BEKASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi mencatatkan tren positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi menjelang tutup tahun. Memasuki pekan ketiga Desember 2025, capaian pendapatan telah menyentuh angka 83 persen, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi sinyal optimisme bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam mengamankan target pembangunan yang bersumber dari pajak daerah.
Lonjakan Signifikan di Triwulan Akhir 2025
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pendapatan (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, mengungkapkan bahwa grafik pendapatan daerah menunjukkan kenaikan tajam dalam satu bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai perbandingan, pada awal November 2025, realisasi PAD baru berada di angka 65 persen. Namun, berkat strategi intensifikasi yang diterapkan pada triwulan akhir ini, angka tersebut berhasil didongkrak hingga mencapai 83 persen per Minggu (21/12/2025).
”Jika diakumulasikan dalam rentang waktu 10 bulan, rata-rata kenaikan pendapatan pajak daerah kita sekitar 6,5 persen. Namun, ini menjadi atensi khusus Kepala Badan Pendapatan Daerah untuk terus mem-push Wajib Pajak (WP). Target minimal kita harus bisa tembus 85 persen, dan saat ini posisi sudah aman di 83 persen,” ujar Agustinus dalam keterangannya.
Strategi “Jemput Bola” dan Penyisiran Wajib Pajak
Kenaikan signifikan ini tidak terjadi secara otomatis. Agustinus menjelaskan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendapatan di berbagai sektor tengah bergerak masif melakukan penyisiran terhadap potensi wajib pajak yang belum menunaikan kewajibannya.
Langkah proaktif atau “jemput bola” menjadi kunci utama dalam mengejar sisa target di penghujung tahun 2025.
”Kalau kita hanya duduk manis diam saja, tentu tidak akan ada perubahan berarti sampai 31 Desember mendatang. Tapi hasilnya sekarang sudah 83 persen, artinya ada peningkatan signifikan atau setara dengan penambahan sekitar Rp200 Miliar dalam waktu singkat,” jelasnya.
Membangunkan Potensi yang “Tidur”
Salah satu fokus utama Bapenda saat ini adalah penagihan piutang pajak daerah dan mengaktifkan kembali potensi pendapatan yang selama ini terabaikan. Agustinus mengibaratkan langkah ini sebagai upaya “membangunkan” sumber daya yang selama ini pasif.
”Segala daya upaya yang kemarin ‘tidur’, ya kita bangunkan semua. Termasuk penagihan piutang pajak daerah yang sangat masif. Kolaborasi antar lini menjadi kunci agar semua kekurangan bisa kita tutup, kita tagih, dan kita kejar,” tegas Agustinus.
Optimisme Melampaui Target Akhir Tahun
Melihat sisa waktu yang ada sebelum pergantian tahun, Bapenda Kota Bekasi menyuarakan optimisme tinggi. Agustinus meyakini bahwa dengan kerja keras seluruh tim dan kesadaran wajib pajak, target yang telah ditetapkan dalam APBD tidak hanya akan tercapai, tetapi berpotensi terlampaui.
”Keyakinan 100 persen itu ada. Dengan kolaborasi yang solid, target akan tercapai. Mudah-mudahan hasilnya bisa lebih (surplus) dan saling mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Bekasi terus mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk taat membayar pajak tepat waktu, karena PAD Kota Bekasi merupakan modal utama dalam membiayai infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bagi warga Kota Bekasi.
Sudahkah Anda menunaikan kewajiban pajak daerah Anda? Mari dukung pembangunan Kota Bekasi dengan membayar pajak tepat waktu sebelum 31 Desember 2025. Cek tagihan dan bayar pajak Anda melalui kanal pembayaran resmi Bapenda Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































