Dinilai Cacat dan Tak Sejalan dengan Ketum Ryano Panjaitan, GMNI Tolak Hasil Musda VII KNPI Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 29 Januari 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian terlihat sangat lelah dengan jalannya Musda VII KNPI Kota Bekasi yang skorsing berkali-kali karena ricuh, Senin (23/12/2024).

Petugas kepolisian terlihat sangat lelah dengan jalannya Musda VII KNPI Kota Bekasi yang skorsing berkali-kali karena ricuh, Senin (23/12/2024).

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi menegaskan penolakan terhadap hasil Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi yang diselenggarakan pada 20 Januari 2025 di Kantor DPD KNPI Jawa Barat, Bandung.

Penolakan ini disampaikan oleh Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung, karena musda tersebut dianggap tidak sejalan dengan perintah Ketua Umum Ryano Panjaitan dan sengaja tidak melibatkan GMNI Bekasi.

Bung Chris sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa GMNI yang berhimpun dalam KNPI Ketua Umum Ryano adalah GMNI yang berada di barisan Ketua Umum Imanuel Cahyadi. Di Bekasi, GMNI yang dipimpin oleh dirinya adalah turunan dari barisan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat musda berjalan di Bandung, kami ditolak untuk masuk ke dalam forum dengan alasan bahwa kami bukan peserta. Panitia musda malah mengakomodir GMNI yang berada di luar barisan Ketua Umum Ryano Panjaitan,” ungkap Bung Chris kepada rakyatbekasi.com, Rabu (29/01/2025).

Padahal, sebelumnya saat musda diselenggarakan di Bekasi, DPC GMNI Bekasi merupakan peserta dalam forum musda ini. GMNI Bekasi telah berhimpun sejak awal terpilihnya Ryano Panjaitan sebagai Ketua Umum.

Bahkan, sudah ada pernyataan dari DPP KNPI dan DPD KNPI Jawa Barat bahwa GMNI harus menjadi peserta dalam musda ini dan tidak boleh ada GMNI selain versi yang berada dalam naungan Ketua Umum Imanuel yang masuk menjadi peserta dalam setiap agenda musda KNPI versi Ryano.

Setelah musda berakhir, DPC GMNI Bekasi mencoba meminta klarifikasi kepada DPD KNPI Jawa Barat atas kejadian tersebut.

KNPI Jawa Barat pun kaget akan kejadian itu dan memberikan solusi untuk menjadikan GMNI Bekasi sebagai Tim Formatur agar memiliki peran dalam pelaksanaan musda ini.

“GMNI merupakan unsur penting dalam organisasi KNPI, dan Jawa Barat pastinya hanya merangkul GMNI yang berada di barisan Ketua Umum Ryano Panjaitan,” tutur Bung Chris.

Namun, saat GMNI Bekasi akan dijadikan formatur, pihak tim Adelia mencoba menghubungi dan melakukan tekanan agar GMNI Bekasi tidak menjadi formatur.

“Dari hal itu, kami menduga bahwa hilangnya nama DPC GMNI Bekasi dari daftar kepesertaan musda merupakan faktor kesengajaan,” tegas Bung Chris.

Bung Chris juga mempertanyakan mengapa Adelia dan timnya berani melawan perintah dari DPP dan DPD Jawa Barat.

Berdasarkan penelusuran redaksi rakyatbekasi.com, Surat Keputusan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Kota Bekasi yang dilampirkan Adelia sebagai salah satu persyaratan pencalonannya sebagai ketua pada Musda VII DPD KNPI Kota Bekasi, terindikasi Aspal alias asli tapi palsu karena ada SK serupa dengan nomor yang sama namun dengan komposisi pengurus yang berbeda.

Surat Keputusan Pimpinan Wilayah HIMMAH Jawa Barat no: 12/HW-JB/A/SK/X/2024 tertanggal 19 Oktober 2024 yang memuat Susunan Pengurus Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Kota Bekasi Periode 2024-2026 dengan komposisi yang berbeda.

“Kami akan segera melaporkan hal ini ke DPP KNPI secara resmi untuk dilakukan evaluasi terhadap hasil musda ini, bahkan bila perlu diadakan musda ulang karena dua nama kandidat ketua yakni Adelia dan Ikrar Saptaji telah dicoret dalam pleno 3 di Kota Bekasi. Sedangkan Musda VII di Bandung langsung Pleno 4 yang seharusnya tidak menyertakan Adelia yang sudah dicoret namanya sebagai kandidat saat pleno 3 di Bekasi,” pungkasnya.

Dengan adanya penolakan ini, DPC GMNI Bekasi berharap agar DPP KNPI dapat segera mengambil tindakan untuk mengevaluasi hasil musda dan memastikan bahwa semua organisasi yang berhimpun dalam KNPI mendapatkan perlakuan yang adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terlebih secara historis, GMNI bersama kelompok Cipayung lainnya merupakan organisasi pendiri KNPI.

Untuk informasi, saat pendirian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tanggal 23 Juli 1973 silam, beberapa organisasi kepemudaan yang bergabung antara lain:

  1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
  2. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)
  3. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
  4. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
  5. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
  6. Organisasi Mahasiswa Lokal (Somal)
  7. Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos)
  8. Ikatan Mahasiswa Bandung (Imaba)
  9. Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada).

Organisasi-organisasi tersebut di atas merupakan bagian dari kelompok Cipayung yang berperan aktif dalam pembentukan KNPI yang ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Pembentukan KNPI.

Berikut Daftar Penandatangan Deklarasi KNPI:

  1. David Napitupulu (Mapancas)
  2. Akbar Tandjung (HMI)
  3. Yahya Ubaid, S.H (GP.Ansor)
  4. Drs. H. M Abduh Paddare (PMII)
  5. Cosmas Batubara (PMKRI)
  6. Albert Hasibuan, SH (PMKRI)
  7. dr. Abdul Gafur (HMI)
  8. Aswin Harahap
  9. Drs. Mohammad Zamroni (PMII)
  10. Budi Hardjono (GMNI)
  11. Drs. Soerjadi (GMNI)
  12. Aulia Aman Rachman
  13. Tom Nggebu
  14. S. Oetomo
  15. Awan Karmawan Burhan, SH (Somal-CSB)
  16. Narwan Hadisardjono (GMNI)
  17. Hakim Simamora, SH
  18. Oemar Ghiffary, SH
  19. Eddy Raintung (GMKI)
  20. Amir L. Sirait (GMKI)
  21. Nazaruddin W
  22. Maurits L Tobing (Mapancas)
  23. Hatta Mustafa, SH
  24. Suhardi, SH
  25. M. Said Budairy (PMII)
  26. Barnabas Banggur, SH
  27. Drs. Chris Siner Key Timu (PMKRI)
  28. Ridwan Saidi (HMI)
  29. Sri Redjeki Sumarjoto
  30. Drs. Binsar Sianipar (GMKI)
  31. Ratnawati Fuad (HMI)
  32. Zabidin Jakub, SH
  33. Freddy Latumahina (GMKI)
  34. Eko Tjokrodjojo (PMKRI)
  35. Eddy Sukirman (GMNI)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sang ​Reserse Ulung! Ini Profil Putu Kholis Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru
Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD dan Rombongan Terbang ke China Tinjau PLTSa Wangneng
Keren! Disnaker Kota Bekasi Sediakan 100 Lowongan Kerja Khusus Disabilitas di Job Fair 2026
Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bekasi Hadirkan 3.500 Peluang Kerja di Job Fair 2026
Dinkes Kota Bekasi Segera Gelar Sidang Etik Bidan Akibat Salah Suntik Vaksin pada Bayi 9 Bulan
Kasus Bidan Salah Suntik Vaksin di Bekasi Berujung Sanksi, Kondisi Bayi Membaik
Pemkot Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, Target Oktober Rampung
Kajian SEPAGETI Rawalumbu: Padukan Ilmu Taqwa dan Terapi Islami
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:33 WIB

Sang ​Reserse Ulung! Ini Profil Putu Kholis Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD dan Rombongan Terbang ke China Tinjau PLTSa Wangneng

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:40 WIB

Keren! Disnaker Kota Bekasi Sediakan 100 Lowongan Kerja Khusus Disabilitas di Job Fair 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:59 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bekasi Hadirkan 3.500 Peluang Kerja di Job Fair 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:10 WIB

Kasus Bidan Salah Suntik Vaksin di Bekasi Berujung Sanksi, Kondisi Bayi Membaik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x