Gegara Ini Pengurus Angkot K-11 Hadang Biskita Transpatriot Bekasi di Bantargebang

- Jurnalis

Selasa, 14 Januari 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biskita Transpatriot Bekasi jurusan Vida Bantargebang - Summarecon Bekasi diberhentikan secara paksa oleh pengurus Angkutan Kota (Angkot) K-11 di depan Pasar Bantargebang, Jalan Siliwangi, Selasa (14/01/2025).

Biskita Transpatriot Bekasi jurusan Vida Bantargebang - Summarecon Bekasi diberhentikan secara paksa oleh pengurus Angkutan Kota (Angkot) K-11 di depan Pasar Bantargebang, Jalan Siliwangi, Selasa (14/01/2025).

Operasional Biskita Transpatriot Bekasi jurusan Vida Bantargebang – Summarecon Bekasi diberhentikan secara paksa oleh pengurus Angkutan Kota (Angkot) K-11 di depan Pasar Bantargebang, Jalan Siliwangi.

Penyebab utama tindakan ini diduga karena ketidaksetujuan mereka terhadap rute baru yang diambil oleh bus Biskita.

Pada awalnya, Biskita Transpatriot seharusnya melintas dari Summarecon Bekasi menuju Jalan H. Djole dan Vida Bantargebang sesuai dengan kesepakatan operasional antara Biskita dan Angkutan K-11. Namun, rute ini kemudian dialihkan menuju Jalan Siliwangi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Pengurus Angkot K-11, Maryadi, menyatakan bahwa pihaknya menghentikan operasional Biskita Transpatriot Bekasi karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.

“Awalnya, Biskita ini melalui Summarecon lewat Jalan H. Djole (Jalan Sawo) sebelum mencapai Pasar Bantargebang dan Vida. Dari Vida, kembali lewat Jalan Sawo lagi sesuai kesepakatan awal antara Dishub dan pengusaha Angkutan K-11,” jelas Maryadi saat ditemui RakyatBekasi.com di Kecamatan Bantargebang, Selasa (14/01/2025).

Aksi penghadangan ini juga didukung oleh Dishub Kota Bekasi yang telah memasang 17 rambu bus stop baru di sepanjang koridor Summarecon Bekasi – Vida Bantargebang.

Namun nyatanya rambu-rambu tersebut turut melewati Jalan Siliwangi, yang menjadi sumber permasalahan.

“Kami melakukan aksi ini karena mereka melanggar perjanjian awal. Jika mereka tidak memaksakan jalur depan pasar ini, kami tidak akan melakukan aksi. Sebelumnya, semuanya berjalan normal tanpa ada gesekan dengan Biskita,” tambah Maryadi.

Pengurus K-11 bersama Dishub sempat melakukan audiensi untuk mencari win-win solution atas masalah ini.

Beberapa opsi yang diusulkan antara lain perencanaan perubahan rute angkutan kota (rerouting) serta usulan subsidi kepada Angkot K-11 dan peleburan angkot. Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai.

“Dalam mediasi tadi, kami tetap mempertahankan kesepakatan awal. Jika tidak, kami akan terus melakukan aksi, karena semua anggota kami di lapangan menolak Biskita melintas di Jalan Siliwangi,” tegasnya.

Maryadi juga menilai usulan subsidi dari Dishub tidak berdampak signifikan. Meski omzet Angkot K-11 menurun drastis hingga 50 persen selama operasional Biskita Transpatriot Bekasi, mereka menolak subsidi atau kompensasi.

“Kami lebih memilih berjalan seperti biasa tanpa subsidi atau kompensasi. Rerouting banyak ditawarkan, tapi jika kita masuk ke jalur baru seperti Setu yang pernah ada trayek K13 namun gagal karena tidak ada penumpang, sama saja menjerumuskan kita,” tambahnya.

Maryadi berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib Angkutan K-11, meski Biskita Transpatriot Bekasi tetap beroperasi.

“Harapan kami, Biskita berjalan sesuai kesepakatan awal. Jika demikian, kami tidak akan melakukan aksi seperti ini,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot
Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung
Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan
Sopir MBG Belum Jadi Tersangka, Polisi Masih Dalami Kasus Tabrakan Maut di Bekasi Timur
Tragedi Maut Mobil MBG di Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto Soroti Uji KIR
Mobil MBG Tewaskan Pedagang di Bekasi, GMNI Soroti Kegagalan Program Pusat
Wali Kota Bekasi Sambangi Kediaman Rumah Duka Korban Meninggal Tabrakan Maut Mobil MBG
Wali Kota Bekasi Rombak Kabinet: Nadih Arifin Pimpin Disparbud, Dzikron jadi Kadisnaker
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52 WIB

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:43 WIB

Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:43 WIB

Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:49 WIB

Sopir MBG Belum Jadi Tersangka, Polisi Masih Dalami Kasus Tabrakan Maut di Bekasi Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:18 WIB

Mobil MBG Tewaskan Pedagang di Bekasi, GMNI Soroti Kegagalan Program Pusat

Berita Terbaru

Potret ribuan warga Kota Bekasi yang antusias memadati area Car Free Day (CFD) pada akhir pekan. Merespons tingginya minat masyarakat akan ruang publik terpadu, Pemkot Bekasi kini tengah mematangkan kajian untuk membuka titik CFD baru di kawasan Jalan Veteran, Alun-alun M. Hasibuan, Kecamatan Bekasi Selatan.

Bekasi

Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:43 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x