​Harga Sembako Melonjak di Awal Ramadan, Komisi 3 Desak Pemkot Bekasi Gelar Operasi Pasar

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin.

Poin Utama:

  • Kondisi Harga: Terjadi lonjakan signifikan pada harga cabai rawit merah, daging sapi, dan telur ayam di awal bulan Ramadan.
  • Usulan Solusi: DPRD merekomendasikan Pemkot menggelar Operasi Pasar untuk beras, minyak goreng, dan gula, serta menyalurkan bantuan pangan.
  • Lokasi: Pemantauan difokuskan pada pasar tradisional di seluruh wilayah Kota Bekasi.
  • Target Waktu: Langkah antisipatif dan operasi pasar didorong untuk segera dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026.

BEKASI – Memasuki awal bulan suci Ramadhan, tren kenaikan harga kebutuhan bahan pokok (sembako) kembali membayangi masyarakat. Merespons keluhan warga terkait lonjakan harga, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi merekomendasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera mengambil langkah-langkah antisipatif dan taktis di lapangan.

​Berdasarkan pantauan terbaru, beberapa komoditas pangan utama dilaporkan telah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Kenaikan tertinggi dirasakan pada komoditas cabai rawit merah, daging sapi, hingga telur ayam, yang permintaannya selalu meroket di awal bulan puasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​DPRD Minta Pemkot Bekasi Turun Tangan

​Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif melihat dinamika harga di pasaran.

Ia mendesak agar upaya pengendalian harga segera dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

​”Pemerintah Daerah harus terus memantau harga bahan pokok di setiap pasar tradisional untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih liar,” ucap Alit Jamaludin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).

​Pemantauan ketat ini diharapkan tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi juga menyentuh pasar-pasar tradisional yang padat aktivitas seperti di kawasan Bantargebang, Rawalumbu, hingga Pondokgede.

​Gelar Operasi Pasar Sebagai Solusi Utama

​Sebagai langkah konkret untuk menekan inflasi pangan, Alit menyarankan Pemkot Bekasi untuk segera melaksanakan program Operasi Pasar. Program ini dinilai menjadi intervensi paling efektif untuk mengembalikan harga ke batas normal.

​”Terkait bagaimana operasi pasar sendiri, ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok esensial, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir,” sambungnya.

​Langkah intervensi ini diharapkan mampu memutus rantai spekulasi harga yang kerap dimainkan oleh oknum distributor nakal saat momentum hari besar keagamaan.

​Penyaluran Bantuan Pangan untuk Warga Rentan

​Selain memantau harga di lapangan dan menggelar operasi pasar secara masif, DPRD juga mengingatkan pentingnya jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang paling terdampak oleh inflasi Ramadan.

​”Sebagai opsi tambahan, Pemkot Bekasi juga bisa menyediakan bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari,” tutur Alit menutup penjelasannya.

​Kolaborasi antara monitoring lapangan yang ketat dan langkah intervensi ekonomi yang tepat diyakini mampu menetralisir gejolak harga komoditas pangan, sehingga masyarakat Kota Bekasi dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda? Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke keluarga dan grup WhatsApp RT/RW Anda agar masyarakat sekitar tetap waspada dan update mengenai harga sembako di Kota Bekasi!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang PKS TPST Bantargebang Berakhir, DPRD Kota Bekasi Mulai Godok Pembentukan Pansus
Ketua DPRD Kota Bekasi Siap Usut Dugaan Penyelewengan Pengadaan Ambulans
Dana Bandek Kota Bekasi Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Bentuk Pansus Lawan Skema Tonase DKI
Dana Bandek Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Kota Bekasi Siapkan Pansus Tolak Skema Tonase DKI Jakarta
34 Rekor Kebijakan Presiden Prabowo, Bang Misbah Ungkap Fakta Transformasi Nasional
Jelang Porprov 2026, DPRD: Pemkot Bekasi Wajib Tinggalkan ‘Legacy’ Olahraga, Bukan Sekadar Medali!
Porsi Belanja Pegawai Tembus 35 Persen, DPRD Desak Pemkot Bekasi Lakukan Inovasi Anggaran 2027
Krisis Guru Ancam Kualitas Pendidikan, Banggar DPRD Desak Pemkot Bekasi Ambil Sikap di KUA-PPAS 2027
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:15 WIB

Jelang PKS TPST Bantargebang Berakhir, DPRD Kota Bekasi Mulai Godok Pembentukan Pansus

Rabu, 16 September 2026 - 17:42 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Siap Usut Dugaan Penyelewengan Pengadaan Ambulans

Senin, 14 September 2026 - 14:37 WIB

Dana Bandek Kota Bekasi Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Bentuk Pansus Lawan Skema Tonase DKI

Senin, 14 September 2026 - 13:58 WIB

Dana Bandek Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Kota Bekasi Siapkan Pansus Tolak Skema Tonase DKI Jakarta

Senin, 14 September 2026 - 12:28 WIB

34 Rekor Kebijakan Presiden Prabowo, Bang Misbah Ungkap Fakta Transformasi Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x