Poin Utama:
- Kecelakaan maut kendaraan distribusi SPPG terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur pada Selasa (12/05/2026).
- Insiden menewaskan 1 orang warga RW 02 Aren Jaya dan melukai 2 orang lainnya yang kini dirawat di RS Siloam Sentosa.
- Pemkot Bekasi menjamin pembiayaan medis seluruh korban hingga pulih serta menanggung penuh biaya pendidikan anak korban jiwa.
- Jajaran Polres Metro Bekasi Kota tengah menyelidiki insiden yang diduga akibat kelalaian sopir saat menghindari sepeda motor.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi merespons cepat tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil box distribusi SPPG di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/05/2026).
Insiden nahas tersebut merenggut satu nyawa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, langsung turun tangan meninjau lokasi, menyambangi rumah duka, serta memastikan seluruh korban mendapatkan jaminan penuh dari pemerintah daerah.
Apa Penyebab Kecelakaan Mobil SPPG di Aren Jaya Bekasi Timur?
Kecelakaan fatal ini diduga bermula saat mobil box distribusi SPPG mencoba menghindari sepeda motor di jalur sempit kawasan Aren Jaya sekitar pukul 10.45 WIB.
Akibat hilangnya kendali, kendaraan tersebut justru menabrak dua gerobak pedagang di depan sebuah minimarket hingga hancur berantakan.
Berdasarkan penuturan Dwi, kenek kendaraan nahas tersebut, sang sopir diduga kurang fokus dan lalai saat mengemudi.
Saat ini, jajaran Polres Metro Bekasi Kota masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV serta mengaudit kelayakan armada distribusi tersebut.
Siapa Saja Korban Kecelakaan Mobil SPPG di Bekasi Timur?
Insiden tragis ini memakan tiga korban dengan rincian luka yang berbeda. Berikut adalah data korban terdampak di lapangan:
- Sanuri: Pedagang gorengan, warga RW 02 Kelurahan Aren Jaya (Meninggal Dunia).
- Ibu Umi: Pedagang tahu crispy (Luka patah tulang tangan).
- Dwi: Kenek mobil box distribusi SPPG (Luka di bagian kepala).
Korban meninggal langsung disemayamkan di rumah duka, sementara kedua korban luka kini tengah menjalani penanganan medis di RS Siloam Sentosa.
Bagaimana Tanggung Jawab Pemkot Bekasi Terhadap Korban Kecelakaan?
Wali Kota Bekasi menggaransi penuh proses pemulihan medis maupun kepastian masa depan keluarga korban.
Khusus bagi keluarga mendiang Sanuri, pemerintah daerah mengambil alih tanggung jawab keberlangsungan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh korban yang saat ini dirawat di RS Siloam Sentosa akan tercover hingga sembuh,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di RS Siloam Sentosa, Selasa (12/05/2026).
Pihaknya menambahkan bahwa layanan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan akan dimaksimalkan untuk meringankan beban para korban.
Terkait jaminan pendidikan, Pemkot Bekasi memastikan anak korban menjadi prioritas pengawasan sosial ke depan.
“Anak korban juga akan menjadi perhatian kami. Pemerintah Kota Bekasi siap membantu pembiayaan pendidikannya,” tambah Tri.
Penanganan kasus kelalaian berkendara ini kini sepenuhnya berada di bawah ranah aparat kepolisian.
Publik tentu menanti ketegasan penegak hukum serta evaluasi keselamatan bagi armada distribusi perusahaan yang melintas di kawasan padat penduduk Kota Bekasi.
Mari bagikan artikel ini agar warga Bekasi senantiasa waspada di jalan raya dan keluarga korban dipastikan menerima haknya. Baca terus RakyatBekasi.Com untuk update terkini seputar kebijakan pemerintahan, hukum, dan peristiwa di sekitar Anda!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















