Poin Utama:
- Wilayah Terdampak: Banjir merendam 11 titik di 7 kecamatan, termasuk Rawalumbu, Jatiasih, dan Pondok Gede.
- Ketinggian Air: Variasi ketinggian air mulai dari 10 cm hingga 90 cm di pemukiman warga.
- Kerusakan & Pengungsian: Satu atap rumah roboh di Kali Abang Rorotan (Bekasi Utara) dan 2 KK mengungsi di Kelurahan Kali Baru.
- Status Terkini: BPBD menyiagakan pompa aktif di Jatibening Permai dan personel Tim Reaksi Cepat di seluruh titik rawan.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi mengakibatkan banjir di 11 titik yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Bekasi, Kamis (22/01/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 90 cm di beberapa perumahan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di mana Saja Titik Banjir Terparah di Bekasi Hari Ini?
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Kota Bekasi per pukul 16.30 WIB, genangan air meluas akibat hujan ekstrem. Kecamatan Jatiasih dan Bekasi Barat menjadi salah satu wilayah dengan genangan cukup tinggi.
Berikut rincian lokasi terdampak banjir di Kota Bekasi:
- Rawalumbu: Perumahan Taman Narogong Indah (40-60 cm), Perumahan PHP (40 cm), dan Bumi Bekasi Utara (50-70 cm).
- Jatiasih: Perumahan Dosen IKIP, ketinggian air mencapai 70 cm.
- Pondok Gede: Perumahan Jatibening Permai setinggi 60 cm (5 pompa telah diaktifkan).
- Bekasi Barat: Perumnas RW 006 (70-80 cm) dan Perumahan Duta Kranji (10-70 cm).
- Bekasi Utara: Bulak Perwira 2, Kantor Kecamatan Bekasi Utara, dan SMPN 21.
- Bekasi Selatan: RW 011, Kelurahan Jakamulya (20-30 cm).
- Mustika Jaya: Perumahan Mayang Pratama (5 cm).
Apa Respon BPBD Terkait Penanganan Banjir?
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui BPBD telah mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan pendataan dan evakuasi terbatas. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mempercepat surutnya air menggunakan pompa.
”Dengan beberapa wilayah tersebut terjadi genangan air, imbas terjadinya hujan lokal,” kata Kasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratama Puspita, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/01/2026).
Wiratama menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan karena laporan dari wilayah lain masih terus masuk. Personel BPBD telah disiapsiagakan penuh di posko maupun di titik lokasi banjir.
Adakah Kerusakan Material atau Pengungsian Warga?
Selain genangan air, cuaca ekstrem hari ini juga menyebabkan kerusakan bangunan. Di wilayah Kali Abang Rorotan, Kecamatan Bekasi Utara, dilaporkan satu atap rumah warga roboh akibat hujan deras. Bantuan darurat telah disalurkan oleh petugas terkait ke lokasi kejadian.
Sementara itu, BPBD mencatat adanya pengungsian di Aula Kelurahan Kali Baru. Sebanyak 2 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 7 jiwa terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak kondusif akibat banjir.
Bagaimana Cara Melapor Kondisi Darurat?
BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang dalam dan selalu mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area banjir. Mengingat potensi hujan susulan masih ada, kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Jika warga mengalami kondisi darurat atau membutuhkan evakuasi segera, dapat menghubungi layanan Call Center 112 yang aktif 24 jam.
Pemkot Bekasi terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Masyarakat diminta untuk memantau informasi resmi dari pemerintah dan menghindari penyebaran berita hoaks terkait bencana.
Punya informasi banjir di lingkungan Anda? Laporkan segera ke Call Center 112 atau bagikan pantauan Anda di kolom komentar RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































