Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis, GMNI Bekasi: “Polisi Seharusnya Melindungi, Bukan Represif!”

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Bidang Kesarinahan GMNI Bekasi, Nurwanda Putri.

Wakil Ketua Bidang Kesarinahan GMNI Bekasi, Nurwanda Putri.

BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bekasi turut angkat bicara mengenai insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) polisi di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/08/2025) malam.

Melalui Wakil Ketua Bidang Kesarinahan, Nurwanda Putri, GMNI Bekasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari negara.

​Tindakan yang Mencederai Peran Polisi

​Nurwanda menegaskan bahwa peran utama kepolisian adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, insiden di Pejompongan justru menunjukkan hal yang sebaliknya dan mencederai citra institusi Polri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peran polisi seharusnya adalah sebagai pelindung masyarakat yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Tugas mereka melindungi, bukan melakukan tindakan represif,” ujar Pute sapaan akrabnya dalam keterangan resminya, Jumat (29/08/2025).

Ia menambahkan bahwa dalam situasi konflik sekalipun, aparat keamanan diharapkan dapat bertindak secara bijaksana dan terukur untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

“Kami berharap polisi memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi darurat dan konflik dengan bijak,” tegasnya.

​Tuntutan Tegas untuk Pemerintah dan Polri

​GMNI Bekasi mendesak pemerintah dan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus ini. Mereka menuntut agar oknum yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa pengemudi ojol tersebut diproses secara hukum.

“Kami berharap pemerintah dapat menindaklanjuti secara tegas perbuatan oknum kepolisian yang sudah menghilangkan nyawa seorang pengemudi ojek online,” kata Pute.

Pernyataan ini menambah panjang daftar kecaman dari berbagai elemen masyarakat yang menuntut keadilan.

“Besar harapan kami, Kepolisian Republik Indonesia dapat segera bertanggung jawab dan menindaklanjuti secara tegas apa yang sudah terjadi kemarin di Pejompongan,” pungkasnya.

Bagaimana seharusnya langkah yang diambil pemerintah dan Polri dalam menyikapi kasus ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas
Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah
Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset
398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma
Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan
Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:31 WIB

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:25 WIB

Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:02 WIB

Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:34 WIB

398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB

Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan

Berita Terbaru

Keceriaan anak-anak Desa Kedung Pengawas, Kabupaten Bekasi, berfoto bersama memamerkan hasil karya tote bag ecoprint mereka usai mengikuti pelatihan kreativitas bersama mahasiswa KKN Kelompok 82 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Minggu (31/05/2026).

Bekasi

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:31 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x