Poin Utama:
- Lokasi Kejadian: Longsor memutus sebagian akses di Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih pada Rabu (15/04/2026).
- Penyebab: Kontur tanah curam gagal menahan tingginya debit air akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi.
- Respon Cepat: Warga gotong royong bersihkan material; DPRD dorong pembuatan penahan bambu sementara.
- Tindakan Pemkot: DBMSDA Kota Bekasi turunkan Tim URC dan alat berat ke lokasi untuk evakuasi material longsoran.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bekasi kembali memakan “korban” infrastruktur fisik. Sebuah tebing pembatas sepanjang nyaris 10 meter di Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih mendadak ambrol pada Rabu (15/04/2026).
Insiden mengerikan ini diduga kuat akibat kontur tanah yang terlampau curam sehingga tak lagi sanggup menahan tekanan debit air setelah diguyur hujan lebat sejak Selasa lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Tebing Pinewood Jatiasih Bisa Longsor?
Longsornya tebing di Jatisari ini tak sekadar dipicu oleh hujan deras, melainkan kombinasi fatal antara topografi perumahan dan anomali cuaca.
Peralihan musim yang drastis pasca kemarau panjang membuat kepadatan tanah menjadi labil saat diterjang hujan berintensitas tinggi.
Material tanah merah yang berhamburan bahkan sempat menerjang sebagian teras rumah warga, memaksa masyarakat sekitar melakukan gotong royong darurat sejak Rabu pagi.
”Jadi kalaupun ada turapnya, tidak bisa meng-cover semuanya karena cukup tinggi. Tadi saya koordinasikan dengan Pak Camat dan UPTD DBMSDA, kemungkinan kita akan buat cerucuk bambu untuk menahan sementara,” kata Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (15/04/2026).
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi tersebut juga mewanti-wanti perumahan lain yang memiliki karakteristik topografi serupa.
Ia mendesak Pemkot Bekasi dan para pemangku wilayah untuk tidak tutup mata dan mempercepat respon aduan masyarakat terkait ancaman bencana hidrometeorologi.
Apa Langkah Darurat Pemkot Bekasi Atasi Longsor Jatisari?
Menanggapi krisis di depan mata, Pemerintah Daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mengklaim telah bergerak cepat ke titik nol kejadian. Pembersihan material longsoran menjadi prioritas utama agar mobilitas warga tidak lumpuh total.
”Kami sudah menginstruksikan Tim URC dan Tim dari UPTD untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan, serta turut mengerahkan alat berat agar akses masyarakat bisa berjalan terlebih dahulu,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (15/04/2026).
Kepala DBMSDA Kota Bekasi tersebut memastikan jajarannya bersiaga 24 jam. Hal ini mutlak diperlukan mengingat potensi bencana hidrometeorologi di Kota Patriot masih mengintai.
Bagaimana Peringatan BMKG untuk Warga Kota Bekasi?
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG, curah hujan tinggi yang kerap disertai angin kencang diprediksi akan terus membasahi wilayah Kota Bekasi hingga akhir April 2026.
Berikut adalah langkah antisipasi yang diwanti-wanti bagi warga yang berdomisili di area rawan:
- Pantau Lingkungan: Cek kondisi retakan pada dinding penahan tanah (turap) di sekitar rumah.
- Pangkas Pohon Rawan: Segera laporkan atau pangkas dahan pohon yang lapuk untuk menghindari angin kencang.
- Siaga Evakuasi: Amankan dokumen penting dan siapkan jalur evakuasi jika curah hujan tidak mereda lebih dari 3 jam.
”Mudah-mudahan sampai akhir bulan ini sudah aman. Karena kan hampir setiap hujan sekarang ini anginnya kencang. Kami sudah siap on call untuk segera melakukan penanganan apapun bilamana dibutuhkan,” pungkas Idi Sutanto.
Masyarakat Kota Bekasi dituntut untuk terus waspada. Jangan sampai kelalaian membaca tanda-tanda alam justru berujung pada kerugian material, atau lebih buruk lagi, mengancam nyawa.
Punya informasi seputar fasilitas publik yang rusak di lingkungan Anda? Sampaikan di kolom komentar atau tag sosial media @rakyatbekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















