pangan.
- Lokasi: Pemantauan difokuskan pada pasar tradisional di seluruh wilayah Kota Bekasi.
- Target Waktu: Langkah antisipatif dan operasi pasar didorong untuk segera dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026.
BEKASI – Memasuki awal bulan suci Ramadhan, tren kenaikan harga kebutuhan bahan pokok (sembako) kembali membayangi masyarakat. Merespons keluhan warga terkait lonjakan harga, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi merekomendasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera mengambil langkah-langkah antisipatif dan taktis di lapangan.
Berdasarkan pantauan terbaru, beberapa komoditas pangan utama dilaporkan telah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan tertinggi dirasakan pada komoditas cabai rawit merah, daging sapi, hingga telur ayam, yang permintaannya selalu meroket di awal bulan puasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Minta Pemkot Bekasi Turun Tangan
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif melihat dinamika harga di pasaran.
Ia mendesak agar upaya pengendalian harga segera dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
”Pemerintah Daerah harus terus memantau harga bahan pokok di setiap pasar tradisional untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih liar,” ucap Alit Jamaludin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).
Pemantauan ketat ini diharapkan tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi juga menyentuh pasar-pasar tradisional yang padat aktivitas seperti di kawasan Bantargebang, Rawalumbu, hingga Pondokgede.
Gelar Operasi Pasar Sebagai Solusi Utama
Sebagai langkah konkret untuk menekan inflasi pangan, Alit menyarankan Pemkot Bekasi untuk segera melaksanakan program Operasi Pasar. Program ini dinilai menjadi intervensi paling efektif untuk mengembalikan harga ke batas normal.
”Terkait bagaimana operasi pasar sendiri, ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok esensial, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir,” sambungnya.
Langkah intervensi ini diharapkan mampu memutus rantai spekulasi harga yang kerap dimainkan oleh oknum distributor nakal saat momentum hari besar keagamaan.
Penyaluran Bantuan Pangan untuk Warga Rentan
Selain memantau harga di lapangan dan menggelar operasi pasar secara masif, DPRD juga mengingatkan pentingnya jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang paling terdampak oleh inflasi Ramadan.
”Sebagai opsi tambahan, Pemkot Bekasi juga bisa menyediakan bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari,” tutur Alit menutup penjelasannya.
Kolaborasi antara monitoring lapangan yang ketat dan langkah intervensi ekonomi yang tepat diyakini mampu menetralisir gejolak harga komoditas pangan, sehingga masyarakat Kota Bekasi dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.
Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda? Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke keluarga dan grup WhatsApp RT/RW Anda agar masyarakat sekitar tetap waspada dan update mengenai harga sembako di Kota Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















