Poin Utama:
- Status Cuaca: Kondisi anomali cuaca yang tidak menentu meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
- Ancaman Penyakit: Waspadai bakteri Leptospira (kencing tikus) yang masuk melalui pori-pori atau luka saat terkena air banjir.
- Tindakan Wajib: Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu bot saat membersihkan lumpur dan masak air hingga mendidih.
- Gejala Klinis: Segera ke faskes jika demam tinggi mendadak disertai nyeri otot (terutama betis).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta seluruh masyarakat untuk memperketat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat cuaca anomali.
Perubahan iklim yang sulit diprediksi saat ini dinilai berpotensi besar memicu gangguan kesehatan, terutama di kawasan rawan genangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Cuaca Anomali Berbahaya bagi Kesehatan Warga Bekasi?
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menegaskan bahwa ketidakpastian cuaca sering kali memicu penyakit menular yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan, khususnya pascabanjir.
”Dalam menghadapi cuaca anomali ini, kami mengedukasi masyarakat agar menerapkan Siaga Sehat, terutama dengan meningkatkan proteksi diri, menjaga higiene, serta melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit,” kata Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kecamatan Medansatria, Kamis (29/01/2026).
Potensi penyakit seperti Leptospirosis, Diare, dan Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat saat curah hujan tinggi yang diselingi panas terik, karena mempercepat perkembangbiakan bakteri dan vektor penyakit.
Apa Saja Langkah Proteksi Diri yang Wajib Dilakukan?
Dinkes Kota Bekasi menekankan prosedur keamanan standar bagi warga yang tinggal di titik rawan banjir seperti di bantaran Kali Bekasi, Jatiasih, hingga Pondokgede. Langkah pencegahan meliputi:
- Penggunaan Alas Kaki: Wajib mengenakan sepatu bot (boots) karet saat membersihkan sisa lumpur atau genangan air untuk mencegah kontak langsung dengan bakteri Leptospira.
- Kebersihan Air: Memastikan air minum dimasak hingga benar-benar mendidih (100 derajat Celcius) untuk membunuh kuman.
- Cuci Tangan: Membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir setelah beraktivitas.
Kapan Warga Harus Segera ke Dokter?
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala sakit ringan di musim pancaroba ini. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah fatalitas akibat keterlambatan penanganan medis. Indikasi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi yang terjadi secara mendadak.
- Nyeri otot yang intens, terutama pada bagian betis (tanda khas Leptospirosis).
- Sakit kepala berat dan tubuh menggigil.
Apabila mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera mengakses layanan di Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat.
Satia berharap langkah preventif sederhana ini dapat menjadi budaya di tengah masyarakat untuk menekan angka kesakitan (morbiditas) di Kota Bekasi. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci ketahanan kesehatan daerah.
Punya keluhan terkait layanan kesehatan atau menemukan genangan yang berpotensi wabah di lingkungan Anda? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi di nomor 112.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































